
Token ARB Arbitrum melonjak 13% dalam 24 jam terakhir, didorong oleh permintaan pasar spot dan akumulasi jangka pendek, bukan aliran modal baru. Meski harga naik, metrik likuiditas on-chain seperti Total Value Locked (TVL) dan pasokan stablecoin menurun, menandakan kepercayaan investor melemah dan modal keluar dari ekosistem. Indikator teknikal menunjukkan minat beli berlanjut, tapi ARB menghadapi zona resistensi signifikan yang disebut fair value gap, yang bisa menghentikan atau membalikkan rally jika tidak ditembus. Jika berhasil menembus zona ini, ARB bisa naik lagi sekitar 14%.