Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG Tergeletak Lemas, Tapi Aset Kripto Tampil Ngegas!

Selamat sore, Sobat Cuan! IHSG tampak tergeletak lemas terjangkit "demam" resesi. Namun, aset kripto tetap melangkah pasti, bahkan LUNC masih keluar sebagai juara! Apa yang terjadi? Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memasang wajah kecut pada hari ini. Pasalnya, ia undur dari dari sesi perdagangan Selasa (27/9) di level 7.112,44 poin alias melemah 0,21% dibanding sebulan sebelumnya.

Sang indeks domestik memang terlihat tak berdaya sejak awal sesi perdagangan. Pasalnya, ia tak sedikit pun menyembul ke zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Hal ini membuat IHSG berada di zona merah selama tiga hari beruntun untuk pertama kalinya di September.

Adapun biang kerok lesunya kinerja pasar domestik sore ini adalah aksi jual pelaku pasar. Ya, pelaku pasar sepertinya masih takut dengan ancaman resesi global tahun depan sehingga mereka tak bernafsu mengoleksi saham-saham emiten domestik.

Apalagi, kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga memprediksi bahwa ekonomi global bisa terjungkir ke jurang resesi tahun depan menyusul pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Imbasnya, pelaku pasar pun melepas saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar yang biasanya berkinerja moncer kala pertumbuhan ekonomi tokcer, seperti perbankan dan teknologi. Sebagai contoh, nilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,48% sementara nilai saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) lunglai 1,56%.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Bank Sentral 'Lomba' Kerek Bunga Acuan, Pendiri LUNA Jadi Buronan

Aset Kripto

Aset kripto masih menunjukkan tajinya di Selasa sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15.16 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih betah di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Pasar kripto bersemi setelah pelaku pasar masih melakukan mode akumulasi demi memanfaatkan pelemahan harga aset kripto kemarin (buy the dip). Ternyata, bagi sebagian trader, harga BTC yang berada di kisaran US$18.000 beberapa hari terakhir dianggap sebagai peluang utama untuk memborong aset kripto.

Apabila dilihat dari sisi teknikal, seperti dijelaskan pada Pasar Sepekan edisi pekan lalu, pelaku pasar sepertinya memaksa BTC untuk membentuk titik tertinggi barunya (higher high) agar tercipta pola uptrend. Asal tahu saja, pola uptrend terbentuk jika perjalanan pergerakan harga sebuah aset memiliki pola Higher High Higher Low (HH HL).

Terlebih, pelemahan nilai Dolar AS juga menjadi angin segar bagi pasar kripto sore ini. Pelaku pasar tentu akan menukarkan kembali Dolar AS menjadi aset kripto ketika daya tarik sang aset greenback tersebut memudar.

Hanya saja, analis menganggap reli pasar kripto sore ini sebagai anomali. Pasalnya, aset kripto menguat meski situasi makroekonomi sedang tak kondusif.

Sekadar informasi, pelaku pasar menjauhi pasar aset berisiko sejak pertengahan pekan lalu ketika bank sentral AS The Fed memproyeksikan kenaikan bunga acuan yang lebih tinggi di tahun depan. Padahal, otoritas moneter itu sempat menebar janji manis ingin melonggarkan kebijakan moneternya di 2023.

Di samping itu, cuaca pasar kripto yang cerah juga terjadi meski kinerja pasar modal AS terlihat amburadul kemarin. Biasanya, pergerakan pasar kripto selalu mengikuti laju pasar saham AS karena pelaku pasar kripto selalu menggunakan performa pasar modal sebagai tolok ukur selera risiko secara umum.

Lebih lanjut, sama seperti pagi tadi, Terra Classic (LUNC) menjadi bintang panggung pasar kripto sore ini setelah nilainya melesat 38,95% dalam 24 jam terakhir.

Hal ini terjadi setelah platform exchange kripto Binance mengumumkan skema baru "pembakaran" koin LUNC untuk menguras jumlah pasokannya di platform tersebut. Keputusan itu merupakan buah dari permintaan komunitas Terra yang ingin memulihkan reputasi LUNC setelah nilai stablecoin UST dan LUNC longsor pada Mei lalu.

Baca Juga: Pluang Insight: Apakah Kutukan 'Septembear' di Pasar Kripto Akan Terulang Tahun Ini?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait