Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Apa Itu The Fed? Mengenal Fungsi dan Tugas Bank Sentral AS
shareIcon

Apa Itu The Fed? Mengenal Fungsi dan Tugas Bank Sentral AS

12 Jul 2023, 8:43 AM·Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Kategori
The Fed Adalah

The Fed adalah salah satu lembaga yang dikenal punya kekuatan di dunia. Namun, apa itu The Fed dan apa saja fungsinya?

Apa Itu The Fed?

The Federal Reserve atau The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat yang bertanggung jawab penuh dalam mengawasi dan mengatur sektor keuangan di negara tersebut.

Lembaga independen ini terbentuk pada 1913 melalui undang-undang Federal Reserve Act yang disahkan oleh mantan Presiden AS Woodrow Wilson demi menjaga kestabilan sistem moneter dan keuangan AS dan meredakan krisis keuangan yang mungkin terjadi ke depan.

Namun, kini The Fed menjelma menjadi salah satu lembaga ekonomi paling kuat sejagat. Tak heran, mengingat The Fed adalah lembaga yang mengendalikan distribusi Dolar AS, yakni salah satu mata uang yang paling banyak digunakan di kegiatan ekonomi internasional.

Saat ini, The Fed beranggotakan 12 bank sentral regional yang masing-masingnya bertanggung jawab atas area geografis spesifik di AS. Ke-12 bank sentral regional itu adalah San Francisco, Dallas, Kansas City, St. Louis, Atlanta, Richmond, Philadelphia, New York, Boston, Cleveland, Chicago, dan Minneapolis.

Baca Juga: Sejarah Bank Indonesia, Peran & Fungsinya Jaga Stabilitas Keuangan Indonesia

Seperti Apa Sejarah Berdirinya The Fed?

Seperti yang disinggung sebelumnya, The Fed didirikan pada 23 Desember 1913 sebagai respons atas kepanikan finansial yang terjadi pada 1907.

Kala itu, AS mengalami ketidakstabilan ekonomi yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kekurangan likuiditas di sistem perbankan dan fluktuasi suku bunga yang tidak tentu. Hal itu pun membuat perbankan frustrasi dan mendorong dunia usaha ke ambang kebangkrutan.

Sayangnya, di masa-masa kritis tersebut, AS juga tidak memiliki lembaga yang konsisten dan berwenang untuk mengatur kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan di AS. Nah, oleh karenanya, pemerintah dan dewan legislatif AS pun sepakat untuk mendirikan satu bank sentral independen yang fokus mengurusi hal tersebut melalui UU Federal Reserve Act.

Undang-undang ini memberikan wewenang kepada The Fed untuk mengawasi dan mengatur sistem perbankan di Amerika Serikat. Caranya pun beragam, mulai dari mempengaruhi tingkat suku bunga, mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam ekonomi, serta menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Dengan demikian, bank sentral ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekonomi AS.

Baca juga: Atur Stabilitas Keuangan Masa Pandemi, Ketahui 5 Kebijakan Moneter BI

Apa Saja Fungsi The Fed?

The Fed adalah lembaga ekonomi yang memiliki lima tugas seperti berikut:

  1. Menjalankan kebijakan moneter AS demi terciptanya penyerapan tenaga kerja maksimal, kestabilan harga, dan memoderasi suku bunga jangka panjang di AS.
  2. Mendukung stabilitas sistem keuangan AS dan meminimalisasi risiko keuangan sistemik melalui pengawasan aktif.
  3. Mendorong keamanan sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi baik di industri perbankan maupun di seluruh transaksi pemerintah AS yang menggunakan denominasi Dolar AS.
  4. Mendukung keamanan dan keandalan lembaga jasa keuangan di AS dan mengawasi dampaknya ke sistem keuangan secara keseluruhan.
  5. Mendukung aspek perlindungan konsumen dan pengembangan komunitas melalui pengawasan, riset dan analisis, aktivitas komunitas ekonomi, dan regulasi.

Demi menjalankan fungsi-fungsi tersebut, The Fed pun diberi beberapa wewenang seperti:

  1. Menjalankan kebijakan moneter yang mampu mengendalikan uang beredar dan permintaan kredit agar tercipta penyerapan tenaga kerja yang maksimal dan kestabilan harga barang dan jasa.
  2. Mengawasi dan meregulasi bank dan jasa keuangan lainnya untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem bank dan finansial AS.
  3. Menjaga kestabilan sistem finansial dan mencegah risiko sistemik yang mungkin timbul di pasar finansial.
  4. Menyediakan jasa finansial kepada pemerintah AS, lembaga jasa keuangan AS, dan lembaga resmi asing.

Baca Juga: FOMC: Pengaruhnya pada Kebijakan Moneter AS dan Pasar Keuangan Dunia

Siapa saja Komite dalam Jajaran The Fed?

Keputusan-keputusan penting seputar kebijakan moneter ditentukan oleh dewan gubernur atau yang lebih dikenal sebagai Board of Governors. Dewan ini terdiri dari tujuh anggota yang ditunjuk oleh Presiden AS dan memerlukan persetujuan dari Senat.

Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Gubernur memilih seorang Ketua yang bertanggung jawab atas pengawasan operasional sehari-hari the Fed. Pemilihan Ketua tersebut juga melibatkan Presiden yang mencalonkan beberapa anggota dan akhirnya dikukuhkan oleh Senat. 

Lebih lanjut, The Fed juga memiliki delapan komite yang ada dalam jajaran Board of Governors, yaitu:

  1. Committee on Board Affairs
  2. Committee on Consumer and Community Affairs
  3. Committee on Economic and Financial Monitoring and Research
  4. Committee on Financial Stability
  5. Committee on Federal Reserve Bank Affairs
  6. Committee on Bank Supervision
  7. Subcommittee on Smaller Regional and Community Banking
  8. Committee on Payments, Clearing, and Settlement

Kerangka Kebijakan Moneter The Fed

The Fed menggunakan banyak sarana ketika melakukan kebijakan moneternya. Lantas, apa saja sarana-sarana kebijakan moneter yang kerap digunakan The Fed?

1. Target Inflasi

Sejak 2012, The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2% per tahun sebagai sasaran utama kebijakan moneter mereka. Akibatnya, lembaga ini pun akan mengerahkan kebijakan moneternya demi menjaga inflasi AS di kisaran angka tersebut di jangka panjang.

Adapun sarana kebijakan moneter yang digunakan meliputi perubahan suku bunga acuan dan operasi pasar terbuka.

2. Forward Guidance

The Fed juga menerapkan strategi panduan ke depan (forward guidance) guna memberikan petunjuk mengenai kebijakan moneter yang akan diterapkan di masa mendatang. 

Sebagai contoh, The Fed dapat mengumumkan niat untuk mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu yang cukup panjang, atau bahkan memberitahukan rencana untuk menaikkan suku bunga dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tindakan ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan mengurangi ketidakpastian yang mungkin muncul di pasar keuangan.

3. Operasi Pasar Terbuka

Bank Sentral Amerika Serikat melakukan operasi pasar terbuka dengan membeli atau menjual sekuritas pemerintah di pasar untuk mengatur pasokan uang yang beredar.

Jika The Fed ingin meningkatkan pasokan uang, maka ia akan membeli sekuritas pemerintah, Begitu pun sebaliknya.

4. Kebijakan Quantitative Easing (QE)

The Fed memiliki cara untuk menurunkan suku bunga jangka panjang yang disebut Quantitative Easing (QE). Yakni, kebijakan di mana The Fed akan membeli surat utang jangka panjang yang dimiliki perusahaan maupun perbankan.

Hal itu dilakukan agar dunia usaha punya dana segar untuk diputarkan sebagai investasi maupun pinjaman. Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

5. Suku Bunga

Salah satu alat kebijakan moneter yang sering digunakan oleh The Fed adalah suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR).

Ketika The Federal Reserve ingin mengendalikan inflasi, maka ia akan meningkatkan suku bunga acuan untuk mengerem peredaran uang di masyarakat. Sebaliknya, jika The Fed ingin mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran, maka lembaga ini akan menurunkan suku bunga acuan.

Peran suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat sangat penting dalam perekonomian global. Dalam konteks ini, kebijakan suku bunga mereka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara di seluruh dunia.

Seperti Apa Pengaruh The Fed terhadap Ekonomi Dunia?

The Fed memiliki kendali atas tiga alat kebijakan moneter di Amerika Serikat, yaitu Giro Wajib Minimum, Bunga Diskonto, dan Operasi Pasar Terbuka. Ketiga alat tersebut memungkinkan The Fed untuk mengendalikan saldo yang disimpan oleh bank di Federal Reserve serta mengubah tingkat suku bunga Federal Funds Rate (FFR).

Perubahan dalam FFR akan berdampak pada suku bunga jangka pendek lainnya, suku bunga jangka panjang, nilai tukar dolar AS, dan sebagainya. Perubahan suku bunga ini dapat mempengaruhi permintaan pinjaman masyarakat, harga barang dan jasa, ekspansi bisnis, rekrutmen karyawan, dan banyak hal lainnya.

Di samping itu, keputusan yang diambil oleh The Fed juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian global. Apa alasannya?

Asal tahu saja, AS memiliki posisi sebagai negara adidaya. Sehingga, perubahan dalam permintaan dan penawaran di negara ini akan berdampak pada dunia secara luas.

Di samping itu, The Fed juga mengatur pasokan dan permintaan Dolar AS, sebuah mata uang yang umum digunakan dalam sistem pembayaran global. Akibatnya, fluktuasi nilai tukar dolar AS tentu akan memiliki dampak yang besar terhadap nilai tukar mata uang lainnya.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Federal Reserve, Investopedia

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
ekonomi
Memahami Pengertian Outsourcing Serta Kelebihan dan Kekurangan
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1