Home/Umpan Berita/Pendapatan Q2 American Airlines capai rekor, tapi laba tertekan biaya bahan bakar dan utang tinggi. American Airlines Group mencatat pendapatan Q2 rekor sebesar $16,74 miliar, didorong oleh pertumbuhan kuat di segmen premium dan korporat. Namun, perusahaan menghadapi tantangan profitabilitas akibat melonjaknya biaya bahan bakar, di mana kenaikan $0,01 per galon menambah beban biaya $10 juta per kuartal, serta utang yang tinggi meningkatkan risiko keuangan. Program loyalitas AAdvantage dan kemitraan dengan Citi berpotensi memberikan keuntungan pretax tahunan sebesar $1,5 miliar pada 2030, meskipun dampak jangka pendek terbatas oleh persaingan dan pendapatan yang ditangguhkan. Saham turun sekitar 17% tahun ini, dan meski valuasi menarik berdasarkan arus kas, laba yang lemah, pertumbuhan arus kas bebas negatif, dan utang tinggi mengharuskan investor berhati-hati menjelang hasil Q3.
American Airlines Group memiliki kapitalisasi pasar sebesar $8,45 miliar dan nilai perusahaan $36,41 miliar per 12 Oktober 2026 pukul 23.32 WIB di Pluang. Harga saham berada di USD 12,70, turun 0,51% dalam sehari terakhir, dengan volume perdagangan tinggi sebanyak 70.697.270 saham. Aktivitas perdagangan dan valuasi ini menunjukkan sikap pasar yang berhati-hati di tengah tantangan biaya bahan bakar dan utang yang dihadapi maskapai tersebut.