Home/Umpan Berita/Starbucks digugat soal klaim "bebas gula" yang dianggap menyesatkan pada beberapa minuman. Starbucks menghadapi gugatan yang menuduh perusahaan salah memberi label "bebas gula" pada beberapa minuman, melanggar aturan federal yang melarang klaim ini jika minuman mengandung lebih dari 0,5 gram gula per 12 ons. Gugatan menyebutkan kandungan laktosa membuat klaim "bebas gula" tidak akurat. Starbucks membantah tuduhan tersebut dan mempertahankan label menunya. Kasus hukum ini menambah tekanan negatif selain perselisihan upah pekerja dan penurunan harga saham meski pendapatan dan penjualan toko yang sama meningkat. Investor tetap waspada terhadap prospek pemulihan perusahaan di tengah kontroversi ini.
Setelah gugatan terkait klaim "bebas gula", saham Starbucks menunjukkan ketahanan di Pluang, diperdagangkan pada USD 95,28 dengan kenaikan 0,90% per 6 Oktober 2026 pukul 21.43 WIB. Saham ini masih di bawah harga tertinggi 52 minggu sebesar USD 108,55 namun di atas harga terendah USD 78,46, dengan kapitalisasi pasar sebesar $107,65 miliar. Sentimen investor di Pluang cenderung positif, dengan 87% aktivitas order di sisi beli dan hasil dividen sebesar 2,63%.