pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Antisipasi Langkah Moneter The Fed Hantui Market Awal Pekan

Selamat hari Senin kembali, Sobat Cuan! Pluang Pagi kembali hadir menyapa kamu dengan ulasan pasar Senin pagi ini. Yuk, simak selengkapnya!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) lunglai menutup sesi perdagangan Jumat (3/6). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 kompak luluh 1,7%, sementara nikai Nasdaq malah ambles 2,5%.
  • Pelaku pasar kembali takut berkecimpung di pasar saham AS setelah khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, benar-benar mengerek suku bunganya sebesar 50 basis poin dalam waktu dekat karena data makroekonomi AS mengarah ke jalur yang tepat.
  • Hal ini tercermin dari data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll) yang menunjukkan bahwa dunia usaha AS menyerap 390.000 tenaga kerja di Mei atau lebih tinggi dari estimasi analis 325.000 tenaga kerja.
  • Kondisi ini pun melambungkan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun.
  • Namun sayangnya, hal tersebut justru menekan performa saham-saham teknologi berkategori growth stocks seperti saham Apple, Microsoft, Alphabet, Meta Platforms, dan Amazon. Maklum, laporan keuangan growth stocks ke depan sangat sensitif dengan perubahan suku bunga acuan.
  • Adapun biang kerok utama pelemahan indeks saham AS akhir pekan lalu adalah saham Tesla. Nilai saham produsen mobil listrik itu goyah 9% setelah mengumumkan bakal memangkas 10% karyawannya lantaran punggawanya, Elon Musk, punya feeling gak enak tentang iklim ekonomi ke depan.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Bergejolak 'Diobok-Obok' Ketidakpastian Makroekonomi

Aset Kripto

  • Sementara itu, aset kripto sukses mengawali pekan ini dengan semringah. Melansir Coinmarketcap pukul 08.26 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat berhasil bertahan di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, tumbuh 2,77% dalam sehari belakangan dan kini bertengger di US$30.537,42 per keping. Ether (ETH) pun mengekor dengan membukukan pertumbuhan nilai 3,22% ke US$1.847,54 per keping di waktu yang sama.
  • Nilai Binance Coin (BNB) dan XRP kompak tumbuh di atas 2% dalam sehari terakhir. Kemudian, terdapat pula Polkadot (DOT) dan Tron (TRX) yang sama-sama melonjak di atas 3% di saat bersamaan.
  • Nasib paling mujur dirasakan oleh Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Avalanche (AVAX) yang masing-masing lompat di atas 5% dalam sehari belakangan.
  • Meski menghijau pagi ini, namun aset kripto sejatinya terbilang tetap jalan di tempat selama sepekan ke belakang. Dengan kata lain, pergerakan harga aset kripto sebenarnya masih mondar-mondar di rentang yang sangat tipis.
  • Hanya saja, pelaku pasar ternyata memanfaatkan volume trading yang kecil saat akhir pekan untuk melakukan price actions kecil-kecilan sebelum trader kelas kakap kembali mempengaruhi pasar di awal pekan. Apalagi, pelaku pasar kemungkinan masih akan condong melakukan aksi jual pekan ini karena dibayang-bayangi kebijakan moneter agresif The Fed.
  • "Nilai BTC akan tetap lemah selama ia belum menginjak rentang US$31.000 hingga US$32.000," ujar CEO BitBull Capital Joe DiPasquale kepada Coindesk. "Kendati begitu, kami juga melihat aksi beli bakal marak jika BTC kembali ke bawah US$30.000, sehingga harga BTC tampaknya bakal tetap mengapung."
  • Adapun bintang kripto pagi ini adalah Ontology (ONT) yang nilainya tumbuh 18,39% dalam sehari terakhir. Ini terjadi pasca jaringan mengumumkan telah memiliki dana sebesar US$10 juta, yang digunakan sebagai insentif bagi pengembang dalam mengembangkan proyek Web3 di jaringan tersebut.
  • Selain itu, terdapat pula nilai Balancer (BAL) yang loncat 13,53% di wakt yang sama.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.853 per ons pada pukul 08.43 WIB, alias stagnan dibanding akhir pekan lalu.
  • Nilai sang logam mulia gagal melaju kencang gara-gara kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun.
  • Yield obligasi pemerintah AS diketahui melonjak setelah pelaku pasar yakin The Fed bakal kekeh mengerek suku bunga acuannya dengan agresif gara-gara data NFP Mei yang kinclong.

Baca juga: Kabar Sepekan: Inflasi AS Perlahan Lenyap, Eh Inflasi RI Malah Kian Merayap!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES