Home/Umpan Berita/BlackBerry melonjak 6% karena backlog QNX rekor, naik 149% YTD, sementara Mobileye dan Aptiv turun. Saham BlackBerry naik 6% setelah mengumumkan backlog royalti rekor sebesar $1,2 miliar di divisi perangkat lunak QNX, membuat sahamnya naik 149% tahun ini. Backlog ini mencerminkan adopsi yang meningkat dari sistem operasi otomotif QNX dan kemenangan baru di bidang robotik, otomasi industri, dan perangkat medis, menjadikan QNX mesin pertumbuhan utama BlackBerry. Sebaliknya, pesaing Mobileye dan Aptiv turun karena ketergantungan mereka yang lebih besar pada perangkat keras dibanding royalti perangkat lunak. Ujian berikutnya bagi BlackBerry adalah mengubah backlog ini menjadi pendapatan royalti nyata saat program kendaraan mulai produksi, yang akan terlihat di laporan kuartalan mendatang.
Setelah pengumuman backlog QNX yang mencetak rekor, saham BlackBerry di Pluang naik 6,14% ke USD 9,41 pada 22 Oktober 2026 pukul 01.21 WIB, dengan kapitalisasi pasar sebesar 5,18 miliar dolar AS. Sementara itu, saham Mobileye turun 4,66% ke USD 6,96 dan Aptiv turun 0,71% ke USD 44,74, menunjukkan sentimen investor yang berbeda di sektor teknologi otomotif. Waktu rata-rata memegang saham BlackBerry di Pluang adalah 51 hari, lebih lama dibandingkan Mobileye yang 16 hari, menandakan minat jangka panjang pada BlackBerry meski ada reli baru-baru ini.