Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Saham AS & Kripto Tak Berkutik di Tengah Tensi Geopolitik

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS dan pasar kripto gagal melonjak di Rabu pagi gara-gara ketegangan geopolitik baru! Seperti apa ketegangan tersebut? Simak di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat kompak melemah pada perdagangan Selasa (2/8). Nilai Nasdaq turun sebesar 0,16%, sementara nilai S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing lunglai 0,66% dan 1,2%.
  • Pelaku pasar terlihat jaga jarak dengan pasar modal menyusul tensi geopolitik yang kian memanas.
  • Kemarin, Ketua Dewan Legislatif AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan, sebuah peristiwa yang bikin China naik pitam. Imbasnya, perusahaan baterai China CATL dikabarkan akan menunda realisasi investasinya di AS bernilai miliaran Dolar AS.
  • Selain itu, kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga bikin daya tarik pasar modal kian meredup.
  • Adapun kenaikan yield obligasi pemerintah AS terjadi setelah dua pejabat bank sentral AS The Fed malah meremehkan rencana pemangkasan bunga acuan tahun depan.
  • Presiden Fed Cleveland Loretta J. Mester mengatakan bahwa AS akan membutuhkan waktu lama untuk menurunkan tingkat inflasi ke level 2%. Kemudian, terdapat pula Presiden Fed Mary Daly yang menyebut tugas The Fed untuk menurunkan inflasi masih "jauh dari kata selesai".

Baca Juga: Pluang Pagi: Resesi Kembali Jadi Teror, Saham AS & Kripto Perlahan Longsor

Aset Kripto

  • Aset kripto masih sulit bangkit di Rabu pagi (3/8). Melansir Coinmarketcap pukul 08.11 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih terbenam di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC) melemah 1,93% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$22.764 per keping. Kemudian, nilai Ether (ETH) melempem 2,28% ke US$1.598 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun masih terlihat tak berdaya. Nilai Cardano (ADA) dan Polygon (MATIC) kompak melemah lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, nilai XRP dan Polkadot (DOT) ambles lebih dari 5% di waktu yang sama. 
  • Di antara jajaran aset kripto utama, Solana (SOL) memiliki nasib paling apes setelah membukukan penurunan nilai 8,06% dalam sehari belakangan.
  • Analis mengatakan, volume perdagangan yang rendah dan rentang harga aset kripto yang tipis membuat pelaku pasar bingung apakah saat ini pasar kripto terbilang bullish atau bearish. Sehingga, mereka memilih untuk melakukan wait and see.
  • Namun, jika melihat dari sisi teknikal, maka pasar kripto bisa dibilang tengah mengalami pelemahan jangka pendek setelah harga BTC tenggelam di bawah level Exponential Moving Average berdurasi 10 hari (10-day EMA). Asal tahu saja, pelaku pasar umumnya menyimpulkan sinyal bearish jika harga sebuah aset terbenam di bawah titik 10-day EMA.
  • Selain itu, dari sisi sentimen, pelaku pasar juga jaga jarak dengan pasar kripto setelah dua pejabat The Fed membuka kemungkinan untuk tetap bersikap hawkish tahun depan. Jika itu terjadi, maka pelaku pasar akan semakin malas berkutat di pasar aset berisiko.
  • Analis juga mengaitkan sikap jaga jarak tersebut dengan tensi geopolitik baru antara China dan Amerika Serikat.
  • Tak ketinggalan, pelaku pasar terlihat agak deg-degan menyimpan kekayaannya di jagat kripto setelah kabar peretasan lagi-lagi menyeruak dari jagat kripto.
  • Kali ini, dompet non-kustodial di jaringan Solana bernama Phantom menjadi korban baru dari peretasan yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab. Sejauh ini, peristiwa tersebut diduga menimbulkan kerugian hingga US$500.000 dalam bentuk token SOL.
  • Kasus ini tepat terjadi sehari setelah jaringan jembatan antar blockchain, Nomad, juga menjadi target peretasan yang sukses bikin US$200 juta raib mendadak dari platform tersebut.

Emas

  • Harga emas berada di level US$1.762 per ons pada pukul 08.32 WIB, melemah dibanding kemarin US$1.778 per ons.
  • Nilai sang logam mulia lunglai setelah tingkat imbal hasil obligasi AS kembali menunjukkan keperkasaannya. Sekadar informasi, kenaikan yield obligasi pemerintah AS akan membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas menjadi kian mahal.
  • Padahal, harga emas sempat menyentuh level tertingginya dalam sebulan terakhir yakni US$1.789 per ons kemarin malam. Hal ini terjadi setelah pelaku pasar mengakumulasi emas sebagai antisipasi atas tensi geopolitik yang meningkat.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: IHSG Berhasil 'Comeback' Tapi Kripto Semakin Lembek

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 130 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait