Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: The Fed Kembali Hantui Investor, Saham AS & Kripto Longsor!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Ketakutan atas kenaikan kencang suku bunga acuan The Fed kembali menghantui pasar dan bikin saham AS hingga kripto tumbang. Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) terjungkal menutup sesi perdagangan Selasa (7/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melorot 0,55%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terpeleset 0,4% dan 0,74%.
  • Nilai indeks Wall Street oleng setelah kinerja saham-saham teknologi, seperti Microsoft, Apple, dan Meta Platforms, mendarat di zona merah.
  • Performa saham teknologi melempem setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menyentuh puncak tertingginya dalam tiga bulan terakhir.
  • Asal tahu saja, kinerja harga aset kripto berkorelasi negatif dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah. Pasalnya, pelaku pasar selalu membandingkan return obligasi, sebuah aset dengan profil risiko minim, dengan saham teknologi yang merupakan aset berisiko.
  • Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS menanjak setelah pelaku pasar yakin bahwa bank sentral AS The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin lantaran kinerja ekonomi AS dianggap berada di jalur yang tepat. Sinyal itu tercermin dari skor indeks jasa AS rilisan Institute of Supply Management (ISM) yang berada di 56,9 di Agustus, melebihi konsensus analis yakni 55,1.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: IHSG Tahan Banting, LUNC Masih Unjuk Taring!

Aset Kripto

  • Setelah linglung seharian kemarin, aset kripto ternyata pasrah berguguran pada Rabu pagi.
  • Melansir Caoinmarketcap pukul 07.20 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat terjun ke zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, lunglai 5,53% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$18.761 per keping. Sementara itu nilai Ether (ETH) melorot 5,48% ke US$1.543 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun tampak murung pada pagi hari ini. Nilai XRP dan Solana (SOL) terperosok lebih dari 6% dalam sehari belakangan. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Polygon (MATIC) yang terjatuh lebih dari 8% di saat bersamaan.
  • Dari sisi teknikal, tumbangnya harga aset kripto terjadi setelah BTC gagal menembus zona resistance-nya di level US$20.000 berulang-ulang kali. Sehingga, membaca situasi tersebut, pelaku pasar pun memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi.
  • Sementara itu, dari sisi sentimen, nilai aset kripto terjungkal setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai indeks Dolar AS menguat. Pelaku pasar tentu akan menukarkan aset kriptonya ke kedua instrumen tersebut jika tingkat imbal hasil keduanya terlihat lebih menggiurkan.
  • Secara umum, pelaku pasar memang tengah hijrah dari aset berisiko ke aset-aset dengan profil risiko aman setelah meyakini bahwa The Fed akan mengerek suku bunga acuannya 75 basis poin di bulan ini.
  • Keyakinan ini muncul setelah data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu dan skor indeks jasa dan manufaktur Negara Paman Sam tersebut masih dianggap cukup kokoh. Sehingga, The Fed diperkirakan bakal nekat mengerek bunga acuannya dengan kencang bulan ini.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bercokol di US$1.695 per ons pada pukul 07.33 WIB, melemah tajam dari US$1.720 sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia terkapar setelah dua musuh bebuyutannya, nilai Dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS, semakin perkasa.
  • Asal tahu saja, kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga, permintaan emas pun kemudian melorot.
  • Sementara itu, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS akan membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas akan menjadi mahal.

Baca Juga: Pluang Pagi: Saham AS Libur, LUNC & LUNA Ketiban Nasib Mujur!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait