Home/Umpan Berita/Saham Affirm turun 10% akibat inflasi naik, biaya pinjaman melonjak, berbeda dengan Klarna dan PayPal. Saham Affirm turun 10% setelah laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan imbal hasil Treasury jangka panjang, sehingga menaikkan biaya pinjaman bagi pemberi pinjaman cicilan seperti Affirm. Berbeda dengan Klarna dan PayPal yang memiliki model pendanaan lebih beragam atau berbasis simpanan, Affirm sangat bergantung pada pinjaman untuk mendanai kredit, membuatnya lebih rentan terhadap kenaikan suku bunga. Meskipun pendapatan kuartal ketiga tumbuh kuat dan memiliki cadangan kas yang cukup, Affirm menghadapi tantangan dalam menyesuaikan harga pinjaman agar margin tetap terjaga tanpa kehilangan pelanggan di tengah volatilitas suku bunga. Investor perlu memantau bagaimana Affirm mengelola biaya pendanaan dan risiko kredit ke depan.
Kapitalisasi pasar Affirm mencapai $26,28 miliar per 15 Oktober 2026, dengan aktivitas jual penuh 100% di Pluang. Harga sahamnya turun 10,62% pada hari tersebut, sesuai dengan laporan yang menyebutkan dampak kenaikan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, PayPal memiliki kapitalisasi pasar lebih besar yaitu $48,05 miliar dan menunjukkan minat investor yang lebih seimbang dengan 68% pesanan beli dan penurunan harga tipis 0,69% pada waktu yang sama.