Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Mengenal Pengertian Sistem Ekonomi Liberal dan Ciri-cirinya
shareIcon

Mengenal Pengertian Sistem Ekonomi Liberal dan Ciri-cirinya

10 Aug 2023, 7:49 AM·Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Kategori
Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal adalah salah satu sistem ekonomi atau gagasan ekonomi tertua. Lantas, apa pengertian sistem ekonomi liberal dan ciri-cirinya?

Apa Itu Sistem Ekonomi Liberal?

Sistem ekonomi liberal adalah sebuah ideologi ekonomi di mana setiap individu berhak untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi demi mencapai kemakmuran yang sebesar-besarnya.

Sistem ekonomi liberal didesain agar setiap individu bisa memaksimalkan produktivitasnya, pendapatannya, dan menciptakan inovasi dalam ekonomi.

Dengan demikian, seluruh aktivitas yang terdapat di dalamnya didasarkan oleh hak-hak dasar manusia untuk menciptakan penghidupan yang layak bagi dirinya sendiri.

Di samping itu, sistem ekonomi liberal percaya bahwa kegiatan ekonomi harus berjalan secara apa adanya dan tumbuh dengan sendirinya. Oleh karenanya, sistem ekonomi ini menolak keterlibatan pemerintah dari kegiatan ekonomi, bisnis, dan komersial.

Selain itu, penganut sistem ini juga meyakini bahwa pemerintah tidak boleh mencampuri relasi ekonomi antar individu, kelompok dan kelas masyarakat, dan masyarakat yang terdapat di satu negara. Sehingga, bisa dibilang bahwa sistem ekonomi liberal menjunjung tinggi semangat individualisme.

Sistem ekonomi liberal merupakan fondasi dari paham ekonomi lainnya, seperti sistem ekonomi kapitalis dan neoliberalisme.

Baca Juga: Sistem Ekonomi Campuran

Sejarah Sistem Ekonomi Liberal

Konsep sistem ekonomi liberal merupakan perkembangan dari buah pikir ekonom Adam Smith, yang juga dikenal sebagai bapak ekonomi liberal dunia, pada abad ke-16 silam.

Kala itu, Smith menuangkan pikiran ke dalam buku yang berjudul "The Wealth of Nation". Buku itu menjelaskan bahwa ekonomi sejatinya digerakkan oleh "tangan-tangan yang tidak terlihat" (the invisible hands) yang menyesuaikan kembali ketidakseimbangan yang terjadi pada ekonomi.

Contohnya bisa ditemukan pada mekanisme permintaan dan penawaran.

Kelangkaan barang dan jasa yang tersedia di pasar akan membuat harganya meningkat di pasar. Hal itu tentu akan menguntungkan produsen karena mereka bisa menikmati kenaikan pendapatan.

Namun, kenaikan pendapatan itu rupanya mengundang produsen lain untuk memproduksi barang dan jasa yang serupa. Harapannya, tentu saja untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dari kondisi kelangkaan tersebut.

Sayangnya, pertambahan jumlah produsen akan meningkatkan jumlah produksi barang dan jasa tersebut. Sesuai mekanisme permintaan dan penawaran, maka kenaikan suplai, dengan asumsi ceteris paribus, akan menurunkan harganya di pasar.

Pada akhirnya, permintaan dan penawaran barang dan jasa akan kembali menemui keseimbangan barunya.

Ide Smith tersebut kerap dianggap ekonom sebagai fondasi utama sistem ekonomi liberal. Hanya saja, bagi sejumlah ekonomi, gagasan tersebut dianggap terlalu radikal lantaran menekankan sifat ekonomi individualistis yang agresif.

Prinsip Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal memiliki prinsip-prinsip dasar seperti berikut:

1. Ekonomi Berjalan Apa Adanya

Sistem ekonomi liberal percaya bahwa kegiatan ekonomi yang selama ini berjalan terbangun secara "alami". Sehingga, situasi ekonomi sejatinya sudah memiliki "keharmonisan" yang sudah terbentuk dengan sendirinya.

Karena ekonomi sudah berfungsi dengan sendirinya, maka penganut sistem ekonomi ini percaya bahwa situasi tersebut tidak boleh diganggu oleh siapa pun, termasuk pemerintah, agar tidak menimbulkan kekacauan.

2. Memiliki Sifat Kebebasan Individualistis

Sistem ekonomi liberal mendorong setiap individu untuk melakukan kegiatan ekonomi dan meningkatkan kemakmuran secara bebas.

Melalui cara itu, penganut sistem eonomi ini meyakini bahwa masing-masing individu akan mencapai kemakmurannya secara bersamaan.

Oleh karenanya, sistem ekonomi liberal menganggap bahwa pemerintah tak boleh ikut campur tangan di dalam upaya pencarian kemakmuran bagi setiap individu. Malahan, pemerintah harus menyediakan kebijakan-kebijakan yang memastikan setiap individu untuk leluasa melakukan kegiatan ekonomi.

3. Ekonomi Dikendalikan oleh Kepentingan Pribadi Pelakunya

Ekonomi liberal percaya bahwa ekonomi, secara alamiah, dikendalikan oleh kepentingan dan motif pribadi dari para pelakunya.

Pada akhirnya, masing-masing kepentingan pribadi itu akan menjadi kepentingan sosial. Sehingga, dengan mengejar kepentingan pribadinya, manusia sejatinya juga ikut membantu perbaikan kualitas ekonomi secara umum.

4. Kompetisi Antar Pelaku Ekonomi Adalah Motor Penggerak Ekonomi

Karena ekonomi liberal dilandasi oleh kepentingan pribadi pelakunya, maka tiap-tiap individu yang memiliki kepentingan yang sama harus berkompetisi satu sama lain.

Namun, kompetisi tersebut nantinya akan melahirkan ide-ide dan inovasi baru, sehingga kompetisi tersebut nantinya akan membantu menggerakkan ekonomi.

Hanya saja, kompetisi yang dimaksud haruslah kompetisi yang adil.

Sebagai contoh, produsen tentu memiliki kuasa untuk menaikkan harga produknya demi mendulang keuntungan.

Namun, jika kenaikan harga tersebut tidak sesuai dengan keinginan konsumennya, maka konsumen tidak bisa membeli produk tersebut. Sementara itu, produsen pun akan kehilangan penerimaan yang berujung pada penurunan laba.

Baca Juga: Komunisme

Ciri Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal memiliki beberapa karakteristik khusus dibanding sistem ekonomi lainnya. Lantas, seperti apa ciri-ciri sistem ekonomi satu ini?

1. Harga Akan Dibentuk di Pasar Bebas

Ciri sistem ekonomi liberal yang pertama adalah penentuan harga barang dan jasa dibentuk dari interaksi antar individu. Dengan kata lain, pembentukan harga dilandasi oleh mekanisme permintaan dan penawaran yang sesungguhnya terjadi di pasar, tanpa intervensi dari pihak manapun.

Hal ini merupakan cerminan dari salah satu prinsip sistem ekonomi liberal, yakni kegiatan ekonomi haruslah berjalan secara alamiah. Sehingga, tak heran jika kemudian sistem ekonomi ini kadang juga disebut sebagai sistem ekonomi pasar.

2. Keterbatasan Campur Tangan Pemerintah

Seperti yang disinggung sebelumnya, sistem ekonomi ini tidak menghendaki campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Kendati demikian, pelakunya tetap mengharapkan pemerintah untuk menelurkan kebijakan yang dapat melindungi serta mendorong masyarakat untuk bebas melakukan kegiatan ekonomi sesuai tujuan dan kehendaknya.

Adapun contoh kebijakan yang dimaksud meliputi pertahanan negara, pembangunan infrastruktur, dan pendidikan. Kebijakan-kebijakan tersebut memang tidak menghasilkan profit bagi para pelakunya, namun esensial bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi.

3. Masing-masing Individu Bebas untuk Berusaha, Bersaing, dan Mendapatkan Sumber Daya

Dalam sistem ekonomi ini, setiap individu memiliki hak untuk berusaha dan mendapatkan sumber daya tanpa dijegal oleh pihak manapun. Hal itu pun nantinya akan mempengaruhi tingkat kompetisi yang terjadi di pasar bebas.

Semakin banyak sumber daya yang dimiliki satu individu, maka semakin kuat pula posisinya dalam persaingan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Sebagai sebuah sistem ekonomi yang dikenal luas, ekonomi liberal memiliki keunggulannya tersendiri.

Lantas, apa saja kelebihan sistem ekonomi liberal?

1. Mendorong Inovasi di Ekonomi

Tingkat kompetisi antar pelaku usahanya akan mendorong mereka untuk terus berinovasi di dalam ekonomi. Inovasi tersebut nantinya dapat mengubah cara masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-harinya.

2. Mendorong Produsen Menciptakan Produk Berkualitas

Ketatnya persaingan di pasar bebas juga akan mendorong masing-masing produsen untuk menghadirkan produk berkualitas bagi masyarakat.

3. Mendorong Efisiensi yang Tinggi

Kompetisi usaha juga akan menuntut masing-masing produsen untuk melakukan efisiensi biaya produksi. Jika upaya itu berhasil, maka masyarakat juga akan menerima harga barang dan jasa yang lebih terjangkau.

Tak ketinggalan, sistem ekonomi liberal menciptakan pengakuan terhadap hak milik pribadi.

Baca Juga: Apa Saja 8 Contoh Globalisasi di bidang Ekonomi?

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Kendati demikian, sistem ekonomi ini juga memiliki kelemahan.

Berikut adalah beberapa contoh kekurangan sistem ekonomi liberal yang diketahui secara umum:

1. Menciptakan Kesenjangan Ekonomi

Sistem ekonomi liberal mendorong mereka yang menguasai sumber daya untuk mendominasi perekonomian.

Hal ini ujungnya akan menciptakan kesenjangan sosial dan ekonomi antar golongan masyarakat.

2. Menciptakan Persaingan Usaha Tidak Sehat

Kompetisi yang ketat antar pelaku sistem ekonomi ini akan melahirkan persaingan usaha tidak sehat.

Dalam hal ini, pelaku usaha bisa melakukan berbagai upaya seperti monopoli pasar atau kartel hanya demi mendominasi pasar dan mendulang keuntungan sebesar-besarnya dari masyarakat.

3. Eksploitasi Sumber Daya Besar-besaran

Karena semua individu berhak untuk menggunakan sumber daya, termasuk sumber daya alam, maka terdapat pula potensi eksploitasi sumber daya secara besar-besaran.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka sumber daya yang tersedia di masa depan akan semakin menipis.

Di samping itu penguasaan sumber daya secara bebas akan menyebabkan sumber daya dikuasai oleh pihak swasta.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, WallStreetMojo

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
ekonomi
Memahami Pengertian Outsourcing Serta Kelebihan dan Kekurangan
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1