Berita & Analisis
Saham Mandiri (BMRI): Cara Hitung Lot, Lembar, dan Harganya 2026

1 lot saham adalah satuan standar transaksi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana 1 lot selalu setara dengan 100 lembar saham — aturan ini berlaku sama untuk seluruh saham yang tercatat di bursa, termasuk saham Bank Mandiri (BMRI), tanpa terkecuali. Artinya, investor tidak dapat membeli saham dalam jumlah kurang dari 100 lembar melalui mekanisme pasar reguler, dan setiap pembelian harus dalam kelipatan lot saham (kelipatan 100 lembar).
Aturan lot ini bersifat seragam untuk semua saham — baik saham blue chip berkapitalisasi besar seperti BMRI, maupun saham berkapitalisasi kecil. Yang membedakan hanyalah harga per lembar masing-masing saham, sehingga modal yang dibutuhkan untuk 1 lot akan berbeda-beda tergantung saham yang dipilih.
Berikut pergerakan harga saham Mandiri dalam sepekan perdagangan terakhir hingga 6 Juli 2026:
| Tanggal | Harga per Lembar | Harga 1 Lot (100 Lembar) |
|---|---|---|
| 30 Juni 2026 | Rp3.850 | Rp385.000 |
| 1 Juli 2026 | Rp3.810 | Rp381.000 |
| 2 Juli 2026 | Rp3.900 | Rp390.000 |
| 3 Juli 2026 | Rp4.010 | Rp401.000 |
| 6 Juli 2026 | Rp3.950 | Rp395.000 |
Harga saham Mandiri bergerak setiap hari kerja mengikuti mekanisme lelang berkelanjutan di BEI, sehingga angka Rp395.000 per lot di atas hanya berlaku pada penutupan sesi I di 6 Juli 2026. Untuk mendapatkan harga paling akurat sebelum membeli, selalu cek pergerakan harga BMRI secara real-time di aplikasi Pluang atau situs resmi Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan harga BMRI dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal — mulai dari kinerja laba kuartalan bank, kualitas aset dan rasio kredit bermasalah, kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang mempengaruhi margin bunga bersih perbankan, hingga sentimen investor asing terhadap pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Karena BMRI termasuk saham dengan bobot besar dalam Indeks LQ45 dan IDX30, pergerakan indeks-indeks tersebut juga sering berkorelasi erat dengan naik turunnya harga BMRI dalam perdagangan harian.
Saham Mandiri adalah efek kepemilikan atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bank BUMN dengan aset terbesar di Indonesia, yang tercatat di BEI dengan kode emiten BMRI. Sebagai salah satu bank sistemik nasional, BMRI termasuk kategori saham blue chip — saham perusahaan besar, mapan, dan memiliki rekam jejak kinerja keuangan yang relatif konsisten dari tahun ke tahun.
BMRI juga secara rutin tercatat dalam indeks-indeks utama BEI seperti Indeks LQ45 dan Indeks IDX30, yang berisi kumpulan saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar di bursa. Status ini membuat BMRI menjadi salah satu saham perbankan paling banyak diperdagangkan dan dipantau investor, baik ritel maupun institusi, sehingga likuiditasnya tergolong tinggi dibanding saham-saham lapis dua maupun tiga.
Sebagai bank dengan jaringan cabang terluas dan basis nasabah korporasi maupun ritel yang besar, kinerja BMRI banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit, kualitas aset (rasio kredit bermasalah atau NPL), serta margin bunga bersih (net interest margin). Bank Mandiri juga memiliki lini bisnis anak usaha di sektor lain, termasuk perbankan syariah, sekuritas, dan asuransi, yang turut memberikan kontribusi terhadap laba konsolidasi grup. Karena skala bisnisnya yang besar, pergerakan harga BMRI sering dijadikan salah satu acuan sentimen investor terhadap sektor perbankan BUMN secara keseluruhan, sehingga kinerjanya kerap bergerak searah dengan saham-saham bank besar lain seperti BBRI dan BBNI.
Rumus dasar untuk menghitung modal beli saham Mandiri sama seperti saham lain di BEI:
Modal Beli = Jumlah Lot × 100 Lembar × Harga per Lembar
Contoh perhitungan menggunakan harga acuan Rp3.950 per lembar (6 Juli 2026):
Perhitungan ini belum termasuk biaya transaksi dan potensi e-meterai. Karena harga saham Mandiri relatif lebih tinggi dibanding banyak saham lain di BEI, sebagian investor pemula dengan modal terbatas memilih memulai dari saham lain dengan harga per lembar lebih rendah, atau menabung secara bertahap sebelum mengumpulkan modal 1 lot penuh. Di Pluang, tidak ada minimum deposit, sehingga kamu bisa mengisi saldo Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai kemampuan sambil memantau harga BMRI hingga modal mencukupi.
Jika kamu masih ingin memahami konsep lot secara lebih umum — termasuk contoh perhitungan untuk berbagai saham populer lain di BEI — kamu dapat membaca ulasan lengkapnya di artikel 1 Lot Saham Berapa Lembar. Prinsip dasarnya tetap sama: 1 lot selalu 100 lembar, dan yang membedakan hanyalah harga per lembar dari saham yang kamu pilih, sehingga modal minimum setiap saham akan berbeda-beda.
Saat membeli maupun menjual saham Indonesia, termasuk BMRI, di Pluang, saat ini kamu hanya dikenakan biaya regulasi pihak ketiga yang bersifat tetap — sekitar 0,0433% untuk transaksi beli dan 0,1433% untuk transaksi jual dari nilai transaksi. Biaya ini merupakan komponen levy bursa dan kliring yang berlaku secara umum untuk seluruh transaksi saham di BEI, bukan komisi tambahan dari Pluang. Sebagai ilustrasi, untuk transaksi beli 1 lot BMRI senilai Rp395.000, komponen biaya regulasi yang dikenakan berkisar Rp171 (0,0433% dari nilai transaksi).
Selain itu, jika total nilai transaksi dalam satu hari melebihi Rp10.000.000, akan dikenakan biaya e-meterai sebesar Rp10.000 sesuai kewajiban regulasi dari pemerintah. Karena struktur biaya dan promo dapat berubah dari waktu ke waktu, selalu periksa halaman biaya resmi di aplikasi Pluang sebelum bertransaksi untuk mendapatkan angka yang paling akurat.
Berikut langkah-langkah membeli saham Mandiri secara digital melalui aplikasi Pluang:
Pluang telah digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna dan menyediakan akses ke 950+ saham Indonesia dalam satu ekosistem yang sama dengan saham AS, crypto, emas digital, dan reksa dana. Layanan saham Indonesia di Pluang dioperasikan melalui kerja sama PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, yang keduanya berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Potensi keuntungan:
Risiko yang perlu dipahami:
Investasi saham melalui platform berizin OJK seperti Pluang memberikan jaminan keamanan dari sisi regulasi dan pengelolaan dana nasabah, namun tidak menjamin keuntungan maupun menghilangkan risiko pasar. Pastikan kamu memahami profil risiko pribadi dan melakukan diversifikasi portofolio agar tidak terlalu bergantung pada satu saham.
Sebagai gambaran, sebagian investor mengombinasikan saham perbankan besar seperti BMRI dengan saham dari sektor lain — misalnya konsumer, energi, atau teknologi — supaya kinerja portofolio secara keseluruhan tidak terlalu bergantung pada satu sektor. Pendekatan ini membantu meredam dampak jika sewaktu-waktu terjadi tekanan spesifik pada sektor perbankan, misalnya akibat perubahan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia atau perlambatan pertumbuhan kredit nasional.
Sebagai bank BUMN dengan kinerja laba yang relatif konsisten, BMRI memiliki riwayat pembagian dividen tahunan yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor yang berorientasi pendapatan pasif (dividend investing). Besaran dividen ditentukan setiap tahun melalui RUPS berdasarkan kinerja laba bank pada tahun buku sebelumnya, dan investor perlu memegang saham sebelum tanggal cum dividend untuk berhak menerima pembayaran tersebut.
Dalam sepekan perdagangan terakhir hingga 6 Juli 2026, saham BMRI bergerak pada rentang Rp3.800 hingga Rp4.040 per lembar, dengan volume transaksi harian yang tergolong besar mencapai puluhan hingga ratusan juta lembar saham — mencerminkan tingginya minat pasar terhadap saham ini. Untuk data harga resmi dan riwayat perdagangan yang paling akurat, kamu dapat memeriksa langsung situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX), atau memantau grafik pergerakan harga BMRI secara real-time di aplikasi Pluang.
Selain memantau harga harian, investor jangka panjang juga sebaiknya membandingkan valuasi BMRI dengan bank-bank besar sejenis menggunakan rasio dasar seperti PER (Price to Earnings Ratio) dan PBV (Price to Book Value), agar keputusan investasi didasarkan pada analisis fundamental yang lebih menyeluruh, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga jangka pendek yang bisa dipengaruhi sentimen pasar sesaat.
Karena harga BMRI relatif fluktuatif dalam jangka pendek meski fundamentalnya tergolong stabil, sebagian investor memilih strategi dollar cost averaging — membeli beberapa lot secara rutin setiap bulan dengan nominal tetap — untuk meratakan rata-rata harga beli dari waktu ke waktu, dibandingkan mencoba menebak titik harga terbaik untuk masuk pasar.
1 lot saham Mandiri berisi 100 lembar saham, sesuai aturan baku yang berlaku untuk seluruh saham di Bursa Efek Indonesia, tanpa pengecualian untuk saham blue chip seperti BMRI.
Modal minimum di pasar reguler adalah 1 lot (100 lembar). Dengan harga acuan Rp3.950 per lembar pada penutupan sesi I 6 Juli 2026, modal minimum sekitar Rp395.000 di luar biaya transaksi. Angka ini berubah setiap hari sesuai fluktuasi harga pasar.
Tidak, di pasar reguler BEI. Pembelian minimum harus dalam kelipatan 1 lot (100 lembar). Ada mekanisme pasar negosiasi yang memungkinkan transaksi odd lot, namun jalur ini umumnya bukan yang direkomendasikan untuk investor ritel pemula.
Ya. BMRI termasuk kategori saham blue chip karena merupakan bank BUMN dengan aset terbesar di Indonesia dan konsisten tercatat dalam Indeks LQ45 serta IDX30.
BMRI memiliki riwayat pembagian dividen tahunan sebagai emiten perbankan BUMN. Namun, besaran dan keputusan pembagian dividen ditentukan setiap tahun melalui RUPS berdasarkan kinerja laba bank.
Kamu dapat memantau harga BMRI secara real-time melalui aplikasi Pluang, yang menyediakan grafik pergerakan harga, data historis, dan fitur watchlist, atau melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia.
Investasi saham Mandiri melalui platform berizin OJK seperti Pluang aman dari sisi regulasi dan pengelolaan dana nasabah. Namun "aman" dari sisi risiko pasar tidak dapat dijamin — harga saham tetap dapat berfluktuasi, sehingga pemula disarankan memahami profil risiko pribadi sebelum berinvestasi.
1 lot saham Mandiri selalu berisi 100 lembar, mengikuti aturan baku Bursa Efek Indonesia yang berlaku untuk seluruh saham tercatat di bursa. Berdasarkan harga penutupan sesi I 6 Juli 2026 sebesar Rp3.950 per lembar, harga 1 lot saham Mandiri saat ini setara dengan Rp395.000 — namun angka ini bergerak setiap hari kerja, sehingga penting untuk selalu memeriksa harga terkini sebelum membeli. Dengan memahami cara menghitung modal, biaya transaksi, dan risiko investasi, kamu bisa membuat keputusan yang lebih matang saat membeli saham BMRI. Pluang memudahkan proses ini melalui satu aplikasi yang mengakses 950+ saham Indonesia tanpa minimum deposit, didukung pengawasan OJK, Bappebti, dan Bank Indonesia. Baik kamu berencana membeli 1 lot untuk mulai belajar, atau mengumpulkan beberapa lot secara rutin sebagai bagian dari strategi jangka panjang, memahami cara hitung modal dan biaya transaksi sejak awal akan membantumu berinvestasi dengan lebih terencana.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


