Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Fed Kembali Tebar Sinyal 'Hawkish', Saham AS & Kripto Terkikis

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS dan pasar kripto tergeletak lemas setelah pejabat The Fed kembali buka suara tentang pengetatan kebijakan moneter. Lantas, seperti apa isi komentar tersebut? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan Selasa (27/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,4%, sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 masing-masing ambles 0,2% dan 0,1%.
  • Bahkan, nilai S&P 500 sempat menyentuh level 3.623,29 poin di perdagangan intrahari alias level terendahnya dalam dua tahun terakhir.
  • Sama seperti kemarin, pelaku pasar semakin menghindari pasar modal setelah beberapa pejabat bank sentral AS, The Fed, silih berganti menyampaikan komentar yang menegaskan niatan untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.
  • Presiden Fed St. Louis James Bullard, contohnya, kemarin mengatakan bahwa The Fed perlu mengerek suku bunga lebih tinggi lagi "untuk sementara waktu" demi mengendalikan inflasi. Sementara itu, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari ikut menyebut laju kenaikan suku bunga acuan saat ini terbilang sudah "pantas".
  • Rentetan komentar itu memperkuat sinyal bahwa The Fed tidak akan segera mengubah pandangan moneternya. Sayangnya, jika otoritas moneter tersebut bertindak terlalu hawkish, maka pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi taruhannya.
  • Asal tahu saja, kenaikan suku bunga acuan yang terlalu tinggi bisa menghambat pertumbuhan konsumsi dan investasi, dua motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut tentu membuat berinvestasi di pasar saham menjadi tidak menarik.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: IHSG Tergeletak Lemas, Tapi Aset Kripto Tampil Ngegas!

Aset Kripto

  • Nilai aset kripto mulai mundur teratur setelah mengalami reli hebat kemarin. Melansir Coinmarketcap pukul 07.32 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat terseret ke zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, melemah 1.12% dalam 24 jam terakhir dan kini berada di US$19.107 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) luntur 0,43% ke US$1.335 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya tertimpa nasib serupa. Nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) lunglai lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, terdapat pula nilai Polkadot (DOT) dan Solana (SOL) yang kompak tumbang lebih dari 3% di saat bersamaan.
  • Di jajaran aset kripto utama, terdapat XRP yang menyandang status sebagai jongos setelah nilainya melemah 4,89% dalam sehari terakhir.
  • Pergerakan aset kripto terlihat volatil selepas penutupan pasar saham AS, mengindikasikan bahwa pelaku pasar tampaknya sedang menghindari risiko selepas melihat kinerja pasar modal AS yang melempem.
  • Hal ini dapat dimaklumi mengingat pelaku pasar kripto selalu mengacu pada pasar saham AS untuk melihat selera risiko investor secara umum.
  • Di samping itu, pelaku pasar tampaknya juga mencerna jajaran komentar pejabat The Fed yang kembali menegaskan pentingnya pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi. Meski demikian, analis menganggap bahwa pelaku pasar sudah melakukan priced in sepenuhnya atas kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin pertengahan bulan ini.
  • Kemudian, nilai aset kripto juga terhantam oleh penguatan nilai Dolar AS. Sekadar informasi, nilai indeks Dolar AS pada pukul 07.48 WIB menyentuh level 114,40 atau menanjak 0,62% dibanding kemarin.
  • Pelaku pasar tentu akan melepas aset kripto miliknya ketika nilai sang aset greenback terlihat menjanjikan. Tak heran, analis kemudian menemukan bahwa pergerakan nilai aset kripto berkorelasi negatif dengan laju Dolar AS.

Baca Juga: Pluang Insight: Apakah Kutukan 'Septembear' di Pasar Kripto Akan Terulang Tahun Ini?

Emas

  • Harga emas di pasar spot berada di US$1.625 per ons pada pukul 07.52 WIB, melemah dari US$1.631 per ons sehari sebelumnya.
  • Tadinya, nilai sang logam mulia sempat bangkit setelah nilai indeks Dolar AS terpukul. Namun, harga emas kemudian kembali berbalik arah setelah nilai sang aset greenback itu kembali memantul di Kamis pagi.
  • Kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait