Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Investor Kembali 'Mager', Market Kripto Jadi Keder!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Investor pasar saham Amerika Serikat (AS) boleh tersenyum lebar pagi ini sementara investor kripto lagi-lagi harus gigit jari. Apa alasannya? Simak selengkapnya di sini!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham AS berhasil melaju ke zona hijau pada perdagangan Senin (6/6). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) tumbuh 16 poin, sementara indeks Nasdaq dan S&P 500 masing-masing membukukan pertumbuhan nilai 0,4% dan 0,3%.
  • Kinerja apik saham teknologi menjadi sumber tenaga laju indeks saham AS kemarin, utamanya dipimpin oleh Alphabet dan Amazon. Nilai saham Amazon bahkan terbang 2% setelah perseroan melancarkan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:20 mulai kemarin.
  • Sementara itu, nilai saham Apple juga tumbuh di bawah 1% setelah mengumumkan model chip terbarunya, M2, plus update piranti lunak terbaru.
  • Namun, saham teknologi yang menarik perhatian adalah nilai saham perusahaan teknologi China DiDi Global yang menjulang 25%.
  • Nilai saham perseroan melonjak setelah kabar menyebut bahwa regulator China dikabarkan siap mengakhiri penyelidikannya terhadap perusahaan layanan pemesanan kendaraan (ride-hailing). Ini mengindikasikan bahwa pemerintah China tampaknya siap untuk mengakhiri sikap dinginnya terhadap perusahaan teknologi secara keseluruhan.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Investor Lagi Optimistis, Laju Kripto Semakin Manis

Aset Kripto

  • Sementara itu, pasar kripto lagi-lagi dirundung cuaca mendung. Melansir Coinmarketcap pukul 07.54 WIB, hanya dua dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat berakhir di zona hijau dalam sehari belakangan.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, tumbuh 0,06% ke US$30.274,25 per keping. Sementara itu, nilai Solana (SOL) ikut naik 1,52% di waktu yang sama.
  • Sayangnya, altcoin lain harus terjerembab di zona merah. Ether (ETH) dan Polkadot (DOT) kompak tenggelam di atas 4% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, terdapat pula XRP dan Avalanche (AVAX) yang susut hampir mendekati 2% di saat bersamaan.
  • Binance Coin (BNB) juga pasrah melengos 5,63% dalam 24 jam ke belakang. Nilai BNB merosot setelah Bloomberg melaporkan bahwa otoritas pasar modal AS (The Securities and Exchange Commission/SEC) tengah mengkaji apakah penawaran koin perdana (ICO) BNB pada 2017 lalu seharusnya dilaporkan ke lembaga tersebut atau tidak.
  • Sejatinya, pelaku pasar memang sudah mengantisipasi pelemahan pasar pagi ini meski rentetan nilai aset kripto berbondong-bondong menghijau kemarin.
  • Pelaku pasar memilih cepat-cepat merealisasikan cuannya mumpung kripto menghijau kemarin. Mereka memang belum mau terlampau bullish mengingat sentimen pasar, khususnya dari sisi makroekonomi, tampak belum membaik.
  • Karena iklim pasar belum kondusif, maka pelaku pasar pun memilih untuk memperdagangkan aset kripto di bawah level resistance-nya.
  • "Pelaku pasar memang terlihat enggan untuk menggerakkan harga aset kripto lebih tinggi lagi," jelas analis Genesis Volatility, Greg Magadini, seperti dikutip Coindesk.
  • Penguatan nilai Dolar AS tampaknya ikut menahan laju kripto. Hal ini terlihat dari nilai indeks Dolar AS yang sudah menyentuh 102,53 pagi hari ini. Asal tahu saja, pelaku pasar akan lebih selera menggenggam kripto ketika Dolar AS melemah.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.839,44 per ons pada pukul 08.11 WIB, melemah dibanding kemarin US$1.853 per ons.
  • Nilai sang logam mulia tersungkur setelah dua musuh bebuyutannya, Dolar AS dan obligasi pemerintah AS, menunjukkan keperkasaannya.
  • Sekadar informasi, penguatan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga, permintaan emas pun akhirnya tertahan.
  • Sementara itu, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS akan membuat opportunity cost dalam menggenggam emas menjadi lebih mahal.
  • Selain itu, pelaku pasar nampaknya juga memilih wait and see dalam mengoleksi emas karena menunggu data inflasi AS. Pasalnya, jika inflasi AS tidak kunjung padam, maka The Fed kemungkinan kekeh bakal mengerek suku bunga acuan 50 basis poin di pertemuannya bulan ini.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Bergejolak 'Diobok-Obok' Ketidakpastian Makroekonomi

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait