Home/Umpan Berita/Tiga saham luar angkasa dengan risiko dan potensi pertumbuhan berbeda di tengah kenaikan anggaran pertahanan. Pada Oktober 2026, tiga saham luar angkasa—AST SpaceMobile, Rocket Lab, dan Lockheed Martin—menawarkan profil investasi berbeda di tengah meningkatnya belanja pertahanan dan permintaan konektivitas satelit. AST SpaceMobile unggul dalam teknologi dengan satelit BlueBird-nya namun masih spekulatif dan belum untung. Rocket Lab menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan backlog yang kuat tetapi bergantung pada keberhasilan roket Neutron baru mereka. Lockheed Martin menggabungkan kontrak pertahanan yang solid, backlog besar, arus kas positif, dan pertumbuhan segmen luar angkasa yang stabil, menjadikannya pilihan paling aman. Investor perlu memantau peluncuran Neutron, peluncuran layanan beta AST, dan pertumbuhan luar angkasa Lockheed pada paruh kedua tahun ini.
Lockheed Martin menonjol dengan kapitalisasi pasar sebesar $117,73 miliar dan hasil dividen 2,71%, menunjukkan statusnya sebagai investasi yang lebih stabil di antara tiga saham luar angkasa tersebut. Di Pluang, per 7 Oktober 2026 pukul 18.33 WIB, harga Lockheed Martin adalah USD 511,05 dengan kenaikan harian tipis sebesar 0,18%, sementara Rocket Lab dan AST SpaceMobile turun masing-masing 2,29% dan 2,65%. Rocket Lab memiliki kapitalisasi pasar sebesar $47,99 miliar dan volume perdagangan lebih tinggi sebanyak 26.990.034 dibandingkan dengan AST SpaceMobile yang memiliki kapitalisasi pasar $18,92 miliar dan volume 17.587.380. Data ini menunjukkan sentimen investor dan tingkat likuiditas yang berbeda untuk para pemain sektor luar angkasa di Pluang.