Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

The Week Ahead - Saham AS & Crypto 13 November 2023
shareIcon

The Week Ahead - Saham AS & Crypto 13 November 2023

13 Nov 2023, 4:25 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
The Week Ahead - Saham AS & Crypto 13 November 2023

Giliran sektor ritel AS rilis laporan keuangan hingga reli S&P 500 ditentukan hasil data ekonomi AS, tersaji dalam The Week Ahead berikut!

Hal Yang Perlu di Pantau Minggu Ini

1. Ritel Top AS Siap Pajang Prestasi Keuangan Pekan Ini

Musim perilisan laporan keuangan perusahaan (Earnings Season) berlanjut pekan ini, di mana deretan perusahaan ritel top Amerika Serikat (AS) dan global seperti Walmart, Shopee, Alibaba, hingga JD.com siap memamerkan prestasi keuangannya di triwulan lalu.

Shopee/Sea Limited dijadwalkan akan menerbitkan laporan keuangannya pada Selasa (14/11), disusul JD.com pada Rabu (15/11) dan Walmart serta Alibaba yang kompak  akan merilis kinerja keuangannya pada Kamis (16/11). Perilisan ini akan memengaruhi nilai indeks saham S&P 500 di akhir pekan mengingat nilai kapitalisasi pasar mereka cukup besar.

Secara lebih rinci, Sobat Cuan bisa menyimak ringkasan estimasi laba per saham (EPS) kedua perusahaan tersebut pada tabel di bawah ini!

 Analyst EPS EstimatePotential Upside*
Sea Limited (SE)0,286+18,66%
JD.com Inc (JD)5,916+6,62%
Walmart Inc (WMT)1,513+4,22%
Alibaba Group Inc (BABA)15,663+5,93%

*disclaimer: rata-rata kenaikan diambil dari nilai sehari setelah rilis laporan keuangan selama 8 periode sebelumnya jika berhasil mengalahkan estimasi pasar

Transaksi Saham SE di Sini!

Transaksi Saham JD di Sini!

Transaksi Saham WMT di Sini!

Transaksi Saham BABA di Sini!

Selain keempat korporasi tersebut, Sobat Cuan juga bisa melihat jadwal lengkap emiten yang akan merilis laporan keuangannya pada minggu ini di tabel berikut!

DateEvents

Senin, 13 November 2023

Home Depot (HD)
Tyson Foods Inc (TSN)
Roivant Sciences (ROIV)
Henry Schein Inc (HSIC)
Talen Energy Corp (TLNE)
AECOM (ACM)
Fisker Inc (FSR)
Selasa, 14 November 2023Sea Limited (SE)
Alpine Immune Sciences Inc    (ALPN)
F45 Training Holdings Inc (FXLV)
Point Biopharma Global Inc (PNT)
Bird Global Inc (BRDS)
Aramark (ARMK)
Rabu, 15 November 2023Cisco Systems Inc (CSCO)
Palo Alto Networks Inc (PANW)
JD.com Inc (JD)
Tattooed Chef Inc (TTCFQ)
Signature Bank (SBNY) 
Catalent Inc (CTLT) 
Advance Auto Parts Inc (AAP) 
Target Corp (TGT) 
Kamis, 16 November 2023Walmart Inc (WMT)
Alibaba Group Inc (BABA)
Bath & Body Works Inc (BBWI)
Copart Inc (CPRT) 
Warner Music Group Corp (WMG) 
Macy's Inc (M) 
Williams-Sonoma Inc    (WSM)
Applied Materials Inc (AMAT)
Dolby Laboratories Inc (DLB) 
Jumat, 17 November 2023Johnson Controls International (JCI)
Ross Stores Inc (ROST) 
Post Holdings Inc (POST)
Gap Inc/The (GPS)
Structure Therapeutics Inc (GPCR) 
Twist Bioscience Corp (TWST

2. AS Rilis Data Inflasi, Investor Perlu Hati-hati

Biro Statistik AS (Bureau of Labor Statistics) akan merilis data inflasi AS Oktober berdasarkan indeks harga konsumen (IHK) pada Selasa (14/11). Konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg memprediksi bahwa tingkat inflasi tahunan AS bulan lalu akan berada di level 3,3%, menurun dibandingkan 3,7% sebulan sebelumnya.

IHK atau Consumer Price Index (CPI) adalah ukuran statistik yang mencerminkan perubahan harga rata-rata sekelompok barang dan jasa yang biasa dikonsumsi oleh rumah tangga. Adapun perbandingan CPI satu periode dengan periode sebelumnya akan menghasilkan tingkat inflasi atau deflasi yang terjadi di dalam suatu ekonomi.

Proses penghitungan IHK melibatkan pemantauan harga sejumlah barang dan jasa yang mencakup berbagai sektor ekonomi. Item-item ini mencakup makanan, perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan barang-barang lainnya yang umumnya dibeli oleh konsumen.

Data Inflasi AS

Namun, meski inflasi AS diprediksi melandai, investor sejatinya tetap perlu berhati-hati. Sebab, jika realisasi inflasi ternyata lebih tinggi dari prediksi, maka hal itu bisa saja menghantam pergerakan pasar modal pekan ini.

3. Pertumbuhan Ritel AS Diramal Turun, Akhiri Tren Positif Enam Bulan Terakhir

Biro Sensus AS akan merilis data pertumbuhan penjualan ritel AS Oktober pada Rabu (15/11). Sejauh ini, konsensus analis meramal bahwa pertumbuhan penjualan retail AS Oktober akan turun 0,1% jika dibanding bulan sebelumnya.

Jika prediksi ini terealisasi, maka pertumbuhan penjualan ritel AS yang selalu berada di tren positif selama enam bulan berturut-turut akan berakhir.

Pertumbuhan penjualan retail AS Oktober

Sekadar informasi, penjualan ritel adalah metrik ekonomi yang melacak permintaan konsumen terhadap barang jadi. Dalam menyusun indikator ini, biro sensus AS menghimpun data-data penjualan barang dan jasa berbagai sektor seperti makanan, pakaian, barang-barang elektronik, dan kendaraan bermotor dari toko-toko, perusahaan, dan bisnis ritel AS.

Analis dan ekonom kerap menggunakan indikator ini untuk mengukur “nafsu” belanja masyarakat AS saat ini. Dengan kata lain, pertumbuhan penjualan ritel juga merupakan barometer kunci untuk melihat apakah tekanan inflasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

4. Kelanjutan Reli S&P 500 Tergantung Hasil Data Ekonomi AS

Nilai indeks S&P 500 masih berada dalam tren kenaikan (bullish) pada pekan ini jika ditinjau melalui analisis teknikal terbaru per Minggu (12/11). Pasalnya, nilai indeks S&P 500 kembali menguat terbatas pada pekan lalu, yakni melaju 56,9 poin atau 1,31% ke level 4.415,24, dan  tetap solid berada di atas level rata-ratanya dalam 50 hari terakhir (SMA 50).

Kendati demikian, arah indeks S&P 500 sangat tergantung dengan hasil tiga indikator ekonomi kunci yang bakal dirilis pekan ini, yakni data inflasi AS, indeks harga produsen AS (PPI), dan klaim bantuan tunakarya AS (Initial Jobless Claims). Di antara ketiganya, pergerakan indeks saham paling tersohor sejagat ini mungkin akan sangat terpengaruh oleh data inflasi AS. 

Namun, berkaca dari reaksi positif pasar atas laporan Nonfarm Payrolls Oktober yang lebih lemah dari prediksi di pekan lalu, maka investor bisa berekspektasi bahwa terjadi penurunan pertumbuhan belanja konsumen AS di bulan lalu, yang tentunya akan berimbas ke penyusutan tingkat inflasi. Seperti yang diketahui, tingkat inflasi yang melandai pasti akan menjadi angin segar bagi pasar modal.

Di samping itu, secara analisis teknikal, nilai indeks S&P 500 harus mempertahankan posisi lebih tinggi dari level 4.350 agar tetap berada pada tren positif.

SNP 500 Index

5. Kalender Penting Saham AS & Crypto

14 Nov
Consumer Price Index (CPI)
Monthly Budget Statement

 

15 Nov
Producer Price Index (PPI)
MBA Mortgage Applications
Retail Sales 
President Joe Biden & China President Xi Jinping meeting in California

 

16 Nov
Initial Jobless Claims
Philadelphia Fed Business Outlook
Import Price Index 
Continuing Claims
Industrial Production 
Capacity Utilization

 

17 Nov
Housing Starts
Building Permits

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Marco Antonius

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
saham AS ahead
The Week Ahead - Saham AS 28 Agustus 2023
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1