Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Resesi Kembali Jadi Teror, Saham AS & Kripto Perlahan Longsor

Selamat pagi, Sobat Cuan! Investor saham Amerika Serikat (AS) dan kripto sepertinya perlu sedikit bersabar pada Selasa pagi ini (2/8). Apa alasannya? Simak di sini!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) lesu berjemaah mengawali sesi perdagangan pertamanya di bulan agustus. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melorot 0,14%, sementara nilai indeks Nasdaq dan S&P 500 masing-masing melemah 0,2% dan 0,3%.
  • Pelaku pasar kembali khawatir menginjakkan kaki di pasar modal setelah ancaman resesi ekonomi kembali bergentayangan.
  • Kemarin, bank ngetop Morgan Stanley merilis laporan terbaru yang mengatakan pertumbuhan ekonomi global paling hanya mentok di 2,4% di tahun ini, 50 basis poin lebih rendah dari proyeksinya di Mei.
  • Di samping itu, kini tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun kembali berada di atas instrumen serupa bertenor 10 tahun. Kondisi yang umum disebut inverted yield curve tersebut selalu dianggap pelaku pasar sebagai sinyal-sinyal resesi ekonomi.
  • Sementara itu, dari sisi sektoral, nilai saham-saham energi yang ambles lebih dari 2% juga ikut menekan kinerja indeks Wall Street.
  • Saham sektor tersebut diketahui terjerembab setelah harga minyak dunia terjun bebas 5% menyusul buruknya data penjualan rumah dan aktivitas manufaktur China.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Duo LUNA & LUNC Tiba-Tiba 'Ngebut' Senin Sore. Kenapa?

Aset Kripto

  • Nasib serupa pun dialami aset kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 08.18 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sedunia mendarat di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, melemah 0,87% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$23.185 per keping. Nilai Ether (ETH), di sisi lain, susut 3,29% dan kini bercokol di US$1.633,53 per keping.
  • Altcoin lainnya juga enggan bangkit. Nilai Cardano (ADA) melemah 2,59% dalam 24 jam ke belakang, sementara nilai Avalanche (AVAX) dan Solana (SOL) masing-masing lunglai 3% dan 4% di waktu yang sama.
  • Kemudian, di jajaran aset kripto utama, terdapat nilai Polygon (MATIC) dan Polkadot (DOT) yang mengalami pelemahan nilai terparah masing-masing 5,3% dan 7,89% dalam sehari terakhir.
  • Pasar kripto gagal bangkit setelah pelaku pasar masih melancarkan aksi ambil untung. Sementara itu, di waktu yang sama, volume perdagangan pasar kripto terlihat tipis sepanjang Senin, sehingga ada kemungkinan pelaku pasar memang tengah malas bermain di pasar kripto.
  • Analis menduga bahwa sikap itu terkait dengan aksi pelaku pasar yang memilih liburan musim panas ketimbang trading.
  • Di samping itu, mereka juga menghindari pasar berisiko setelah melihat pelemahan yang terjadi di pasar modal AS. Sekadar informasi, kini pergerakan indeks saham AS sudah hampir punya korelasi sempurna dengan aset kripto lantaran keduanya dianggap punya profil risiko serupa.
  • Tak ketinggalan, kabar soal peretasan juga kembali menyeruak dari pasar kripto.
  • Kali ini, protokol pengirim pesan antar blockchain Nomad dilaporkan diretas dengan dugaan kerugian minimal mencapai US$45 juta. Melalui akun Twitter resminya, Nomad mengatakan akan menginvestigasi kasus tersebut.
  • Lebih lanjut, duo koin besutan Terra Labs, Luna Classic (LUNC) dan Terra (LUNA) masih berjaya dengan membukukan pertumbuhan nilai masing-masing 6,65% dan 16,39%.
  • Nilai kedua koin melonjak setelah Terra dikabarkan akan menggunakan infrastruktur organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) terbaru untuk jaringan Terra 2.0. Hal ini terungkap setelah komunitas kripto di media sosial menemukan akun media sosial Twitter resmi Terra baru-baru ini mem-follow akun lain bernama Enterprise Protocol.
  • Salah satu sumber anonim di jaringan Terra mengaku ke media Blockworks bahwa Terra akan menggunakan Enterprise Protocol sebagai standar infrastruktur baru DAO di jaringan tersebut. Namun, sampai saat ini, pihak Terra belum mengonfirmasi kabar yang dimaksud.
  • Di samping itu, terdapat pula Chiliz (CHZ) sebagai bintang pasar kripto setelah membukukan pertumbuhan nilai 16,54% dalam sehari terakhir.

Emas

  • Harga emas berada di level US$1.778 per ons pada pukul 08.40 WIB, menguat dibanding periode yang sama kemarin yakni US$1.764 per ons.
  • Nilai sang logam mulia kembali bersinar setelah musuh bebuyutannya, tingkat imbal hasil obligasi AS, melemah.
  • Sekadar pengingat, pelemahan tingkat imbal hasil obligasi AS membuat opportunity cost menggenggam emas menjadi relatif lebih murah.
  • Tingkat imbal hasil obligasi AS terlihat melandai setelah pelaku pasar memperhatikan sinyal-sinyal resesi ekonomi yang kian kentara. Jika pertumbuhan ekonomi terus melambat, maka ada kemungkinan bank sentral AS bakal mengurangi agresivitasnya dalam mengerek suku bunga acuan.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Ekonomi AS Tak Berdaya, RI Siap Jadi Ladang Cuan Negara Asia

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 130 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait