
Laporan Federal Reserve Bank of New York menunjukkan lonjakan harga BBM akibat ketegangan perang Iran berdampak berbeda pada rumah tangga AS. Kelompok berpendapatan tinggi meningkatkan pengeluaran nominal BBM paling besar dengan konsumsi riil hampir stabil, sementara rumah tangga berpendapatan rendah mengurangi konsumsi riil secara signifikan tapi tetap mengalami kenaikan pengeluaran nominal karena harga yang lebih tinggi. Pola ini menciptakan ketimpangan K-shaped, di mana kelompok kaya lebih mampu menanggung kenaikan harga, sedangkan kelompok miskin mengurangi konsumsi tapi tetap mengeluarkan lebih banyak secara nominal. Tren ini mirip dengan dampak kenaikan harga energi tahun 2022 akibat invasi Rusia, menyoroti ketimpangan yang makin melebar dalam dampak biaya energi antar kelompok pendapatan.