
Saham Arm Holdings turun 9%, lebih besar dari Qualcomm dan Marvell, akibat tekanan jual chip karena kekhawatiran inflasi dan kenaikan harga minyak. Penurunan ini diperparah oleh profit taking setelah kenaikan 158% tahun ini, serta pinjaman margin $25 miliar SoftBank yang dijaminkan dengan saham Arm, menambah risiko volatilitas di luar faktor pasar biasa. Investor disarankan memantau harga minyak dan inflasi, karena penurunan tekanan ini bisa menstabilkan saham Arm dan sektor semikonduktor.
Saham Arm Holdings turun 8,58% di Pluang per 28 September 2026 pukul 23.01 WIB, penurunan yang lebih tajam dibandingkan Qualcomm yang turun 5,87% dan Marvell yang turun 3,96%. Harga Arm saat ini USD 283,68 masih jauh di bawah harga tertinggi 52 minggu sebesar USD 439,46, berbeda dengan Qualcomm yang diperdagangkan di USD 190,02, lebih dekat ke harga terendah 52 minggu sebesar USD 124,07. Hal ini menunjukkan volatilitas Arm yang lebih tinggi di tengah penurunan saham chip, sementara Qualcomm dan Marvell mengalami penurunan yang lebih moderat.