
Exxon telah menaikkan dividen selama 43 tahun berturut-turut, namun volatilitas harga minyak dan penurunan arus kas bebas kuartalan sebesar 61% kini menguji kelangsungan tren ini. Meski arus kas kuat pada 2025 dan neraca keuangan solid, perusahaan mungkin akan memperlambat pembelian kembali saham dan belanja modal jika harga minyak tetap rendah, meski pemotongan dividen tidak diperkirakan dalam waktu dekat. Investor disarankan memantau arus kas, tingkat utang, dan kemajuan penghematan biaya sebagai indikator utama keberlanjutan dividen.
Rekor kenaikan dividen Exxon yang telah berjalan 43 tahun kini menghadapi tantangan seiring turunnya harga minyak. Di Pluang, saham Exxon Mobil (XOM) diperdagangkan pada harga USD 170,54, naik 0,95% per 12 Oktober 2026 pukul 19.02 WIB, mendekati harga tertinggi 52 minggu sebesar USD 171,52. Saham ini memberikan hasil dividen sebesar 2,44%, menunjukkan minat investor yang tetap tinggi meski arus kas perusahaan sempat menurun.