
Menurut riset Research and Markets yang dipublikasikan pada 27 April 2026, pasar software AI global bernilai USD106,92 miliar pada 2026, naik dari USD79,38 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 34,7%. Lonjakan ini membuat saham perusahaan teknologi AI dan aset kripto bertema AI makin banyak dilirik investor, termasuk di Indonesia. Artikel ini membahas apa itu software AI, cara kerja investasinya di pasar saham dan aset digital, risiko yang perlu kamu pahami, serta cara memulainya lewat Pluang.
Software AI adalah perangkat lunak yang memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk menjalankan tugas seperti analisis data besar, otomatisasi proses bisnis, pengenalan gambar dan suara, hingga menghasilkan teks maupun gambar secara mandiri (generative AI). Kategori ini mencakup platform cloud AI, alat pengembangan model machine learning, chip pemroses AI, sampai aplikasi generative AI yang belakangan makin banyak dipakai perusahaan maupun individu.
Minat investor terhadap sektor ini meningkat seiring sejumlah perusahaan teknologi besar melaporkan kenaikan pendapatan dari lini bisnis AI, sementara permintaan terhadap chip, layanan cloud, dan aplikasi berbasis AI terus bertumbuh. Kenaikan permintaan ini yang mendorong proyeksi pasar software AI global menembus USD106,92 miliar pada 2026 (Research and Markets, 27 April 2026).
Jawaban Singkat:
• Pasar software AI global bernilai USD106,92 miliar pada 2026, tumbuh 34,7% per tahun (Research and Markets, 27 April 2026).
• Kamu bisa mendapatkan eksposur ke sektor ini lewat saham perusahaan teknologi AS yang bergerak di bidang AI, atau aset kripto bertema AI.
• Kedua instrumen ini tergolong produk berisiko tinggi — nilainya bisa naik dan turun signifikan dalam waktu singkat, dan tidak ada jaminan keuntungan.
Secara umum ada dua jalur untuk mendapatkan eksposur ke sektor software AI lewat Pluang:
1. Saham AS terkait AI — kamu membeli saham perusahaan teknologi yang tercatat di bursa Amerika Serikat dan memiliki lini bisnis software maupun hardware AI. Kepemilikan saham ini merepresentasikan kepemilikan sebagian kecil perusahaan tersebut, sehingga nilainya mengikuti kinerja bisnis dan pergerakan harga saham di bursa asal.
2. Aset kripto bertema AI — beberapa proyek blockchain mengembangkan jaringan komputasi terdesentralisasi, data terdesentralisasi, atau agen AI yang berjalan di atas teknologi blockchain. Token dari proyek-proyek ini kemudian diperdagangkan sebagai aset kripto.
Kedua jalur ini berbeda secara mendasar: saham mencerminkan kepemilikan bisnis riil dengan laporan keuangan yang diaudit, sedangkan aset kripto mencerminkan nilai jaringan dan spekulasi pasar yang umumnya jauh lebih fluktuatif dan minim regulasi dibanding saham.
• Berpotensi mengikuti pertumbuhan sektor — dengan pasar software AI global diproyeksikan tumbuh 34,7% per tahun hingga 2026 (Research and Markets, 27 April 2026), sektor ini masuk kategori pertumbuhan tinggi dibanding banyak sektor teknologi lain.
• Diversifikasi portofolio — menambah eksposur ke sektor teknologi AS atau aset kripto dapat melengkapi portofolio yang selama ini terkonsentrasi di saham atau reksa dana domestik.
• Akses mudah lewat satu aplikasi — investor di Indonesia dapat membeli saham AS maupun aset kripto bertema AI melalui platform yang sama tanpa perlu membuka rekening terpisah di luar negeri.
Perlu diingat, potensi pertumbuhan sektor tidak sama dengan jaminan keuntungan bagi investor individu — kinerja emiten maupun harga token bisa berbeda jauh dari pertumbuhan pasar secara keseluruhan.
• Volatilitas tinggi — harga saham teknologi AS dan aset kripto bertema AI dapat berfluktuasi tajam dalam hitungan hari akibat sentimen pasar, berita regulasi, atau perubahan proyeksi bisnis.
• Risiko valuasi dan hype — sebagian saham maupun token AI diperdagangkan pada valuasi tinggi berdasarkan ekspektasi masa depan, bukan kinerja keuangan saat ini, sehingga rentan terhadap koreksi tajam.
• Risiko nilai tukar — untuk saham AS, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi nilai investasi kamu.
• Risiko regulasi dan likuiditas kripto — aset kripto tunduk pada perubahan regulasi dan sebagian token memiliki likuiditas lebih rendah dibanding saham perusahaan besar.
• Tidak ada jaminan keuntungan — baik saham maupun aset kripto software AI tidak memberikan jaminan hasil, dan kamu berpotensi mengalami kerugian atas modal yang diinvestasikan.
1. Buka aplikasi Pluang dan pilih menu Saham AS.
2. Cari kode saham perusahaan teknologi AI yang ingin kamu pantau (contoh identifikasi, bukan rekomendasi: NVDA, MSFT, PLTR).
3. Pelajari data perusahaan, termasuk laporan keuangan dan berita terkini, sebelum memutuskan.
4. Tentukan jenis order — Market Order, Limit Order, Stop Order, atau Stop Limit Order — sesuai kebutuhanmu.
5. Masukkan nominal transaksi sesuai minimum yang berlaku, lalu konfirmasi pembelian.
Transaksi saham AS di Pluang difasilitasi melalui kerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
1. Buka aplikasi Pluang dan pilih menu Aset Kripto.
2. Cek daftar aset kripto yang tersedia dan pastikan aset tersebut termasuk dalam daftar aset kripto yang disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tercatat di Central Finansial X (CFX) pada saat kamu bertransaksi.
3. Pelajari profil proyek, kegunaan token, dan risikonya sebelum membeli.
4. Masukkan nominal pembelian sesuai minimum yang berlaku, lalu konfirmasi transaksi.
Pluang bertindak sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi aset kripto tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).
Aset | Jenis Order/Transaksi | Minimum Nominal | Berlaku Per |
Aset Kripto | Pembelian | Rp10.000 | 17 September 2026 |
Aset Kripto | Penjualan | Rp5.000 | 17 September 2026 |
Saham AS | Limit Order, Stop Order, Stop Limit Order | US$1,5 | 17 September 2026 |
Saham AS | Market Order | US$1,00 | 17 September 2026 |
Data internal Pluang, berlaku per 17 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Cek ketentuan terkini langsung di aplikasi Pluang sebelum bertransaksi.
Berikut contoh perusahaan teknologi AS yang memiliki lini bisnis software maupun hardware AI. Daftar ini hanya untuk tujuan identifikasi, bukan rekomendasi investasi:
• Nvidia (NVDA) — produsen chip pemroses grafis (GPU) yang banyak dipakai untuk melatih model AI.
• Microsoft (MSFT) — penyedia platform cloud Azure dan layanan AI generatif untuk korporasi.
• Palantir Technologies (PLTR) — pengembang platform analitik data berbasis AI untuk sektor pemerintahan dan komersial.
Untuk aset kripto bertema AI, ketersediaannya di Pluang mengikuti daftar aset yang disetujui OJK dan CFX, sehingga jenis dan jumlah token dapat berubah dari waktu ke waktu. Selalu cek daftar aset terkini langsung di aplikasi sebelum memutuskan.
Untuk analisis emiten AI yang lebih mendalam, kamu juga bisa membaca ulasan saham AI di Pluang Akademi.
Saham AS dan aset kripto, termasuk yang bertema software AI, termasuk kategori produk investasi berisiko tinggi. Sehubungan dengan itu:
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Software AI adalah perangkat lunak yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas seperti analisis data, otomatisasi, dan pembuatan konten secara mandiri, mulai dari platform cloud hingga aplikasi generative AI.
Minimum pembelian aset kripto di Pluang adalah Rp10.000, sedangkan minimum penjualannya Rp5.000, berlaku per 17 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Minimum transaksi saham AS memakai Limit Order, Stop Order, atau Stop Limit Order adalah US$1,5, sedangkan minimum untuk Market Order adalah US$1,00, berlaku per 17 September 2026.
Tidak. Baik saham maupun aset kripto software AI tergolong produk berisiko tinggi, nilainya dapat naik maupun turun signifikan, dan tidak ada jaminan keuntungan bagi investor.
Pluang bertindak sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi OJK, dan transaksi tercatat di CFX serta KKI. Pastikan aset yang kamu pilih termasuk daftar yang disetujui OJK saat bertransaksi.
Software AI menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat secara global, dengan nilai pasar diproyeksikan USD106,92 miliar pada 2026 (Research and Markets, 27 April 2026). Kamu bisa mendapatkan eksposur ke sektor ini lewat saham teknologi AS atau aset kripto bertema AI di Pluang, masing-masing dengan minimum transaksi, mekanisme, dan risiko yang berbeda. Karena keduanya tergolong produk berisiko tinggi, pastikan kamu memahami profil risiko, melakukan riset mandiri, dan hanya menggunakan dana yang siap kamu tanggung risikonya sebelum berinvestasi.
Konten ini dipublikasikan oleh Pluang (Grup Pluang), yang produk dan layanannya dijalankan melalui sejumlah entitas berizin sesuai jenis produk, sebagaimana disebutkan pada disclaimer produk di bawah ini.
Saham AS & ETF: Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Aset Kripto: Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).
Produk berisiko tinggi: Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi mengenai saham (Nvidia, Microsoft, Palantir Technologies) pada artikel ini hanya untuk tujuan identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.