pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Saham AS & Kripto Kompak Meraba Kestabilan di Senin Pagi

Selamat beraktivitas kembali, Sobat Cuan! Memulai kegiatanmu hari ini, yuk simak ulasan kinerja pasar Senin pagi (23/5) di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Indeks saham Amerika Serikat (AS) mencoba berjibaku pada perdagangan Jumat (23/5). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) tumbuh 0,04%, sementara nilai S&P 500 ditutup flat dan Nasdaq melemah 0,3%.
  • Awalnya, indeks saham AS terjun bebas di awal sesi perdagangan karena performa buruk saham-saham ritel. Hal ini terjadi setelah beberapa emiten sektor tersebut kembali melaporkan laporan keuangan kuartalan yang mengecewakan.
  • Nilai saham Ross Stores, misalnya, ambles lebih dari 22% setelah hasil laporan keuangannya di kuartal I di bawah estimasi analis Wall Street. Ross Stores mengekor Target dan Walmart yang sebelumnya kompak merilis laporan keuangan kuartalan memble di awal pekan lalu.
  • Pelaku pasar menilai, melempemnya kinerja keuangan sektor ritel tersebut merupakan bukti bahwa daya beli masyarakat tengah tertekan gara-gara inflasi. Akibatnya, bank sentral The Fed dipercaya bakal terus mengerek suku bunganya secara agresif.
  • Peristiwa tersebut membuat nilai indeks saham AS terkulai 20% dari titik tertingginya sepanjang masa, sekaligus mengonfirmasi bahwa indeks Wall Street resmi masuk teritori bearish.
  • Untungnya, indeks saham AS berhasil memantul berkat kinerja apik saham teknologi. Tercatat, saham seperti Meta Platforms dan Apple sukses loncat 1% di akhir perdagangan setelah pelaku pasar memborong saham-saham tersebut mumpung sedang murah (buy the dip).
  • Di samping itu, Wall Street juga mendapat sokongan angin segar dari kinerja apik saham real estat dan pelayanan kesehatan. Tak ketinggalan, saham sektor energi juga berhasil menopang indeks saham AS setelah harga minyak dunia merangkak naik.

Baca juga: Pasar Sepekan: Setelah Lelah Terbenam, Market Mulai Mencoba 'Balas Dendam'!

Aset Kripto

  • Sementara itu, pasar kripto pagi ini sukses melaju ke zona hijau meski memang pergerakannya masih terbilang stagnan jika dibanding sepekan sebelumnya.
  • Melansir Coinmarketcap pukul 08.09 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah berkutat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, tumbuh 2,48% ke US$30.202 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) melaju 2,79% ke US$2.034,6 per keping.
  • Altcoin lainnya pun mengikuti performa dua dedengkot aset kripto tersebut. Nilai Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), dan XRP masing-masing tumbuh di atas 2% dalam sehari terakhir. Sementara itu, Polkadot (DOT) dan Dogecoin (DOGE) tumbuh masing-masing di atas 1%.
  • Avalanche (AVAX), di sisi lain, berhasil menanjak 5,42% dalam 24 jam terakhir.
  • Secara umum, harga-harga aset kripto masih mencoba menjaga titik support barunya yang mereka raih pada pekan lalu. Kendati demikian, analis mengatakan bahwa pekerjaan rumah aset kripto berikutnya adalah menembus level resistance-nya agar laju aset kripto bisa kembali kinclong.
  • "Seperti Bitcoin, ia harus menembus level resistance kuat di US$31.000 hingga US32.000 per keping agar bisa mengalami upside," jelas CEO BitBull Capital, Joe DiPasquale kepada Coindesk.
  • Meski demikian, analis masih menganggap bahwa pasar aset kripto masih tetap berada di ranah bearish. Pelaku pasar disinyalir masih belum berani all out di bursa kripto karena khawatir atas ketidakpastian makroekonomi dan rencana kebijakan moneter agresif The Fed.
  • Selain itu, pelaku pasar kripto juga masih mencerna niatan Dewan Legislatif AS plus pemerintahan tujuh negara maju (G7) untuk menyusun regulasi aset kripto sebagai imbas atas kasus yang melanda stablecoin Terra, UST.
  • "(Berkaca dari hal-hal di atas) maka pelaku pasar masih berpotensi melakukan aksi harga, baik positif maupun negatif," imbuh DiPasquale.
  • Adapun bintang utama kripto kali ini adalah Zilliqa (ZIL) yang nilainya sukses naik 10,1% dalam sehari terakhir. Hal ini terjadi setelah protokol tersebut meluncurkan jaringan penasihat global yang fokus mencari proyek-proyek Web3 potensial bernama Web3 Alliance.

Emas

  • Harga emas di pasar spot menyentuh level US$1.850,06 per ons pada pukul 08.54 WIB atau tumbuh 0,19% dibanding akhir pekan lalu.
  • Nilai sang logam mulia menemukan momentumnya setelah nilai Dolar AS kembali melemah Senin pagi.
  • Sekadar informasi, pelemahan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi mereka yang jarang menggenggam emas. Imbasnya, permintaan akan emas pun akan bertambah.
  • Namun, di saat yang sama, pelaku pasar juga masih mencerna komentar Presiden The Fed St. Louis James Bullard yang kembali menegaskan bahwa otoritas moneter AS itu menargetkan mengerek suku bunga acuan hingga 3,5% di akhir tahun demi mengekang inflasi.

Baca juga: Kabar Sepekan: RI Buka Ekspor Minyak Goreng, Surplus Dagang Kian Nge-Jreng!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES