Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Pinjaman berbasis Bitcoin kini dipakai untuk biaya kuliah, darurat, dan kebutuhan bisnis, bukan hanya trading.

Berita Pasar
08 Okt 2026
Coindesk
Lihat Sumber
Bullish
Pinjaman berbasis Bitcoin kini dipakai untuk biaya kuliah, darurat, dan kebutuhan bisnis, bukan hanya trading.

Pinjaman berbasis Bitcoin semakin banyak digunakan untuk kebutuhan nyata seperti biaya kuliah, pengeluaran darurat, dan arus kas bisnis, menandai pergeseran dari trading spekulatif ke kredit mainstream. Pemberi pinjaman seperti SALT Lending dan Ledn melaporkan permintaan yang meningkat dari berbagai peminjam, termasuk institusi dan investor biasa, yang memilih meminjam dengan jaminan bitcoin agar tetap mempertahankan aset mereka. Pasar ini berkembang dengan pemberi pinjaman menawarkan pinjaman suku bunga tetap dan memperluas opsi jaminan ke aset seperti emas, menandakan kematangan keuangan berbasis kripto menuju pinjaman tradisional.

Pinjaman yang didukung bitcoin dan penggunaannya yang berkembang memberikan konteks untuk aktivitas pasar kripto. Bagi pembaca yang mengikuti pasar kripto, berikut gambaran pasar di Pluang per 8 Oktober 2026 pukul 12.41 WIB: dari 50 kripto utama yang diperdagangkan di Pluang, 13 naik dan 36 turun hari ini. Pergerakan signifikan termasuk CRV (Curve DAO Token) di Rp6.959 dengan perubahan 1 hari +9,61% dan waktu tahan rata-rata 62 hari, EOS (EOS.IO) di Rp12.649 dengan +8,13%, serta ENJ (Enjin Coin) di Rp536 dengan -4,50% dan waktu tahan rata-rata 104 hari.

Berita Lainnya

FLSmidth dapatkan kontrak DKK 360M untuk teknologi penghancur dan penggilingan di ekspansi tembaga Chile

FLSmidth dapatkan kontrak DKK 360M untuk teknologi penghancur dan penggilingan di ekspansi tembaga Chile

FLSmidth mendapatkan kontrak senilai DKK 360 juta untuk memasok peralatan penghancur dan penggilingan canggih dalam proyek ekspansi tambang tembaga di Chile Utara. Pesanan ini mencakup gyratory crusher terbesar di dunia, SAG mill besar, dan tiga ball...

Berita Pasar
Bullish
51 menit lalu
Michelin beli kembali 202.417 saham seharga €32,33 per saham untuk dibatalkan pada 8 Oktober 2026

Michelin beli kembali 202.417 saham seharga €32,33 per saham untuk dibatalkan pada 8 Oktober 2026

Pada 8 Oktober 2026, Michelin membeli kembali 202.417 saham biasa dengan harga rata-rata tertimbang €32,33 per saham melalui transaksi over-the-counter. Saham yang dibeli akan dibatalkan, yang dapat mengurangi jumlah saham beredar dan mendukung harga...

Fundamental Perusahaan
Netral
1 jam lalu
Michelin beli kembali 202.417 saham seharga €32,33 per saham pada 8 Oktober 2026 untuk dibatalkan.

Michelin beli kembali 202.417 saham seharga €32,33 per saham pada 8 Oktober 2026 untuk dibatalkan.

Pada 8 Oktober 2026, Michelin melakukan pembelian kembali saham sebanyak 202.417 saham biasa dengan harga rata-rata tertimbang €32,33 per saham. Saham dibeli melalui transaksi over-the-counter dengan beberapa institusi keuangan dan akan dibatalkan. L...

Fundamental Perusahaan
Netral
1 jam lalu
FORVIA HELLA dapat pesanan besar untuk sistem manajemen baterai terintegrasi dan PowerPack.

FORVIA HELLA dapat pesanan besar untuk sistem manajemen baterai terintegrasi dan PowerPack.

FORVIA HELLA berhasil mendapatkan dua pesanan besar untuk solusi EnergyCore, termasuk sistem manajemen baterai 3-in-1 dan PowerPack 48 volt. Sistem terintegrasi ini mengurangi biaya, kompleksitas, berat, dan kebutuhan ruang kendaraan, mendukung strat...

Berita Pasar
Bullish
1 jam lalu
Bavarian Nordic naikkan proyeksi pendapatan dan margin laba 2026 setelah penjualan Travel Health kuat.

Bavarian Nordic naikkan proyeksi pendapatan dan margin laba 2026 setelah penjualan Travel Health kuat.

Bavarian Nordic A/S meningkatkan proyeksi keuangan 2026 setelah penjualan Travel Health yang lebih kuat dari perkiraan, terutama didorong oleh permintaan vaksin rabies yang meningkat di AS akibat peningkatan paparan rabies. Perusahaan kini memperkira...

Fundamental Perusahaan
Bullish
1 jam lalu
banner-footerbanner-footer

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi #1