
Atlassian melaporkan pendapatan dan laba kuartal pertama yang melebihi perkiraan serta menaikkan proyeksi tahunan. Namun, perusahaan memprediksi pertumbuhan langganan cloud melambat menjadi sekitar 27% di kuartal kedua, turun dari 31% di kuartal pertama, yang membuat investor khawatir dan harga saham turun hampir 16% setelah jam perdagangan. Manajemen menyebut perlambatan ini disebabkan faktor mekanis dan kehati-hatian makroekonomi, dengan pendekatan yang bijaksana di tengah ketidakpastian ekonomi. Laporan kuartal berikutnya akan menjadi kunci untuk memastikan apakah perlambatan ini nyata atau hanya panduan konservatif.
Harga saham Atlassian di Pluang turun tajam sebesar 15,27% per 7 November 2026 pukul 01.41 WIB, mencerminkan reaksi investor terhadap prediksi perlambatan pertumbuhan langganan cloud. Saham saat ini diperdagangkan pada harga USD 155,30, jauh di bawah harga tertinggi 52 minggu sebesar USD 227,61. Volume perdagangan tetap tinggi dengan 5.607.416 saham yang diperdagangkan, menunjukkan minat pasar yang berlanjut meski terjadi penurunan baru-baru ini.