Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
1 Lot Saham Mandiri (BMRI): Harga & Dividen 2026
shareIcon

1 Lot Saham Mandiri (BMRI): Harga & Dividen 2026

6 Jul 2026, 2:09 PM
·
Waktu baca: 12 menit
shareIcon
gedung-mandiri-1-lot-saham-mandiri-bmri-harga
1 lot saham Mandiri (BMRI) berisi 100 lembar. Per 2 Oktober 2026, harganya Rp403.000 (Rp4.030/lembar). Cek cara hitung modal & dividen BMRI di Pluang.

Per 2 Oktober 2026, harga saham Bank Mandiri (BMRI) adalah Rp4.030 per lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) saham BMRI setara Rp403.000 (sumber: IDN Financials, data penutupan 2 Oktober 2026). Aturan 1 lot = 100 lembar berlaku baku untuk seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk BMRI.

BMRI adalah kode saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bank BUMN yang tercatat dalam Indeks LQ45 dan IDX30 di BEI. Artikel ini merangkum cara menghitung modal 1 lot, biaya transaksi, serta data dividen BMRI terbaru — termasuk dividen interim tahun buku 2026 yang sudah dibayarkan.

Jawaban Singkat

●       1 lot BMRI = 100 lembar. Per 2 Oktober 2026, harga Rp4.030/lembar → Rp403.000/lot (sumber: IDN Financials).

●       Dividen interim tahun buku 2026 Rp66/saham sudah dibayarkan 2 Oktober 2026 (sumber: CNBC Indonesia, Kontan).

●       Biaya transaksi regulasi: 0,0433% (beli) dan 0,1433% (jual, termasuk PPh Final 0,10%) dari nilai transaksi — bukan komisi tambahan dari Pluang.

1 Lot Saham Mandiri Berapa Lembar?

1 lot saham adalah satuan standar transaksi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana 1 lot selalu setara dengan 100 lembar saham — aturan ini berlaku sama untuk seluruh saham yang tercatat di bursa, termasuk saham Bank Mandiri (BMRI), tanpa terkecuali. Artinya, investor tidak dapat membeli saham dalam jumlah kurang dari 100 lembar melalui mekanisme pasar reguler, dan setiap pembelian harus dalam kelipatan lot saham (kelipatan 100 lembar).

Aturan lot ini bersifat seragam untuk semua saham — baik saham blue chip berkapitalisasi besar seperti BMRI, maupun saham berkapitalisasi kecil. Yang membedakan hanyalah harga per lembar masing-masing saham, sehingga modal yang dibutuhkan untuk 1 lot akan berbeda-beda tergantung saham yang dipilih.

Berapa Harga 1 Lot Saham Mandiri (BMRI) Hari Ini?

Berikut pergerakan harga saham BMRI dalam beberapa pekan terakhir hingga data terbaru 2 Oktober 2026:

Tanggal

Harga per Lembar

Harga 1 Lot (100 Lembar)

Sumber

24 Juli 2026

Rp4.130

Rp413.000

Kontan, 26 Jul 2026

29 September 2026

Rp4.030

Rp403.000

Pintu.co.id, 30 Sep 2026

30 September 2026 (Sesi I)

Rp4.090

Rp409.000

Pintu.co.id, 30 Sep 2026

2 Oktober 2026 (Angka Kunci)

Rp4.030

Rp403.000

IDN Financials, 2 Okt 2026

Data pasar per 2 Oktober 2026. Harga saham dapat berubah setiap hari kerja; angka di atas bukan harga real-time.

Harga saham BMRI bergerak setiap hari kerja mengikuti mekanisme lelang berkelanjutan di BEI, sehingga angka Rp403.000 per lot di atas hanya berlaku pada 2 Oktober 2026. Untuk harga paling akurat sebelum membeli, selalu cek pergerakan harga BMRI secara real-time di aplikasi Pluang atau situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan harga BMRI dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal — mulai dari kinerja laba kuartalan bank, kualitas aset dan rasio kredit bermasalah (NPL), kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang memengaruhi margin bunga bersih (NIM) perbankan, hingga sentimen investor asing terhadap pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Karena BMRI termasuk saham dengan bobot besar dalam Indeks LQ45 dan IDX30, pergerakan indeks-indeks tersebut juga sering berkorelasi erat dengan naik-turunnya harga BMRI dalam perdagangan harian.

Apa Itu Saham Mandiri (BMRI)?

Saham Mandiri adalah efek kepemilikan atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bank BUMN yang tercatat di BEI dengan kode emiten BMRI. Sebagai salah satu bank sistemik nasional, BMRI termasuk kategori saham blue chip — saham perusahaan besar, mapan, dan memiliki rekam jejak kinerja keuangan yang relatif konsisten dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Bisnis.com (3 Maret 2026), Bank Mandiri tercatat sebagai bank dengan total aset terbesar di Indonesia sepanjang 2025, yakni Rp2.829,94 triliun — menempati posisi pertama di antara 10 bank beraset terbesar di Tanah Air. Berdasarkan laporan Infobank (14 September 2026), laba bersih BMRI sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai Rp37,48 triliun, tumbuh 22,3% secara tahunan.

BMRI juga secara rutin tercatat dalam Indeks LQ45 dan Indeks IDX30, kumpulan saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar di bursa berdasarkan metodologi resmi BEI. Status ini membuat BMRI menjadi salah satu saham perbankan dengan likuiditas tinggi yang banyak dipantau investor ritel maupun institusi, tercermin dari volume transaksi hariannya yang konsisten besar dibandingkan saham-saham lapis dua maupun tiga.

Sebagai bank dengan basis nasabah korporasi maupun ritel yang besar, kinerja BMRI banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit, kualitas aset (NPL), serta margin bunga bersih (NIM). Bank Mandiri juga memiliki lini bisnis anak usaha di sektor lain, termasuk perbankan syariah, sekuritas, dan asuransi, yang turut berkontribusi pada laba konsolidasian grup. Karena skala bisnisnya yang besar, pergerakan harga BMRI sering dijadikan salah satu acuan sentimen investor terhadap sektor perbankan BUMN, sehingga kinerjanya kerap bergerak searah dengan saham bank besar lain seperti BBRI dan BBNI.

Bagaimana Cara Menghitung Modal Beli Saham Mandiri?

Rumus dasar untuk menghitung modal beli saham Mandiri sama seperti saham lain di BEI:

Modal Beli = Jumlah Lot × 100 Lembar × Harga per Lembar

Contoh perhitungan menggunakan harga acuan Rp4.030 per lembar (2 Oktober 2026):

●       1 lot BMRI = 1 × 100 × Rp4.030 = Rp403.000

●       3 lot BMRI = 3 × 100 × Rp4.030 = Rp1.209.000

●       10 lot BMRI = 10 × 100 × Rp4.030 = Rp4.030.000

Perhitungan ini belum termasuk biaya transaksi dan potensi e-meterai. Karena harga saham Mandiri relatif lebih tinggi dibanding banyak saham lain di BEI, sebagian investor pemula dengan modal terbatas memilih memulai dari saham lain dengan harga per lembar lebih rendah, atau menabung bertahap sebelum mengumpulkan modal 1 lot penuh. Di Pluang, tidak ada minimum deposit, sehingga kamu bisa mengisi saldo Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai kemampuan sambil memantau harga BMRI hingga modal mencukupi.

Jika kamu ingin memahami konsep lot secara lebih umum — termasuk contoh perhitungan untuk saham populer lain di BEI — kamu dapat membaca artikel 1 Lot Saham Berapa Lembar. Prinsipnya tetap sama: 1 lot selalu 100 lembar, dan yang membedakan hanyalah harga per lembar dari saham yang kamu pilih.

Berapa Biaya Transaksi Saham Mandiri di Pluang?

Biaya transaksi saham Indonesia di Pluang, termasuk BMRI, terdiri dari dua komponen yang terpisah dan diatur oleh regulator — bukan komisi tambahan dari Pluang:

Komponen Biaya

Beli

Jual

Keterangan

Levy Bursa & Kliring (BEI/KPEI/KSEI)

0,0433%

0,0433%

Regulated, berlaku sama di seluruh sekuritas berizin OJK

PPh Final atas nilai transaksi jual

—

0,10%

Pajak final sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas

Total biaya regulasi

0,0433%

0,1433%

Dari nilai transaksi

Sebagai ilustrasi, untuk transaksi beli 1 lot BMRI senilai Rp403.000 (harga 2 Oktober 2026), komponen levy yang dikenakan sekitar Rp175 (0,0433% dari nilai transaksi). Selain itu, jika total nilai transaksi dalam satu hari melebihi Rp10.000.000, berlaku biaya e-meterai Rp10.000 sesuai kewajiban regulasi pemerintah. Struktur biaya dan promo dapat berubah dari waktu ke waktu — selalu periksa halaman biaya resmi Pluang sebelum bertransaksi.

Bagaimana Cara Beli Saham Mandiri di Pluang?

Berikut langkah-langkah membeli saham Mandiri secara digital melalui aplikasi Pluang:

●       Buka Aplikasi Pluang: pastikan kamu sudah memiliki akun dan saldo RDN yang mencukupi.

●       Cari Saham BMRI: gunakan fitur pencarian dan ketik kode saham "BMRI" atau nama "Bank Mandiri".

●       Masuk ke Halaman Transaksi: pilih opsi "Beli" untuk melihat harga terkini dan grafik pergerakan saham.

●       Tentukan Jumlah Lot: masukkan jumlah lot yang ingin dibeli sesuai modal yang kamu miliki.

●       Pilih Tipe Order: gunakan Market Order untuk eksekusi langsung di harga pasar, atau Limit Order jika ingin menunggu harga tertentu.

●       Konfirmasi Transaksi: periksa kembali kode saham, jumlah lot, dan estimasi total biaya, lalu konfirmasi pembelian.

Pluang telah digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna dan menyediakan akses ke 950+ saham Indonesia dalam satu ekosistem yang sama dengan saham AS, crypto, emas digital, dan reksa dana. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK. Pelajari ketentuan lisensi dan perlindungan dana nasabah selengkapnya di halaman Keamanan Pluang.

Apa Keuntungan dan Risiko Investasi Saham Mandiri?

Potensi keuntungan:

●       Likuiditas tinggi karena BMRI konsisten masuk Indeks LQ45 dan IDX30, sehingga relatif mudah diperjualbelikan dalam volume besar.

●       Rekam jejak fundamental yang relatif stabil sebagai bank BUMN beraset besar di Indonesia.

●       Potensi pembagian dividen tahunan dari laba bank, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

●       Eksposur terhadap pertumbuhan sektor perbankan nasional, termasuk perluasan kredit konsumer, UMKM, dan korporasi.

Risiko yang perlu dipahami:

●       Risiko fluktuasi harga: harga saham BMRI dapat naik maupun turun setiap hari mengikuti dinamika pasar dan sentimen sektor perbankan.

●       Risiko regulasi: perubahan kebijakan pemerintah terhadap sektor perbankan BUMN dapat memengaruhi kinerja BMRI.

●       Risiko konsentrasi: menempatkan seluruh modal hanya pada satu saham meningkatkan risiko dibanding portofolio yang terdiversifikasi.

Investasi saham melalui platform berizin OJK seperti Pluang mengikuti ketentuan regulasi yang berlaku untuk pengelolaan dana nasabah (RDN), namun hal ini tidak menjamin keuntungan maupun menghilangkan risiko pasar yang melekat pada saham. Pastikan kamu memahami profil risiko pribadi dan melakukan diversifikasi portofolio agar tidak terlalu bergantung pada satu saham.

Sebagai gambaran, sebagian investor mengombinasikan saham perbankan besar seperti BMRI dengan saham dari sektor lain — misalnya konsumer, energi, atau teknologi — agar kinerja portofolio tidak terlalu bergantung pada satu sektor. Pendekatan ini membantu meredam dampak jika terjadi tekanan spesifik pada sektor perbankan, misalnya akibat perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia atau perlambatan pertumbuhan kredit nasional.

Riwayat Dividen dan Kinerja Saham Mandiri

Sebagai bank BUMN dengan kinerja laba yang relatif konsisten, BMRI memiliki riwayat pembagian dividen tahunan yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor berorientasi pendapatan pasif (dividend investing). Besaran dividen ditentukan setiap tahun melalui RUPS berdasarkan kinerja laba bank pada tahun buku sebelumnya, dan investor perlu memegang saham sebelum cum date untuk berhak menerima pembayaran (lihat tabel pergerakan harga di atas untuk tren harga terbaru).

Investor jangka panjang juga sebaiknya membandingkan valuasi BMRI dengan bank besar sejenis menggunakan rasio PER (Price to Earnings Ratio) dan PBV (Price to Book Value), agar keputusan investasi didasarkan pada analisis fundamental, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga jangka pendek. Karena harga BMRI relatif fluktuatif dalam jangka pendek meski fundamentalnya tergolong stabil, sebagian investor memilih strategi dollar cost averaging — membeli beberapa lot secara rutin setiap bulan dengan nominal tetap — dibandingkan mencoba menebak titik harga terbaik untuk masuk pasar.

Berapa Dividen Saham Mandiri (BMRI) per Lembar dan per Lot?

Untuk tahun buku 2025, BMRI membagikan total dividen Rp476,9569 per saham — terdiri dari dividen interim Rp100/saham (dibayarkan Januari 2026) dan dividen final Rp376,9569/saham (dibayarkan 25 Mei 2026) — setara Rp47.695,69 per lot (100 lembar), dengan payout ratio 79% dari laba bersih konsolidasian Rp56,29 triliun (sumber: Bareksa, 4 Mei 2026).

Bagaimana Histori Dividen BMRI 5 Tahun Terakhir?

Tahun Buku

Total Dividen (Rp/saham)

Dividen per Lot (Rp)

Payout Ratio

Catatan

2025

Rp476,96

Rp47.696

79%

Interim Rp100 (Jan 2026) + final Rp376,96 (25 Mei 2026)

2024

Rp466,00

Rp46.600

78%

—

2023

Rp353,95

Rp35.395

60%

Pasca stock split 1:2 (efektif 4 April 2023)

2022

Rp264,67*

Rp26.467

60%

*Disesuaikan dari Rp529,34 pra-split

2021

Rp180,32*

Rp18.032

60%

*Disesuaikan dari Rp360,64 pra-split

Sumber DPS asli (2021–2023): Bisnis.com, 17 Maret 2025. Sumber DPS 2024: Bareksa, 25 Maret 2025. Sumber DPS 2025: Bareksa, 4 Mei 2026. BMRI melakukan stock split rasio 1:2 efektif 4 April 2023 (sumber: IDX Channel) — angka 2021 dan 2022 telah disesuaikan agar sebanding dengan jumlah saham beredar saat ini. Payout ratio diverifikasi silang dengan EPS tahunan (StockAnalysis.com).

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: tahun buku 2021–2025 (dividen diumumkan/dibayarkan November 2021–Mei 2026).

Berapa Kali Setahun BMRI Membagikan Dividen?

Secara historis (tahun buku 2021–2024), BMRI membagikan dividen final satu kali per tahun buku, hasil keputusan RUPS Tahunan (sumber: Bisnis.com, 7 Maret 2024). Mulai tahun buku 2025, BMRI juga membagikan dividen interim di samping dividen final, sehingga total pembagian menjadi dua kali per tahun buku — pola yang berlanjut pada tahun buku 2026 dengan dividen interim Rp66/saham yang sudah dibayarkan 2 Oktober 2026 (sumber: CNBC Indonesia, 15 September 2026). Keputusan membagikan dividen interim tetap bergantung pada hasil RUPS dan kinerja laba berjalan setiap tahun, sehingga frekuensinya berpotensi berubah di tahun-tahun mendatang.

Kapan Dividen Interim BMRI Tahun Buku 2026 Dibayarkan?

Dividen interim BMRI tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham (total Rp6,16 triliun) sudah dibayarkan pada 2 Oktober 2026, setelah disetujui Dewan Komisaris pada 3 September 2026 (sumber: CNBC Indonesia, 15 September 2026; Kontan).

Keterangan

Nilai / Tanggal

Dividen interim per saham

Rp66

Dividen interim per lot (100 lembar)

Rp6.600

Total nilai dividen

Rp6,16 triliun

Persetujuan Dewan Komisaris

3 September 2026

Cum date (pasar reguler & negosiasi)

15 September 2026

Cum date (pasar tunai) / Recording date

17 September 2026

Tanggal pembayaran

2 Oktober 2026 (sudah dibayarkan)

Sumber: CNBC Indonesia, 15 September 2026; Kontan, September 2026.

Dividen interim ini terpisah dari dividen tahun buku 2025 (Rp476,96/saham) yang telah dibayar penuh (lihat tabel histori dividen di atas). Dividen final tahun buku 2026 — jika ada — baru akan diumumkan setelah RUPS tahunan berikutnya, sehingga belum ada indikasi total dividen tahun buku 2026 secara keseluruhan; angka Rp66 ini murni dividen interim pertama yang sudah direalisasikan, bukan proyeksi dividen final.

Pertanyaan Umum (FAQ)

1 lot saham Mandiri berisi berapa lembar?

1 lot saham Mandiri berisi 100 lembar saham, sesuai aturan baku yang berlaku untuk seluruh saham di Bursa Efek Indonesia, tanpa pengecualian untuk saham blue chip seperti BMRI.

Berapa modal minimum untuk beli saham Mandiri?

Modal minimum di pasar reguler adalah 1 lot (100 lembar). Dengan harga Rp4.030 per lembar pada 2 Oktober 2026, modal minimum sekitar Rp403.000 di luar biaya transaksi. Angka ini berubah setiap hari sesuai fluktuasi harga pasar.

Apakah bisa beli kurang dari 1 lot saham Mandiri?

Tidak, di pasar reguler BEI. Pembelian minimum harus dalam kelipatan 1 lot (100 lembar). Ada mekanisme pasar negosiasi yang memungkinkan transaksi odd lot, namun jalur ini umumnya bukan yang direkomendasikan untuk investor ritel pemula.

Apakah saham Mandiri termasuk saham blue chip?

Ya. BMRI termasuk kategori saham blue chip — bank BUMN dengan total aset terbesar di Indonesia sepanjang 2025 (sumber: Bisnis.com, 3 Maret 2026) dan konsisten tercatat dalam Indeks LQ45 serta IDX30.

Apakah saham Mandiri membagikan dividen secara rutin?

Ya. BMRI memiliki riwayat pembagian dividen final setiap tahun buku sejak 2021, dan sejak tahun buku 2025 juga membagikan dividen interim. Besaran dan keputusan pembagian tetap ditentukan setiap tahun melalui RUPS berdasarkan kinerja laba bank.

Bagaimana cara memantau harga saham Mandiri secara real-time?

Kamu dapat memantau harga BMRI secara real-time melalui aplikasi Pluang, yang menyediakan grafik pergerakan harga, data historis, dan fitur watchlist, atau melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Apakah investasi saham Mandiri aman untuk pemula?

Pluang berizin dan diawasi OJK dalam pengelolaan dana nasabah (RDN) untuk produk saham Indonesia. Namun hal ini tidak menjamin keuntungan maupun menghilangkan risiko fluktuasi harga pasar — pemula disarankan memahami profil risiko pribadi dan melakukan analisis sendiri sebelum berinvestasi.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Riwayat Pembaruan Artikel

Tanggal

Perubahan

6 Juli 2026

Artikel dipublikasikan, berfokus pada harga 1 lot, cara hitung modal, dan biaya transaksi.

22 September 2026

Diperbarui harga saham ke Rp4.260 (21 Sep 2026). Ditambahkan 3 sub-judul dividen baru (dividen tahun buku 2025, histori 5 tahun buku, dan dividen interim tahun buku 2026 yang baru diumumkan).

5 Oktober 2026

Diperbarui harga saham ke Rp4.030 (2 Okt 2026, sumber IDN Financials). Dividen interim tahun buku 2026 diperbarui dari status "diumumkan" menjadi "sudah dibayarkan" lengkap dengan cum date, recording date, dan tanggal pembayaran final. Ditambahkan sub-judul baru "Berapa Kali Setahun BMRI Membagikan Dividen", blok Jawaban Singkat, serta tabel biaya transaksi yang di-unbundle (levy bursa vs. PPh Final 0,10%) sesuai Content Bible v3 §2.4. Koreksi kepatuhan: redaksi "paling banyak diperdagangkan", "jaringan cabang terluas", dan "jaminan keamanan" diganti agar sesuai Rule 6/7; klaim "aset terbesar" kini disertai sumber dan periode (Bisnis.com, 3 Maret 2026); kalimat lisensi Saham Indonesia disamakan verbatim dengan SSOT Annex A3.

Kesimpulan

1 lot saham Mandiri selalu berisi 100 lembar, mengikuti aturan baku Bursa Efek Indonesia yang berlaku untuk seluruh saham tercatat di bursa. Berdasarkan harga penutupan 2 Oktober 2026 sebesar Rp4.030 per lembar, harga 1 lot saham Mandiri setara Rp403.000 — namun angka ini bergerak setiap hari kerja, sehingga penting untuk selalu memeriksa harga terkini sebelum membeli. Dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66/saham juga sudah dibayarkan pada 2 Oktober 2026, melengkapi riwayat dividen BMRI yang konsisten sejak 2021.

Dengan memahami cara menghitung modal, biaya transaksi, dan risiko investasi, kamu bisa membuat keputusan yang lebih matang saat membeli saham BMRI. Pluang memudahkan proses ini melalui satu aplikasi yang mengakses 950+ saham Indonesia tanpa minimum deposit. Baik kamu berencana membeli 1 lot untuk mulai belajar, atau mengumpulkan beberapa lot secara rutin sebagai bagian dari strategi jangka panjang, memahami cara hitung modal dan biaya transaksi sejak awal akan membantumu berinvestasi dengan lebih terencana.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1