Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Investor Cuek Sama Makroekonomi, Kripto & Saham AS Bersemi

Selamat pagi, Sobat Cuan! Jumat (3/6) pagi kali ini bikin kamu senyum-senyum sendiri lantaran indeks saham AS dan aset kripto kompak melaju ke zona hijau. Ada apa nih? Yuk, simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) loncat kegirangan menutup sesi perdagangan Kamis (3/6). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) terbang 1,3%, sementara nilai indeks Nasdaq dan S&P 500 tumbuh lebih tinggi yakni masing-masing 1,8% dan 2,7%.
  • Performa apik saham-saham teknologi menjadi angin segar yang mendorong kinerja Wall Street kemarin, dipimpin oleh saham Meta Platforms yang tumbuh 5,42% kemarin.
  • Pelaku pasar memborong saham-saham teknologi mumpung sedang murah (buy the dip). Mereka melakukan aksi tersebut meski bank sentral AS, The Fed, memberi sinyal untuk tidak mengerem kebijakan moneternya yang agresif.
  • Kemarin, Wakil Ketua The Fed Lael Brainard mengatakan bahwa The Fed tidak melihat kemungkinan untuk menghentikan pengetatan kebijakan moneternya untuk sementara waktu. Bahkan menurutnya, The Fed masih ngebet melancarkan serangkaian jurus-jurus moneter demi menyeret inflasi menuju target Fed, yakni 2%.
  • Sekadar informasi, pengetatan kebijakan moneter seharusnya menjadi faktor yang bikin investor menjauh dari saham-saham teknologi berkategori growth stocks. Pasalnya, kenaikan suku bunga acuan akan menghambat laju konsumsi, sementara kinerja keuangan perusahaan growth stocks akan moncer kala daya beli masyarakat tokcer.
  • Selain itu, laju kencang indeks saham AS juga disebabkan oleh pertumbuhan nilai saham Microsoft 1% di waktu yang sama.
  • Menariknya, nilai saham Microsoft tumbuh meski perseroan memangkas target profit dan pendapatannya di pasar non-AS di kuartal IV mendatang gara-gara penguatan nilai Dolar AS.

Baca juga: Pluang Pagi: Ancaman Resesi Kian Menohok, Kripto & Saham AS Rontok!

Aset Kripto

  • Pasar aset kripto pun tak mau kalah memamerkan kinerja apiknya. Melansir Coinmarketcap pukul 08.11 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat berhasil melaju ke zona hijau dalama 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, berhasil tumbuh 2,28% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$30.440,2 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) naik 0,42% ke US$1.830,49 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun ikut menguat meski dengan angka yang tak begitu signifikan. Dogecoin (DOGE), XRP, dan Binance Coin (BNB) kompak tumbuh di atas 2% dalam sehari belakangan. Sementara itu, Polkadot (DOT) dan Cardano (ADA) tumbuh lebih dari 3% di waktu yang sama.
  • Terdapat pula Avalanche (AVAX) yang membukukan pertumbuhan nilai mendekati 4% dalam sehari terakhir.
  • Gerak lincah aset kripto hari ini mengikuti pergerakan yang terjadi di pasar saham AS. Dengan kata lain, ada kecenderungan bahwa pelaku pasar kini kembali tergugah masuk ke pasar aset berisiko.
  • Hanya saja, analis memperingatkan bahwa kinerja pasar kripto pagi ini bisa saja kembali berumur pendek.
  • Pasalnya, dari sisi analisis teknikal, harga-harga aset kripto masih bergerak di rentang harga yang sangat pendek dan bahkan belum sukses menembus level resistance-nya. 
  • Analis mengatakan, Bitcoin (BTC), misalnya, perlu menyentuh level US$33.500 untuk memicu aksi jual yang lebih masif.
  • Sementara itu, sentimen pasar pun sejatinya masih terpantau bearish akibat situasi makroekonomi yang tidak menentu. Ya, pelaku pasar masih dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi, kebijakan moneter agresif The Fed, dan inflasi yang meroket. Sehingga, pelaku pasar tentu tak mau all out nyemplung di pasar kripto.
  • "Bitcoin akan kembali melenggang manis asal sentimen bearish di Wall Street mereda," jelas analis senior OANDA Edward Moya seperti dikutip Coindesk. "Namun, hal itu tampaknya baru akan terjadi beberapa pekan mendatang."
  • Adapun bintang panggung kripto kali ini jatuh ke Internet Computer (ICP) yang nilainya tumbuh 21% dalam sehari terakhir. Ini terjadi setelah volume trading ICP melonjak 68% dalam sepekan belakangan. Selain itu, jaringan juga mengumumkan peluncuran proyek ekosistem pertama di atas protokol ICP yakni Origyn Tech.

Emas

  • Harga emas spot bertengger di US$1.871,45 per ons pada pukul 08.32 WIB, melesat dibanding posisi kemarin US$1.851 per ons.
  • Hal ini terjadi setelah nilai Dolar AS akhirnya melemah. Sekadar informasi, pelemahan nilai sang aset greenback akan membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.
  • Selain itu, pelaku pasar sepertinya mulai memborong emas setelah tanda-tanda krisis ekonomi berada di depan mata. Salah satunya datang dari data pembukaan tenaga kerja sektor swasta AS yang tumbuh di bawah ekspektasi pada April.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Marak Aksi Ambil Untung, IHSG & Kripto Terpaksa Buntung!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

 

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait