
Sejak awal perang Iran 2026, Bitcoin naik sekitar 7–10% sementara emas stagnan atau turun, membuat Bitcoin unggul 35–36% atas emas. Peristiwa ini menantang pandangan tradisional emas sebagai safe haven utama saat krisis geopolitik. Analis menyebutkan aliran masuk ETF, narasi 'emas digital', dan peran Bitcoin sebagai aset alternatif sensitif risiko sebagai faktor penguat. Konflik ini menjadi ujian nyata kemampuan Bitcoin sebagai lindung nilai makro, dengan permintaan institusional mendukung harga meski ada volatilitas awal.