Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Apa itu Sentimen dalam Investasi?
shareIcon

Apa itu Sentimen dalam Investasi?

31 Jul 2023, 9:10 AM·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Sentimen Adalah

Memahami sentimen pasar adalah keahlian yang sangat penting dikuasai oleh seorang investor, mari pelajari dalam artikel ini.

Apa Itu Sentimen Pasar

Sederhananya, sentimen adalah sikap investor terhadap sebuah sekuritas atau saham.

Sentimen merujuk ke kondisi psikologis dan emosional para pelaku pasar (baik individu maupun institusi) terhadap pasar keuangan.

Sentimen pasar mencerminkan persepsi kolektif tentang masa depan ekonomi, prospek perusahaan, kebijakan pemerintah, dan berbagai faktor lainnya yang dapat mempengaruhi harga aset saham dan sekuritas lain.

Sentimen sendiri bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu, sehingga seorang investor perlu mampu membaca sentimen yang sedang terjadi pada pasar keuangan sebelum mengambil keputusan.

Jenis Sentimen Pasar

Istilah yang sering digunakan untuk mendeskripsikan sentimen pasar adalah bearish dan bullish. Apa itu?

1. Sentimen Bullish

Jika sentimen pasar bullish, para investor cenderung optimis tentang prospek pasar keuangan. Mereka percaya harga akan naik, dan ini mungkin mendorong mereka untuk membeli lebih banyak aset.

2. Sentimen Bearish

Sebaliknya, jika sentimen pasar bearish, para investor cenderung pesimis tentang prospek pasar. Mereka percaya harga akan turun, dan ini mungkin mendorong mereka untuk menjual atau menghindari risiko lebih lanjut.

Baca juga: Apa 5 Bearish Chart Pattern yang Sering Digunakan Trader?

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sentimen Pasar

Sentimen pasar saham memang selalu bergerak dinamis dan tidak bisa dikendalikan. Namun, apa sebenarnya yang membuat sentimen berubah-ubah. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sentimen pasar adalah:

1. Berita dan Peristiwa Ekonomi

Berita tentang perkembangan ekonomi, inflasi, pertumbuhan industri, dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi sentimen pasar. Peristiwa ekonomi global juga berdampak pada persepsi para investor.

2. Isu Politik

Ketidakstabilan politik dan kebijakan pemerintah yang kontroversial dapat menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan dan mempengaruhi sentimen investor.

3. Faktor Psikologis

Perasaan takut (fear) dan keserakahan (greed) adalah dua emosi utama yang mempengaruhi pasar. Saat para investor cenderung takut, mereka mungkin lebih mungkin menjual aset mereka, sementara saat mereka cenderung rakus, mereka mungkin lebih mungkin membeli.

4. Perkembangan Teknologi

Media sosial dan platform berita daring memainkan peran besar dalam membentuk sentimen pasar. Informasi dapat menyebar dengan cepat dan mempengaruhi persepsi kolektif investor.

Bagaimana Sentimen Bisa Pengaruhi Harga Saham

Sikap investor terhadap suatu aset (sentimen), dapat mempengaruhi naik-turunnya harga saham di pasar keuangan. Bagaimana itu bisa terjadi?

1. Psikologi Investor

Sentimen pasar mencerminkan keyakinan kolektif investor terhadap pasar dan berbagai aspek yang mempengaruhinya. Jika mayoritas investor percaya bahwa pasar akan naik, mereka cenderung menjadi lebih optimis dan bersemangat untuk berinvestasi. Hal ini meningkatkan permintaan atas saham dan aset lainnya, yang akhirnya dapat mendorong kenaikan harga saham.

Di sisi lain, jika sentimen pasar bearish, investor mungkin cenderung pesimis dan enggan untuk berinvestasi. Mereka mungkin lebih suka menjual saham mereka atau menghindari risiko lebih lanjut, yang dapat menyebabkan penurunan harga saham.

Beberapa investor ada yang memanfaatkan pola psikologi ini untuk mencari keuntungan, yakni membeli saham ketika sentimen pasar cenderung negatif (Bearish). Investor dengan pola kerja seperti ini disebut juga contrarian.

2. Tingkat Permintaan dan Penawaran

Sentimen pasar dapat mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran di pasar saham.

Jika banyak investor optimis dan percaya harga saham akan naik, mereka akan cenderung lebih banyak membeli saham, meningkatkan permintaan.

Kenaikan permintaan ini dapat menyebabkan kenaikan harga saham karena ada lebih banyak pembeli yang bersedia membayar harga yang lebih tinggi.

Sebaliknya, jika banyak investor bearish dan percaya harga saham akan turun, mereka akan cenderung lebih banyak menjual saham, meningkatkan penawaran.

Penurunan harga saham ini dapat menyebabkan penurunan harga karena ada lebih banyak penjual yang bersedia menerima harga yang lebih rendah.

3. Efek 'Ikut-ikutan' dan Perhatian yang Terpusat

Sentimen pasar juga dapat mempengaruhi perilaku kolektif investor melalui sebuah aset yang sedang jadi pusat perhatian.

Jika ada berita positif atau sentimen bullish yang mendominasi media dan perbincangan pasar, investor dapat cenderung mengikuti tren dan 'ikut-ikutan' membeli saham tersebut, bahkan jika mereka tidak memiliki analisis mendalam tentang fundamental perusahaan.

Sebaliknya, sentimen negatif dapat menyebabkan pemusatan perhatian pada risiko dan menyebabkan pemogokan panik, yang dapat menyebabkan penjualan besar-besaran saham.

Baca juga: Apa Saja 5 Cara Mitigasi Risiko Trading yang Mudah?

Contoh Sentimen Pasar di Dunia Nyata

Masih ingat dengan pasar kripto, terutama Bitcoin?

Bitcoin adalah salah satu mata uang kripto pertama, yang diluncurkan pada Januari 2009.

Saat awal diluncurkan, nilainya sangat 'tak berharga'. Bahkan baru pada Februari 2011 atau 3 tahun setelah diluncurkan, Bitcoin memiliki valuasi nilai setara dengan 1 dollar AS.

Pada tahun 2017 dan makin menjadi saat terjadi pandemi Covid-19, perhatian publik terpusat pada harga Bitcoin yang mampu melonjak fantastis, dari yang sebelumnya di harga 1 dollar AS menjadi 2.000 dollar AS (sekitar Rp30 juta).

Karena banyak sekali pemberitaan terkait Bitcoin yang seolah 'mempromosikan' kenaikan nilai yang fantastis ke depan, membuat masyarakat berbondong-bondong membeli dan terus mendorong harga menjadi kian naik.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, berikut poin-poin penting yang bisa Sobat Pluang catat:

  1. Sentimen pasar mencerminkan persepsi dan keyakinan kolektif investor terhadap kondisi pasar dan berbagai peristiwa ekonomi, politik, atau sosial yang mempengaruhi pasar keuangan.
  2. Sentimen pasar dapat bersifat bullish (optimis) atau bearish (pesimis) tergantung pada persepsi mayoritas investor. Sentimen ini dapat berubah-ubah seiring berjalannya waktu.
  3. Sentimen pasar mempengaruhi harga saham melalui mekanisme psikologis, termasuk efek psikologi investor, tingkat permintaan dan penawaran di pasar, efek imitasi, dan pemusatan perhatian.
  4. Jika sentimen pasar bullish, harga saham cenderung naik karena banyak investor yang optimis dan bersedia membeli saham. Sebaliknya, jika sentimen pasar bearish, harga saham cenderung turun karena banyak investor yang pesimis dan bersedia menjual saham.
  5. Sentimen pasar dapat mempengaruhi perilaku kolektif investor dan pengambilan keputusan individu. Jika sentimen positif mendominasi pasar, investor cenderung lebih percaya diri dan berani mengambil risiko, sementara sentimen negatif dapat menyebabkan ketidakpastian dan kehati-hatian ekstra.
  6. Meskipun sentimen pasar dapat memberikan petunjuk tentang persepsi pasar, penting untuk diingat bahwa sentimen tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental pasar. Analisis fundamental dan teknikal juga perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan investasi.
  7. Investasi berdasarkan sentimen pasar saja bisa berisiko tinggi karena sentimen bisa berubah secara tiba-tiba dan tidak selalu mencerminkan realitas pasar. Oleh karena itu, investor perlu melakukan riset mendalam dan memiliki strategi investasi yang terukur.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Risiko Trading Saham dengan Investasi Saham!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Source: Investopedia

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
investasi
Sobat Cuan, Begini Lho Cara Jitu Screening Saham Favoritmu!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1