Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Pasar Kripto Mulai Merona, Duo LUNC & LUNA Jadi Primadona!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Pasar kripto mulai bersemi pagi ini setelah volume trading pada Senin (26/9) membaik. Namun, di antara seluruh koin, LUNC terlihat paling unggul! Apa yang terjadi dengan LUNC? Simak selengkapnya di sini!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) tak berdaya mengawali pekan. Nilai Nasdaq melorot 0,6%, sementara nilai S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing ambles 1% dan 1,1%.
  • Pelaku pasar lagi-lagi menjauhi pasar modal setelah khawatir bahwa ekonomi AS akan benar-benar jatuh ke dalam jurang resesi.
  • Kekhawatiran tersebut muncul setelah The Fed pada pekan lalu memproyeksikan kenaikan bunga acuan di tahun depan meski sebelumnya sesumbar ingin melonggarkan kebijakan moneter di 2023.
  • Selain itu, pelaku pasar juga menangkap sinyal resesi setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun menyalip tingkat imbal hasil instrumen serupa bertenor 10 tahun. Kondisi yang disebut inverted yield curve itu selalu dipercaya pelaku pasar sebagai indikator tumbangnya pertumbuhan ekonomi AS di jangka pendek.
  • Di samping itu, rentetan komentar pejabat The Fed kemarin juga kian membuat emosi pelaku pasar berkecamuk.
  • Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, contohnya, mengatakan jalan The Fed "masih panjang" untuk menjinakkan inflasi. Sementara itu, Presiden Fed Boston Susan Collins menyebut bahwa AS membutuhkan tingkat pengangguran tinggi demi meredam inflasi.
  • Prospek ekonomi yang mendung pun menjadi petaka bagi saham teknologi dan chip semikonduktor, dua saham berkategori growth stocks yang biasanya berkinerja kinclong kala prospek ekonomi ke depan terlihat mentereng.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Ekonomi Global Diramal Mendung, IHSG & Kripto 'Nyemplung'

Aset Kripto

  • Pasar kripto justru menunjukkan situasi yang kontras. Melansir Coinmarketcap pukul 07.50 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, menguat 2,75% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$19.336 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) juga loncat 3,53% ke US$1.343 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya tak mau kalah memamerkan kinerja primanya. Nilai Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), dan Shiba Inu (SHIB) kompak melaju lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, nilai Polygon (MATIC) berhasil menanjak 3,09% di saat bersamaan.
  • Di jajaran aset kripto utama, terdapat Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) yang masing-masing menguat 5,72% dan 6,36% dalam sehari terakhir.
  • Pasar Kripto kembali bergairah setelah volume trading BTC pada Senin (26/9) kembali menguat setelah aktivitas perdagangan terlihat loyo sepanjang akhir pekan kemarin.
  • Hal ini menguatkan dugaan bahwa pelaku pasar melakukan aksi akumulasi lantaran harga BTC di kisaran US$18.000 kemarin dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan aksi borong.
  • Namun, Sobat Cuan jangan kepalang senang terlebih dulu. Pasalnya, ancaman resesi dan kengototan The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya hingga tahun depan sepertinya akan menjadi pendorong utama pelaku pasar untuk menghindari pasar aset berisiko. Akibatnya, ada kemungkinan reli aset kripto kali ini hanya berlangsung singkat.
  • Kabar lainnya, bank sentral Australia berharap bisa merilis mata uang digitalnya (Central Bank Digital Currency/CBDC) pada pertengahan 2023 mendatang. Rencana itu terungkap setelah otoritas moneter Negara Kangguru itu merilis whitepaper proyek tersebut kemarin.
  • Adapun primadona pasar kripto pagi ini jatuh ke duo koin besutan jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), yang masing-masing sukses meroket 45,56% dan 23,73% dalam sehari belakangan.
  • Nilai kedua koin tersebut melesat setelah platform exchange kripto kondang Binance mengungkap skema baru "pembakaran" koin LUNC untuk menguras jumlah pasokannya di platform tersebut.
  • Keputusan itu merupakan buah dari permintaan komunitas Terra yang ingin memulihkan reputasi LUNC setelah nilai stablecoin UST dan LUNC longsor pada Mei lalu.

Baca Juga: Pluang Insight: Apakah Kutukan 'Septembear' di Pasar Kripto Akan Terulang Tahun Ini?

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.631 per ons pada pukul 08.15 WIB, melemah dari US$1.634 per ons sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia masih lembek setelah dua musuh sengitnya, nilai Dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, masih menunjukkan keperkasaannya.
  • Sekadar informasi, kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sementara itu, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah akan membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas menjadi relatif lebih mahal.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait