
Harga Arbitrum (ARB) naik 12,18% dalam 24 jam didorong oleh minat institusional yang meningkat, termasuk liputan baru Standard Chartered dengan target harga $10 pada 2030. Pendapatan bulanan jaringan melonjak lima kali lipat menjadi sekitar $5 juta, didukung oleh aktivitas yang meningkat di Robinhood Chain. Meski harga naik kuat dan likuidasi posisi short meningkat, tingkat pendanaan derivatif masih sedikit negatif, menunjukkan sentimen trader yang berhati-hati. Secara teknikal, ARB memantul dari level Fibonacci penting dan berusaha menembus resistensi $0,19, dengan potensi target $0,30 jika momentum berlanjut.
Arbitrum (ARB) diperdagangkan di Pluang dengan harga Rp3.117 dan kenaikan 6,67% per 18 September 2026 pukul 06.21 WIB, menunjukkan minat investor yang kuat seiring kabar lonjakan pendapatan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp20,95 triliun dengan volume perdagangan 24 jam sebesar Rp7,68 triliun, sementara aktivitas order di Pluang terbagi rata antara jual dan beli. Waktu tahan rata-rata di Pluang adalah 63 hari, menandakan komitmen investor jangka menengah di tengah momentum harga baru-baru ini.