Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: The Fed Bikin Investor Galau, Laju Kripto Makin Kacau!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Investor saham AS sudah mulai tersenyum tipis pagi ini sementara investor kripto harus pasang raut kecewa. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Pergerakan trio indeks saham Amerika Serikat (AS) terbilang bervariasi menutup sesi perdagangan Senin (25/7). Nilai indeks Nasdaq melorot 0,41%, namun nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 masing-masing menguat 0,28% dan 0,15%.
  • Di satu sisi, mantapnya kinerja indeks Wall Street ditopang oleh kenaikan nilai saham-saham energi yang mencapai lebih dari 3%. Hal ini terjadi setelah harga minyak kembali menanjak menyusul munculnya kembali kekhawatiran pelaku pasar atas pengetatan suplai minyak.
  • Selain itu, gerak lincah saham sektor finansial juga menjadi angin segar bagi pergerakan indeks saham AS. Diketahui, nilai saham sektor tersebut melesat pasca menanjaknya kembali tingkat imbal hasil obligasi AS.
  • Sayangnya, kinerja memble saham-saham teknologi menjadi batu sandungan bagi laju indeks Wall Street kemarin. Pelaku pasar tampaknya menahan diri untuk mengoleksi saham-saham tersebut karena menanti hujan laporan keuangan raksasa teknologi AS pekan ini.
  • Sekadar informasi, Microsoft dan Google akan merilis laporan keuangannya pada Selasa (26/7). Sementara Meta Platforms dan Apple akan mengumumkan kinerja keuangannya akhir pekan ini.
  • Tak ketinggalan, pelaku pasar juga memilih wait and see menanti pengumuman suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, pada Kamis (28/7) mendatang. Analis menaksir The Fed akan mengerek suku bunga acuannya 75 basis poin pada kesempatan tersebut.

Baca Juga: Pluang Pagi: Senin Pagi Serba 'Mager', Kripto hingga Emas Lagi Keder

Aset Kripto

  • Investor kripto masih dihantui mimpi buruk di Selasa pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 08.11 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat mendarat di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, melemah 5,36% dalam 24 jam terakhir dan bercokol di US$21.098 per keping. Ether (ETH) justru melorot 8,32% dan mendarat di US$1.426 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya juga memasang raut kecut. Nilai Binance Coin (BNB) dan XRP melemah lebih dari 5% dalam sehari belakangan. Terdapat pula nilai Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) yang kompak tumbang lebih dari 6% di saat bersamaan.
  • Lebih parahnya lagi, Polygon (MATIC) dan Avalanche (AVAX) luluh di atas 9% dalam sehari belakangan.
  • Analis menduga bahwa pelemahan harga aset kripto Selasa pagi ini disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar. Kondisi itu tercermin dari data analisis on-chain terbaru yang menunjukkan bahwa trader mulai "membuang" BTC kelolaannya ke platform exchange ketika harga BTC naik 14% sepanjang pekan lalu.
  • Analis kemudian mengaitkan aksi "lempar" BTC tersebut dengan sikap pelaku pasar yang memilih "jaga jarak" dengan pasar aset berisiko menjelang pengumuman suku bunga acuan The Fed.
  • "Pasar kripto secara umum memang melemah lantaran investor menanti hasil pengumuman kebijakan moneter The Fed sebesar 75 basis poin," jelas analis senior Oanda Edward Moya seperti dikutip Coindesk. "Tak ketinggalan, memanasnya tensi geopolitik juga bisa mendongkrak nilai Dolar AS, yang ujungnya bisa memudarkan selera risiko investor."
  • Kendati demikian, dari sisi teknikal, analis melihat bahwa saat ini sejatinya adalah momen tepat untuk mengakumulasi BTC. Sebab, harga BTC sekarang berada di antara titik Exponential Moving Average 20 hari terakhir (EMA 20-day) dan EMA-nya 10 hari belakangan (EMA 10-day), sebuah area yang sering diinterpretasikan sebagai buying window.
  • Hanya saja, volume trading harian BTC sepanjang Juli sudah terlalu jor-joran dalam sembilan hari terakhir. Sehingga, ada kemungkinan pelaku pasar bakal jenuh melakukan aksi beli dan enggan memanfaatkan kondisi buying window tersebut.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.725 per ons pada pukul 08.29 WIB, menguat tipis dibanding kemarin US$1.721 per ons.
  • Kendati begitu, harga emas sejatinya terbilang berfluktuasi lantaran pelaku pasar masih memilih wait and see menjelang pengumuman suku bunga acuan The Fed.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investor Kompak Wait & See, Kripto & IHSG Gagal Tampil Seksi

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 110 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait