
Phillips 66 dinilai Buy karena semua segmen bisnisnya—pengilangan, kimia, dan midstream—menghasilkan laba kuat, didukung siklus pasar pengilangan yang menguntungkan. Perusahaan telah meningkatkan operasi, mengoptimalkan pasokan, dan siap menghasilkan arus kas yang lebih tinggi dan berkelanjutan dibanding siklus sebelumnya. Meski utang meningkat akibat volatilitas harga komoditas, Phillips 66 berencana mengurangi utang sebesar $8 miliar dengan target utang bersih $17 miliar pada 2027. Risiko utama termasuk tekanan margin dari regulasi bensin E15 dan tidak adanya kapasitas produksi etanol.