Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Kripto & Saham AS Tertekan Menanti Data Ketenagakerjaan

Selamat pagi, Sobat Cuan! Ngopi pagi ini terasa kurang nikmat setelah indeks saham AS dan pasar kripto kompak terkoreksi pada Jumat (7/10) pagi. Apa sih yang terjadi? Simak selengkapnya di sini!

Indeks Saham AS

  • Nilai indeks saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan koreksinya pada perdagangan Kamis (6/10). Nilai indeks Nasdaq melorot 0,68%, sementara nilai S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing terperosok 1% dan 1,2% di waktu bersamaan.
  • Pelaku pasar mulai menjauhi pasar modal setelah beberapa pejabat bank sentral AS, The Fed, kembali angkat suara mengenai kenaikan suku bunga acuan.
  • Presiden Fed Chicago Charles Evans, misalnya, mengatakan bahwa "jalan Fed masih panjang" untuk mengerek suku bunga acuan. Bahkan, ia menaksir suku bunga acuan akan naik hingga ke kisaran 4,5% ke 4,75%.
  • Sementara itu, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menyebut bahwa bank sentral AS tersebut masih "jauh" dari menunda kenaikan suku bunga.
  • Penegasan atas sikap hawkish The Fed tersebut memudarkan gairah pelaku pasar di pasar aset berisiko. Akibatnya, mereka pun kembali masuk ke pasar obligasi, yang dianggap aset aman dan cuan kala rezim suku bunga tinggi.
  • Sayangnya, aksi itu malah mengerek tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbasnya, kinerja sektor saham-saham growth stocks seperti teknologi dan produk sekunder ikut tertekan. Contohnya adalah saham Apple dan Microsoft yang kompak membukukan pelemahan lebih dari 1% kemarin.
  • Selama ini, pelaku pasar selalu membandingkan return obligasi pemerintah AS, yang merupakan aset aman, dengan kinerja saham growth stocks yang punya profil risiko lebih tinggi. Makanya, tak heran jika keduanya punya hubungan yang bertolak belakang.
  • Di saat yang sama, pelaku pasar juga menanti perilisan data penyerapan ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll) yang sedianya akan diumumkan hari ini. Data tersebut diharapkan dapat memberi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investor Mulai Gamang, IHSG Tenang Tapi Kripto Bimbang

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, kondisi pasar kripto pada Jumat pagi terlihat murung. Melansir Coinmarketcap pukul 08.20 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat berada di zona merah jika dihitung dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, melorot 1,56% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$19.989 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) tumbang 1,29% ke US$1.356 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya tak luput dari apes. Nilai Cardano (ADA), Polygon (MATIC), dan Polkadot (DOT) kompak lunglai lebih dari 1% dalam sehari terakhir. Terdapat pula nilai Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Shiba Inu (SHIB) yang melemah lebih dari 2% di waktu yang sama.
  • Dari seluruh jajaran aset kripto utama, terdapat nilai Binance Coin (BNB) yang paling terpukul parah setelah mencatat pelemahan 4,2% dalam sehari terakhir.
  • Kinerja pasar kripto kembali lesu setelah perkara makroekonomi kembali menghantui benak pelaku pasar.
  • Nilai BTC, misalnya, langsung tenggelam setelah pendaftaran klaim bantuan pengangguran di AS meningkat 29.000 pengajuan pada pekan lalu. Data yang mengindikasikan pelemahan ekonomi ini pun langsung menciutkan semangat pelaku pasar untuk berkubang di pasar kripto.
  • Di saat yang sama, pelaku pasar juga menanti perilisan data NFP AS hari ini demi mengais sinyal kebijakan moneter The Fed. Apalagi, sepanjang pekan ini, pelaku pasar dibikin keblinger oleh antisipasi atas tindak-tanduk otoritas moneter AS itu ke depan.
  • Di awal pekan ini, pelaku pasar tadinya yakin The Fed akan mengerem kebijakan moneternya setelah data manufaktur dan pembukaan lowongan pekerjaan AS semakin kacau. Hanya saja, beberapa pejabat The Fed kemudian silih berganti menegaskan bahwa bank sentral AS itu tak akan mengubah kebijakan moneternya selama inflasi belum terkendali.
  • Selain itu, kabar lain yang bikin pelaku pasar enggan bersikap agresif datang dari Binance.
  • Kemarin, Binance menghentikan sementara operasi di jaringan blockchain Binance Smart Chain (BSC) setelah protokol tersebut menemukan "aktivitas tidak wajar" yang bisa berujung pada "potensi peretasan". Bahkan, bukti on-chain menunjukkan bahwa sang pelaku kemungkinan berniat mencuri 2 juta token kripto yang tersimpan di protokol BSC.
  • Berdasarkan data aktivitas terkini, BNB Chain mengestimasi bahwa aset kripto senilai US$100 juta hingga US$100 juta telah dipindahkan dari jaringan tersebut. Namun, di saat yang sama, protokol telah membekukan transfer keluar dari BSC senilai US$7 juta.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.711 per ons pada pukul 08.45 WIB, melemah dari US$1.720 per ons di periode yang sama kemarin.
  • Nilai sang logam mulia nyungsep setelah pelaku pasar kompak melakukan wait and see atas data NFP AS. Apalagi, data itu diyakini bisa memberi petunjuk soal arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Baca Juga: Pluang Pagi: Fed Kembali Bikin 'Prank', Kripto Mandek Tapi Saham AS Oleng

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait