Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Saham AS & Kripto Sukses Reli Meski Ekonomi di Ambang Resesi

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham Amerika Serikat (AS) dan aset kripto berhasil bikin investor semringah pagi ini. Meski memang, pergerakan keduanya masih belum sukses bikin senyum investor mengembang. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di sini!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kompak melaju pada sesi perdagangan Kamis (7/7). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) lompat 0,2%, sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 kompak tumbuh 0,4%.
  • Kali ini, performa apik indeks Wall Street ditopang oleh kinerja mumpuni saham-saham teknologi. Tengok saja, nilai saham Meta Platforms, Apple, Google, dan Amazon ramai-ramai bergerak ke teritori positif kemarin.
  • Saham-saham teknologi kinclong setelah pelaku pasar kembali melancarkan aksi buy the dip tipis-tipis. Maklum, banyak pelaku pasar menganggap saham-saham teknologi saat ini sudah terlampau murah, bahkan sudah lebih rendah dari valuasi sebenarnya.
  • Di samping itu, Amazon juga kemarin mengumumkan telah memiliki saham Grubhub. Dengan aksi korporasi ini, pelanggan Amazon Prime bisa menikmati layanan pengiriman makanan.
  • Uniknya, tokcernya kinerja saham-saham teknologi terjadi di tengah ancaman resesi ekonomi AS. 
  • Sekadar informasi, kinerja keuangan perusahaan teknologi sangat tergantung dengan pertumbuhan ekonomi, sehingga prospek ekonomi yang mendung ke depan sepatutnya jadi katalis negatif bagi laju saham-saham teknologi.
  • Salah satu sinyal resesi muncul dari tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun yang saat ini terpantau lebih tinggi dari instrumen serupa bertenor 10 tahun. Investor selalu menganggap kondisi yang disebut sebagai inverted yield curve ini sebagai sinyal resesi yang paling utama.
  • Di samping itu, bank sentral AS The Fed di dalam risalah rapatnya (minutes of meeting) juga menegaskan kembali niatannya untuk mengerek suku bunga acuan sampai habis-habisan demi membantai inflasi.
  • Sayangnya, kinerja memble saham-saham teknologi menahan laju indeks saham AS kemarin.
  • Hal ini terjadi setelah harga minyak 9%, menyusul ramalan bahwa permintaan minyak akan susut drastis jika ekonomi benar-benar jatuh ke jurang resesi.

Baca Juga: Pluang Pagi: Sentimen Makin 'Ngadi-Ngadi', Kripto & Saham AS Puyeng Rabu Pagi

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, penampilan aset kripto juga penuh gaya di Kamis pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.43 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, naik 1,22% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$20.540 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) ikut tumbuh 3,84% ke US$1.186 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya tak mau ketinggalan tampil menawan. Nilai Binance Coin (BNB) dan XRP kompak melonjak lebih dari 2% dalam sehari terakhir. Sementara itu, duo koin meme Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) membukukan pertumbuhan nilai di atas 1% di waktu yang sama.
  • Terakhir, ada pula nilai Polkadot (DOT) dan Cardano (ADA) yang tumbuh hampir 1% dalam sehari belakangan.
  • Analis menilai, reli singkat aset kripto pagi ini disebabkan karena pelaku pasar mengikuti dinamika yang terjadi di indeks saham AS. Hal ini wajar saja, sebab pelaku pasar selalu berkaca pada pasar modal AS, khususnya saham teknologi, untuk melihat selera investor terhadap aset berisiko secara umum.
  • Apalagi, laporan terbaru Coinmetrics menunjukkan, korelasi antara aset kripto dan indeks saham AS telah mencapai level terkuatnya di kuartal II 2022 sejak triwulan II 2020.
  • Selain itu, pelaku pasar juga antusias dalam mencerna berita terkini soal perkembangan jaringan kripto. Salah satu kabar tersebut datang dari Shiba Inu.
  • Kemarin, salah satu pentolan pengembang SHIB, Shytoshi Kusama mengatakan bahwa jaringan bakal melebarkan ekosistem Shiba Inu dengan menciptakan stablecoin SHI dan token reward bernama TREAT. Tak ketinggalan, mereka juga akan menciptakan permainan berbasis kartu anyar untuk metaverse-nya.
  • Kendati aset kripto menghijau, namun sentimen utama pasar kripto sejatinya masih belum kondusif. Pasalnya, pelaku pasar masih mencermati dinamika makroekonomi dan rentetan drama yang melanda perusahaan-perusahaan berbasis kripto.
  • Di satu sisi, pelaku pasar masih mencermati efektivitas pengetatan kebijakan moneter The Fed terhadap tingkat inflasi AS. Oleh karenanya, mereka sangat menanti data inflasi AS yang sedianya bakal dirilis pekan depan.
  • Di sisi lain, mereka juga ogah nyemplung terlalu dalam di jagat kripto setelah beberapa platform keuangan terdesentralisasi mengalami masalah dan firma modal ventura Three Arrows Capital (3AC) yang tengah diterpa isu likuidasi.
  • Kabar terbaru, platform pinjam meminjam aset kripto Voyager kemarin menjadi platform teranyar yang mengajukan proteksi kebangkrutan ke Pengadilan New York, Amerika Serikat.
  • Saking beratnya tekanan di pasar kripto, beberapa analis mengatakan bahwa pelaku pasar harus bersiap-siap melihat kripto bergerak sideways selama enam bulan ke depan.
  • Adapun bintang utama aset kripto pagi ini adalah Storj (STORJ) yang nilainya tumbuh 18,39% dalam sehari terakhir. 

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.741 per ons pada pukul 08.16 WIB, melemah dibanding sehari sebelumnya US$1.770 per ons.
  • Kilau sang logam mulai kian padam setelah nilai Dolar AS semakin perkasa. Asal tahu saja, indeks Dolar AS kemarin sempat menyentuh level 106, alias level tertingginya sejak 2002.
  • Di saat yang sama, pelaku pasar juga mencerna isi risalah rapat The Fed yang dirilis kemarin. Ternyata, risalah itu menyebut bahwa pejabat The Fed melihat kenaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin di bulan ini adalah langkah yang dapat "dijustifikasi".

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Dolar AS Kian Perkasa, IHSG & Kripto Kompak Putus Asa!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait