
Jawaban singkat:
Prospek Amazon bertumpu pada tiga mesin pertumbuhan: layanan cloud AWS, bisnis iklan, dan efisiensi logistik lewat otomasi. Di sisi lain, investasi infrastruktur AI yang besar menekan arus kas dan menambah ketergantungan pada permintaan AI. Karena itu, data kuartal II 2026 perlu dibaca bersama risikonya, bukan sebagai sinyal untuk bertransaksi.
Amazon (AMZN) adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang menjalankan bisnis e-commerce, komputasi awan (cloud), periklanan digital, layanan berlangganan Prime, dan perangkat keras, dengan kantor pusat di Seattle, Washington. Perusahaan ini didirikan Jeff Bezos pada 1994 dan mempekerjakan sekitar 1,6 juta karyawan (sumber: Yahoo Finance, data tahun fiskal 2025).
Amazon melaporkan pendapatan dalam tiga segmen. Pendapatan iklan tercakup di dalam segmen-segmen tersebut.
| Segmen | Pendapatan (US$ miliar) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| North America | 116,2 | 16% |
| International | 42,2 | 15% |
| AWS | 42,2 | 37% |
| Layanan iklan (lintas segmen) | 19,8 | 26% |
Produk dan layanan Amazon mencakup marketplace dengan penjual pihak ketiga, layanan pergudangan dan pengiriman, Prime Video, perangkat Kindle, Fire, dan Echo, serta layanan cloud, penyimpanan, dan basis data lewat AWS.
Amazon memegang 28% pasar layanan infrastruktur cloud dunia pada kuartal II 2026, di depan Microsoft (20%) dan Google (15%). Total belanja pasar mencapai US$143,4 miliar, naik 43% YoY (sumber: Synergy Research Group, 30 Juli 2026). Laba operasi AWS mencapai US$16,6 miliar, naik 64%, atau sekitar 39% dari pendapatan AWS (Amazon, diolah).
Kuartal II 2026 juga memuat pendapatan non-operasional sebelum pajak US$53,4 miliar, terutama dari investasi Amazon di Anthropic. Angka ini mengangkat laba bersih dan tidak berasal dari operasional inti.
Layanan iklan menghasilkan US$19,8 miliar pada kuartal II 2026, tumbuh 26% (sumber: Amazon). Segmen North America, basis e-commerce Amazon, tumbuh 16% menjadi US$116,2 miliar. Iklan dan penjualan ritel saling terkait karena iklan tampil di dalam platform belanja Amazon sendiri.
Amazon mengumumkan telah mengerahkan lebih dari 1 juta robot di jaringan gudangnya, bersama model AI DeepFleet untuk mengatur pergerakan robot (sumber: Amazon, Juli 2025). Tujuannya menekan biaya pemenuhan pesanan (fulfillment), yang menjadi beban utama semua pemain e-commerce.
| Indikator | Q2 2025 | Q2 2026 |
|---|---|---|
| Pendapatan (US$ miliar) | 167,7 | 200,6 |
| Laba operasi (US$ miliar) | 19,2 | 27,5 |
| Laba bersih (US$ miliar) | 18,2 | 62,6 |
| Laba per saham dilusian/EPS (US$) | 1,68 | 5,75 |
Laba operasi naik 43% menjadi US$27,5 miliar, sedangkan laba bersih melonjak karena keuntungan investasi Anthropic senilai US$53,4 miliar. Untuk menilai kekuatan bisnis inti, laba operasi lebih relevan daripada laba bersih.
Sisi arus kas lebih berat. Selama 12 bulan hingga kuartal II 2026, arus kas operasi naik 33% menjadi US$161,4 miliar, tetapi pembelian aset tetap (capex) mencapai US$173,0 miliar, naik 64%. Hasilnya, arus kas bebas negatif US$7,6 miliar (sumber: Amazon). CNBC melaporkan pada 30 Juli 2026 bahwa Amazon menaikkan target capex 2026 menjadi sekitar US$220 miliar karena biaya memori yang lebih tinggi.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan (US$) | 246,15 |
| Rentang harga 52 minggu (US$) | 196,00–287,20 |
| Kapitalisasi pasar (US$ triliun) | 2,66 |
| PER trailing (x) | 20,1 |
| PER forward (x) | 23,5 |
| EPS 12 bulan terakhir (US$) | 12,26 |
| Price-to-sales (x) | 3,4 |
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 29 September 2025–28 September 2026.
PER trailing 20,1x tampak rendah karena EPS 12 bulan terakhir ikut terdongkrak keuntungan investasi Anthropic. PER forward 23,5x memakai estimasi laba ke depan, sehingga lebih mendekati gambaran operasional. Amazon juga belum membayar dividen; tingkat dividen tahunannya tercatat US$0 (Yahoo Finance).
Sebagai pembanding pihak ketiga, 57 analis yang dihimpun Yahoo Finance memiliki rata-rata target harga US$329,54 dengan kisaran US$230–US$405 (per 28 September 2026). Angka ini bukan target harga Pluang, bukan rekomendasi, dan dapat direvisi sewaktu-waktu.
Keunggulan kompetitif jangka panjang (economic moat) tidak menghapus risiko-risiko di atas. Sebagian investor menyebarkan dananya lewat diversifikasi portofolio agar tidak bergantung pada satu saham.
Yahoo Finance mencantumkan estimasi rilis pada 29 Oktober 2026, dan jadwal resminya diumumkan oleh Amazon. Musim laporan keuangan (earnings season) biasanya memicu pergerakan harga yang lebih tajam.
Untuk kuartal III 2026, Amazon memberi panduan pendapatan US$197,0–202,0 miliar (naik 9–12% YoY) dan laba operasi US$22,5–26,5 miliar (sumber: Amazon, 30 Juli 2026). Investor biasanya mencermati pertumbuhan AWS, capex, dan arus kas bebas.
Pelajari lebih lanjut tentang Saham AS di Pluang. Investasi saham mengandung risiko kerugian nilai investasi.
Saham AMZN ditutup di US$246,15 per lembar pada 28 September 2026, dengan rentang 52 minggu US$196,00–US$287,20 dan kapitalisasi pasar sekitar US$2,66 triliun (sumber: Yahoo Finance). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek ulang harga terbaru di aplikasi sebelum kamu bertransaksi.
Pendapatan AWS tumbuh 37% YoY menjadi US$42,2 miliar pada kuartal II 2026, dengan laba operasi AWS US$16,6 miliar, naik 64% (sumber: Amazon, 30 Juli 2026). Pangsa Amazon di pasar cloud dunia mencapai 28% (sumber: Synergy Research Group, kuartal II 2026).
Per 28 September 2026, Amazon belum membayar dividen tunai kepada investor; tingkat dividen tahunannya tercatat US$0 (sumber: Yahoo Finance). Arus kasnya diarahkan untuk investasi, dengan capex 2026 dikabarkan sekitar US$220 miliar (CNBC, 30 Juli 2026), sehingga bukan saham pembayar dividen.
Yahoo Finance mencantumkan estimasi 29 Oktober 2026, dan jadwal resminya diumumkan oleh Amazon. Panduan Amazon untuk kuartal III 2026 adalah pendapatan US$197,0–202,0 miliar dan laba operasi US$22,5–26,5 miliar (Amazon, 30 Juli 2026), sehingga hasil aktual bisa berbeda dari panduan tersebut.
Risiko utama saham ini adalah capex yang besar, dengan arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif US$7,6 miliar (Amazon), serta persaingan cloud dari Microsoft (20%) dan Google (15%). Harga saham juga fluktuatif, ditunjukkan beta 1,44 (Yahoo Finance, 28 September 2026).
Kuartal II 2026 menunjukkan bisnis inti Amazon tumbuh: pendapatan naik 20%, laba operasi naik 43%, dan AWS tumbuh 37%. Namun, capex yang sangat besar membuat arus kas bebas negatif, dan laba bersih kuartal tersebut banyak dibantu keuntungan investasi Anthropic. Kamu perlu menimbang pertumbuhan dan risiko ini sesuai tujuan dan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham tertentu. Semua investasi mengandung risiko, dan keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen. Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


