Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Senin Pagi Serba 'Mager', Kripto hingga Emas Lagi Keder

Selamat pagi, Sobat Cuan! Market masih lebih memilih "rebahan" mengawali pekan baru. Mengapa pasar terlihat mager? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kompak terkulai menutup perdagangan Jumat (25/7). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melorot 0,4%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq terjatuh lebih dalam masing-masing 0,9% dan 1,9%.
  • Ketiga indeks Wall Street roboh setelah saham-saham media sosial membukukan kinerja melempem.
  • Saham Snap, misalnya, ambles 39% setelah menaksir tak dapat mencapai target profitnya tahun ini lantaran tingginya inflasi dan sengitnya persaingan bisnis periklanan.
  • Langkahnya diikuti Twitter yang membukukan capaian laba, pertumbuhan pengguna, dan pendapatan triwulan II di bawah ekspektasi analis. Kendati begitu, nilai saham Twitter masih bisa melaju 0,8% pada Jumat.
  • Pada pekan ini, pelaku pasar masih fokus ke perilisan laporan keuangan emiten AS. Mereka penasaran ihwal daya tahan banting perusahaan AS dalam menghadapi inflasi tinggi, ancaman resesi, dan agresivitas kenaikan suku bunga acuan The Fed.
  • Sejauh ini, hasil pelaporan kinerja keuangan emiten AS menorehkan prestasi cemerlang. Data Reuters mencatat, sejauh ini 91 perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan melebihi prakiraan analis.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Investor Kompak Unjuk Taring, Market Rebound dengan Nyaring!

Aset Kripto

  • Aset kripto juga menunjukkan performa memble mengawali pekan ini. Melansir data Coinmarketcap pukul 08.11 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat karam ke zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, lunglai 1,15% ke US$22.296 per keping dalam 24 jam terakhir. Sementara Ether (ETH) terpeleset 0,5% ke US$1.556,51 di waktu yang sama.
  • Kinerja altcoin lainnya juga terpantau mendung. Nilai Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Polygon (MATIC) dan XRP melemah lebih dari 1%. Kemudian, nilai Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) kompak tumbang lebih dari 3% di saat bersamaan.
  • Dari sisi teknikal, kinerja ambyar kripto pagi ini disebabkan oleh ketidakmampuan BTC untuk mempertahankan diri di atas level Simple Moving Average dalam kurun 200 pekan terakhir (SMA 200-week) di angka US$22.800 di akhir pekan.
  • Pelaku pasar mencerna kondisi itu sebagai sinyal bahwa harga BTC kemungkinan tak dapat menguat lebih jauh lagi. Alhasil, mereka pun kemudian memilih aksi ambil untung ketimbang terus melakukan akumulasi di bursa kripto.
  • Sekadar informasi, SMA 200-week selama ini digunakan pelaku pasar untuk mengukur kekuatan harga instrumen aset untuk keluar dari jeratan titik bottom. Jika harga sebuah aset mampu menembus SMA 200-week dan bertahan dalam jangka waktu lama, maka harga aset itu dipercaya sudah melalui masa-masa bottom-nya.
  • Kendati demikian, analis tetap merasa bahwa daya tahan BTC terhadap sentimen makroekonomi semakin kuat. Hal itu terbukti dari harga aset-aset kripto yang tak terjun bebas setelah pengumuman inflasi AS Juni sebesar 9,1% pertengahan bulan ini.
  • "Selain itu, kabar mengenai aksi Tesla yang menjual BTC besar-besaran juga tidak mengguncang harga aset kripto," jelas CEO BitBull Joe DiPasquale seperti dikutip Coindesk. "Ini tentunya menjadi sinyal positif bagi para kaum bull."
  • Kini, pelaku pasar tengah mengantisipasi kebijakan moneter teranyar The Fed yang sedianya diumumkan Kamis (28/7) mendatang.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.721,96 per ons pada pukul 08.31 WIB, melemah dibanding akhir pekan lalu US$1.727 per ons.
  • Pelaku pasar sejatinya memilih aksi wait and see karena mengantisipasi pengumuman suku bunga acuan The Fed pekan ini.
  • Jika The Fed mengerek suku bunga acuannya, maka tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap akan kembali meningkat. Hal itu, tentu saja, akan melukai pergerakan harga emas ke depan.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Tesla 'Cuci Gudang' Bitcoin, Inflasi Inggris Makin Bikin Pusing!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 110 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait