
Tyson Foods mengalami kerugian besar di segmen daging sapi, dengan proyeksi kerugian $500 juta hingga $650 juta tahun fiskal ini, menyebabkan sahamnya turun. Namun, dividen perusahaan tetap aman karena divisi ayam dan makanan olahan menghasilkan laba kuat yang menutupi kerugian daging sapi dan mendukung pembayaran dividen. Arus kas bebas Tyson secara konsisten menutupi dividen sekitar 1,7 kali, dan tingkat utang menurun. Investor perlu waspada jika laba ayam atau arus kas bebas turun di bawah pembayaran dividen sebagai tanda peringatan.
Saham Tyson Foods (TSN) stabil di harga USD 51,89 tanpa perubahan pada 5 Oktober 2026 pukul 19.01 WIB di Pluang. Imbal hasil dividen saham ini sebesar 3,93%, menunjukkan minat investor tetap kuat meski ada kerugian di segmen daging sapi. Sebagai perbandingan, Hormel Foods (HRL) naik tipis 0,25% ke harga USD 20,30 dengan imbal hasil dividen lebih tinggi yaitu 5,78%.