ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Harga 1 Lot Saham BSI Hari Ini: Cara Beli Aman 2026
shareIcon

Harga 1 Lot Saham BSI Hari Ini: Cara Beli Aman 2026

6 Jul 2026, 1:45 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
gedung-bsi-harga-1-lot-saham-bsi
Harga 1 lot saham BSI (kode BRIS) hari ini berada di level Rp1.725 per lembar, sehingga 1 lot saham BSI (100 lembar) setara dengan Rp172.500. Harga ini bergerak setiap hari sesuai mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga kamu perlu mengecek harga terkini sebelum bertransaksi. Artikel ini membahas cara menghitung modal beli, faktor yang mempengaruhi harga, biaya transaksi, hingga langkah membeli saham BSI secara digital.

Berapa Harga 1 Lot Saham BSI Hari Ini?

1 lot saham BSI adalah satuan standar transaksi saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) di BEI, di mana 1 lot setara dengan 100 lembar saham sesuai aturan baku Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data penutupan perdagangan pada 6 Juli 2026, harga saham BSI berada di Rp1.725 per lembar. Dengan demikian, modal yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot saham BSI adalah:

TanggalHarga per LembarHarga 1 Lot (100 Lembar)
30 Juni 2026Rp1.705Rp170.500
1 Juli 2026Rp1.665Rp166.500
2 Juli 2026Rp1.690Rp169.000
3 Juli 2026Rp1.750Rp175.000
6 Juli 2026Rp1.725Rp172.500

Perlu diingat, harga saham BSI berubah setiap hari kerja mengikuti mekanisme lelang berkelanjutan (continuous auction) di BEI. Untuk memastikan kamu mendapatkan angka yang paling akurat, selalu cek harga real-time di aplikasi Pluang atau situs resmi Bursa Efek Indonesia sebelum membeli.

Apa Itu Saham BSI (BRIS)?

Saham BSI adalah efek kepemilikan atas PT Bank Syariah Indonesia Tbk, hasil merger tiga bank syariah BUMN — Bank BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah — yang resmi beroperasi sejak Februari 2021. BSI tercatat di BEI dengan kode emiten BRIS dan merupakan bank syariah terbesar di Indonesia berdasarkan aset. Karena beroperasi dengan prinsip syariah, saham BSI juga masuk dalam kategori saham syariah dan konsisten tercatat dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Sebagai bank syariah pelat merah dengan basis nasabah yang terus bertumbuh, BSI kerap menjadi salah satu saham perbankan syariah paling likuid dan paling banyak diperdagangkan di BEI, sehingga menarik perhatian investor ritel maupun institusi.

Dari sisi bisnis, BSI mengandalkan pertumbuhan pembiayaan berbasis prinsip syariah — mulai dari pembiayaan konsumer seperti KPR syariah dan kendaraan, pembiayaan mikro dan UMKM, hingga pembiayaan korporasi dan segmen wholesale. Model bisnis ini membuat kinerja BSI cenderung berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi domestik dan penetrasi keuangan syariah di Indonesia, yang menurut sejumlah lembaga riset industri masih memiliki ruang tumbuh cukup besar dibanding negara-negara berpenduduk muslim lain. Selain itu, status BSI sebagai bank BUMN hasil merger memberikan sinergi jaringan cabang dan basis nasabah yang lebih luas dibanding bank syariah swasta pada umumnya, sehingga sering dianggap sebagai proksi utama bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor perbankan syariah nasional.

Karena tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar besar, saham BSI juga termasuk dalam radar investor institusi dan reksa dana berbasis syariah, yang turut memengaruhi likuiditas dan stabilitas harga saham ini dibanding emiten syariah dengan kapitalisasi lebih kecil.

Bagaimana Cara Menghitung Modal Beli 1 Lot Saham BSI?

Rumus dasar untuk menghitung modal beli saham berlaku sama untuk semua saham di BEI, termasuk BSI:

Modal Beli = Jumlah Lot × 100 Lembar × Harga per Lembar

Contoh perhitungan menggunakan harga acuan Rp1.725 per lembar (6 Juli 2026):

  1. 1 lot BSI = 1 × 100 × Rp1.725 = Rp172.500
  2. 5 lot BSI = 5 × 100 × Rp1.725 = Rp862.500
  3. 10 lot BSI = 10 × 100 × Rp1.725 = Rp1.725.000

Perhitungan ini belum termasuk biaya transaksi dan potensi e-meterai. Karena pembelian saham di pasar reguler BEI harus dalam kelipatan lot saham (kelipatan 100 lembar), kamu tidak bisa membeli 50 lembar atau 1,5 lot secara langsung di pasar reguler.

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham BSI?

Harga saham BSI, seperti saham perbankan lainnya, dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal berikut:

  • Kinerja keuangan bank: pertumbuhan laba, pembiayaan (penyaluran kredit syariah), dan rasio kesehatan bank seperti Non-Performing Financing (NPF) turut menggerakkan sentimen pasar.
  • Kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia: perubahan suku bunga acuan berdampak pada margin bagi hasil dan biaya dana perbankan syariah.
  • Sentimen sektor perbankan syariah: pertumbuhan industri keuangan syariah nasional dan dukungan regulasi turut memengaruhi valuasi BSI.
  • Aksi korporasi: pembagian dividen, rencana rights issue, atau perubahan struktur kepemilikan BUMN dapat memicu volatilitas jangka pendek.
  • Kondisi pasar modal secara umum: pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus dana asing turut memengaruhi harga saham-saham perbankan besar, termasuk BSI.

Karena faktor-faktor ini berubah setiap hari, harga saham BSI berpotensi naik atau turun cukup signifikan dalam periode singkat — sehingga penting untuk memantau harga secara berkala sebelum mengambil keputusan investasi.

Investor pemula sering hanya melihat pergerakan harga tanpa memahami penyebabnya. Sebagai contoh, kenaikan harga BSI dalam beberapa hari terakhir bisa dipicu oleh sentimen positif terhadap sektor perbankan secara umum, sementara penurunan harga bisa saja terjadi murni karena aksi ambil untung (profit taking) investor jangka pendek, bukan karena perubahan fundamental bank. Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli atau menjual, ada baiknya membaca laporan keuangan kuartalan BSI, mengikuti pemberitaan resmi dari perusahaan melalui keterbukaan informasi BEI, serta membandingkan pergerakan BSI dengan indeks sektor keuangan secara keseluruhan.

Berapa Biaya Beli 1 Lot Saham BSI di Pluang?

Saat membeli maupun menjual saham Indonesia — termasuk BSI — di Pluang, saat ini (promo) kamu hanya dikenakan biaya regulasi pihak ketiga yang bersifat tetap, yaitu sekitar 0,0433% untuk transaksi beli dan 0,1433% untuk transaksi jual dari nilai transaksi. Biaya ini merupakan komponen levy bursa dan kliring yang wajib dikenakan pada seluruh transaksi saham di BEI, bukan komisi tambahan dari Pluang. Selain itu, jika nilai transaksi hari yang sama melebihi Rp10.000.000, akan berlaku biaya e-meterai sebesar Rp10.000 sesuai kewajiban regulasi pemerintah.

Struktur biaya dan promo dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga sebaiknya kamu selalu memeriksa halaman biaya resmi di aplikasi Pluang sebelum bertransaksi untuk mendapatkan angka yang paling akurat.

Bagaimana Cara Beli Saham BSI di Pluang?

Berikut langkah-langkah membeli saham BSI secara digital melalui aplikasi Pluang:

  1. Buka Aplikasi Pluang: Pastikan kamu sudah memiliki akun dan saldo Rekening Dana Nasabah (RDN) yang mencukupi.
  2. Cari Saham BSI: Gunakan fitur pencarian dan ketik kode saham "BRIS" atau "Bank Syariah Indonesia".
  3. Masuk ke Halaman Transaksi: Pilih opsi "Beli" untuk melihat harga terkini dan grafik pergerakan saham.
  4. Tentukan Jumlah Lot: Masukkan jumlah lot yang ingin dibeli sesuai modal yang kamu miliki.
  5. Pilih Tipe Order: Gunakan Market Order jika ingin eksekusi langsung di harga pasar, atau Limit Order jika ingin menunggu harga tertentu.
  6. Konfirmasi Transaksi: Periksa kembali detail pesanan — kode saham, jumlah lot, dan estimasi total biaya — lalu konfirmasi pembelian.

Pluang telah digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna dan menyediakan akses ke 950+ saham Indonesia dalam satu ekosistem yang sama dengan saham AS, crypto, emas digital, dan reksa dana. Layanan saham Indonesia di Pluang dioperasikan melalui kerja sama PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, yang keduanya berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Apa Keuntungan dan Risiko Investasi Saham BSI?

Sebelum memutuskan membeli saham BSI, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

Potensi keuntungan:

  • Eksposur ke sektor perbankan syariah yang terus bertumbuh seiring perluasan basis nasabah muslim di Indonesia.
  • Likuiditas relatif tinggi dibanding saham perbankan syariah lain, memudahkan proses beli dan jual.
  • Potensi pembagian dividen dari laba tahunan bank, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Risiko yang perlu dipahami:

  • Risiko fluktuasi harga: harga saham BSI dapat naik maupun turun setiap hari mengikuti dinamika pasar, sehingga tidak ada jaminan keuntungan.
  • Risiko sektoral: perubahan regulasi perbankan syariah atau kondisi makroekonomi dapat memengaruhi kinerja bank.
  • Risiko likuiditas: pada kondisi pasar tertentu, menjual saham dalam volume besar bisa memengaruhi harga eksekusi.

Investasi saham melalui platform berizin OJK seperti Pluang memberikan jaminan keamanan dari sisi regulasi, namun risiko pasar tetap menjadi tanggung jawab investor. Pastikan kamu memahami profil risiko pribadi sebelum berinvestasi, dan pertimbangkan diversifikasi portofolio agar tidak terlalu bergantung pada satu saham.

Sebagai gambaran, sebagian investor memilih mengombinasikan saham perbankan syariah seperti BSI dengan saham dari sektor lain — misalnya konsumer, energi, atau teknologi — supaya kinerja portofolio tidak terlalu bergantung pada satu sektor saja. Pendekatan ini juga membantu meredam dampak apabila terjadi tekanan spesifik di sektor perbankan syariah, seperti perubahan kebijakan pembiayaan atau tekanan margin bagi hasil akibat perubahan suku bunga acuan.

Riwayat Pergerakan dan Kinerja Saham BSI Terkini

Dalam sepekan perdagangan terakhir hingga 6 Juli 2026, saham BSI bergerak pada rentang Rp1.660 hingga Rp1.765 per lembar, dengan volume transaksi harian berkisar antara 5,6 juta hingga 11,2 juta lembar saham. Volatilitas ini tergolong wajar untuk saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar. Investor yang tertarik pada aspek pendapatan pasif juga perlu memantau kalender dividen BSI setiap tahun, karena sebagai emiten BUMN, BSI memiliki riwayat pembagian dividen yang konsisten mengikuti kebijakan pemerintah terhadap bank-bank milik negara.

Untuk data harga resmi dan riwayat perdagangan yang paling akurat, kamu dapat memeriksa langsung situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX), atau memantau grafik pergerakan harga BSI secara real-time di aplikasi Pluang.

Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, pola pergerakan harian ini sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan keputusan. Sebagian investor lebih memilih strategi dollar cost averaging — membeli saham BSI secara rutin dengan nominal tetap setiap bulan, tanpa memedulikan fluktuasi harga harian — untuk meratakan rata-rata harga beli (average cost) dari waktu ke waktu. Strategi ini umum digunakan pada saham-saham sektor keuangan dengan fundamental yang relatif stabil seperti BSI, dibandingkan mencoba menebak titik harga terbaik untuk masuk maupun keluar pasar.

Selain memantau harga, penting juga untuk membandingkan valuasi BSI dengan bank syariah maupun bank konvensional sejenis menggunakan rasio-rasio dasar seperti PER (Price to Earnings Ratio) dan PBV (Price to Book Value), agar keputusan investasi didasarkan pada analisis fundamental, bukan sekadar pergerakan harga jangka pendek.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah harga 1 lot saham BSI selalu sama setiap hari?

Tidak. Harga saham BSI berubah setiap hari kerja mengikuti mekanisme perdagangan di BEI. Harga hanya bersifat statis di luar jam bursa, dan akan diperbarui kembali saat perdagangan dibuka pada pukul 09.00 WIB.

Berapa modal minimum untuk beli saham BSI?

Modal minimum di pasar reguler BEI adalah 1 lot (100 lembar). Dengan harga acuan Rp1.725 per lembar, modal minimum sekitar Rp172.500 di luar biaya transaksi. Namun, jumlah ini berubah setiap hari sesuai fluktuasi harga pasar.

Apakah saham BSI termasuk saham syariah?

Ya. Sebagai bank hasil merger tiga bank syariah BUMN, saham BSI konsisten masuk dalam daftar saham syariah dan tercatat dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dirilis BEI.

Bagaimana cara memantau harga BSI secara real-time?

Kamu dapat memantau harga BSI secara real-time melalui aplikasi Pluang, yang menyediakan grafik pergerakan harga, data historis, dan fitur watchlist, atau melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Apakah BSI membagikan dividen secara rutin?

BSI memiliki riwayat pembagian dividen tahunan sebagai emiten perbankan BUMN, namun besaran dan keputusan pembagian dividen ditentukan setiap tahun melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berdasarkan kinerja laba bank.

Apakah bisa beli kurang dari 1 lot saham BSI?

Di pasar reguler BEI, pembelian minimum adalah 1 lot (100 lembar) dan tidak bisa dipecah. Ada pasar negosiasi yang memungkinkan transaksi odd lot, namun mekanisme ini umumnya tidak ditujukan untuk investor ritel pemula.

Apakah investasi saham BSI aman untuk pemula?

Investasi saham BSI melalui platform berizin OJK seperti Pluang aman dari sisi regulasi dan pengelolaan dana nasabah. Namun, "aman" dari sisi risiko pasar tidak dapat dijamin — harga saham tetap bisa berfluktuasi, sehingga pemula disarankan memahami profil risiko dan melakukan diversifikasi.

Kesimpulan

Harga 1 lot saham BSI hari ini (6 Juli 2026) berada di sekitar Rp172.500, berdasarkan harga penutupan Rp1.725 per lembar. Namun, angka ini bergerak setiap hari kerja, sehingga penting untuk selalu memeriksa harga terkini sebelum membeli. Dengan memahami cara menghitung modal, faktor penggerak harga, biaya transaksi, dan risiko investasi, kamu bisa membuat keputusan yang lebih matang saat membeli saham BSI. Pluang memudahkan proses ini melalui satu aplikasi yang mengakses 950+ saham Indonesia tanpa minimum deposit.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1