Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Ekonomi Global Diramal Mendung, IHSG & Kripto 'Nyemplung'

Selamat sore, Sobat Cuan! Prospek ekonomi global yang diramal semakin amburadul membuat kinerja IHSG dan aset kripto sore ini kompak oleng. Seperti apa lengkapnya? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan wajah kecut. Ia pasrah undur diri di level 7.127,50 poin alias terkoreksi tajam 0,71% dibanding akhir pekan lalu.

Nilai IHSG memang sudah terlihat klepek-klepek sejak awal. Lihat saja, ia tak sedikit pun menyentuh zona hijau sejak awal sesi perdagangan.

Kendati demikian, IHSG ternyata tak sendirian bergulat dengan nasib apes tersebut. Pasalnya, "teman-temannya" di bursa se-antero Asia juga ikut terbenam di zona merah.

Nilai indeks Nikkei225, contohnya, terjun 2,66%. Sementara itu, nilai indeks Shanghai dan STI Singapura kompak lunglai lebih dari 1% di waktu yang sama. Sehingga, bisa dipastikan bahwa sentimen eksternal menjadi biang keladi melempemnya kinerja IHSG hari ini.

Usut punya usut, pelaku pasar seantero dunia saat ini sedang cuek dengan pasar modal lantaran mereka kembali khawatir dengan potensi resesi ekonomi global.

Ancaman tersebut muncul setelah bank sentral AS, The Fed, memutuskan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada pekan lalu. Selain itu, di dalam proyeksi kenaikan bunga jangka pendeknya (Dot Plot), otoritas moneter AS itu juga menargetkan tambahan kenaikan suku bunga acuan di tahun depan.

Sekadar informasi, kenaikan suku bunga acuan akan menyumbat pertumbuhan konsumsi dan investasi, dua faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi. Pelaku pasar tentu tidak mau terlampau optimistis dengan pasar berisiko, termasuk pasar kripto, jika prospek ekonomi terbilang mendung.

Di samping itu, pandangan buruk soal pertumbuhan ekonomi ke depan juga diramal akan melemahkan permintaan komoditas energi. Imbasnya, pada siang hari ini, harga minyak dunia sempat kembali terjatuh ke US$85 per barel untuk pertama kalinya sejak Januari tahun ini.

Kemudian, riset Moody's teranyar juga meramal bahwa kinerja keuangan sektor pertambangan global akan terhantam sentimen resesi ekonomi hingga akhir tahun nanti. Oleh karenanya, tak heran jika saham-saham sektor pertambangan menjadi beban bagi laju IHSG.

Sebagai contoh, nilai saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terjungkir 4,49% pada hari ini. Sementara itu saham emiten batu bara seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menghuni jajaran top losers di saat bersamaan.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Badai Bunga Acuan Mengadang, Market dalam Mode Bimbang

Aset Kripto

Sama seperti pagi tadi, pasar kripto masih belum mampu bangkit di Senin sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15.16 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih mendekam di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Pelaku pasar sepertinya sedang jaga jarak dengan pasar kripto menyusul situasi makroekonomi yang kurang kondusif. Asal tahu saja, sejak akhir pekan lalu, pelaku pasar memang menjauhi pasar aset berisiko setelah mereka diliputi kekhawatiran mengenai potensi resesi ekonomi.

Kendati demikian, analis mengatakan bahwa posisi harga BTC yang saat ini di kisaran US$18.000 tetap bisa memberikan sokongan kuat untuk pola uptrend ke depan. Seperti dilansir dari Coindesk, CEO BitBull Capital Joe diPasquale mengatakan BTC bisa menembus US$24.000 hingga US$26.000 per keping asal harga sang raja aset kripto tersebut tidak terjatuh lebih dalam lagi.

Di samping itu, kabar lainnya juga datang dari jaringan Terra. Seperti dikutip dari Bloomberg, otoritas kejaksaan Korea Selatan mengatakan bahwa Interpol telah merilis red notice terkait buronnya pendiri jaringan Terra, Do Kwon.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung Korea Selatan sempat menerbitkan surat penahanan bagi Kwon lantaran dirinya dituduh melanggar Undang-Undang (UU) Pasar Modal Korea Selatan terkait tumbangnya nilai stablecoin UST dan Terra Classic (LUNC) pada Mei lalu. Lembaga tersebut terpaksa meminta uluran tangan Interpol lantaran menganggap Kwon "tidak kooperatif" sepanjang penyelidikan kasus tersebut.

Baca Juga: Pluang Pagi: 'Hantu' Resesi Kembali Gentayangan, Saham AS & Kripto 'Pingsan'

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait