
Lucky Strike Entertainment menghadapi gugatan class action yang menuduhnya memonopoli pusat bowling di AS, menaikkan harga, mempromosikan perjudian dan alkohol, serta menurunkan kualitas pengalaman bowling. Penggugat menyatakan Bowlero Corp, pemilik Lucky Strike, telah mengakuisisi pesaing secara ilegal dan melipatgandakan biaya bowling di lebih dari 350 lokasi. Gugatan ini menuntut kompensasi bagi pelanggan dan pembatalan beberapa akuisisi, sementara Lucky Strike membantah tuduhan dan berencana membela diri. Kasus ini menyoroti kekhawatiran atas kenaikan biaya dan perubahan suasana dalam hiburan tradisional Amerika ini.