Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: The Fed Bikin Investor Panik, Saham AS & Kripto Makin Tercekik!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Saham AS dan aset kripto semakin terperosok gara-gara investor kompak mengantisipasi simposium akbar The Fed di Jackson Hole akhir pekan ini. Simak ulasannya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan nasib malangnya sejak akhir pekan lalu. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terpeleset 1,9%, sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 masing-masing melemah 2,6% dan 2,1% menutup perdagangan Senin (22/8).
  • Keperkasaan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS rupanya menjadi petaka bagi pergerakan indeks Wall Street kemarin.
  • Hal ini terjadi setelah pelaku pasar mengantisipasi pertemuan akbar bank sentral AS The Fed di Jackson Hole pada akhir pekan ini.
  • Dalam pertemuan itu, mereka yakin The Fed akan menegaskan kembali sikapnya untuk mengetatkan kebijakan moneter demi meredam inflasi AS yang masih bertengger di puncak.
  • Sayangnya, penguatan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi momok bagi saham-saham teknologi.
  • Sebab, pelaku pasar kerap membandingkan return saham berkategori growth stocks, yang merupakan kelompok saham paling berisiko, dengan imbal instrumen berpendapatan tetap.
  • Alhasil, nilai saham Alphabet, Microsoft, dan Meta Platforms kompak melorot lebih dari 2% kemarin.
  • Selain itu, indeks Wall Street semakin terluka parah pasca nilai saham Netflix merosot lebih dari 6% kemarin.
  • Ini terjadi setelah perusahaan riset investasi CFRA menurunkan peringkat saham Netflix dari "sell" menjadi "hold". Tak ketinggalan, CFRA juga menurunkan target harga saham Netflix dari US$345 menjadi US$238 di akhir tahun nanti lantaran kinerja perusahaan streaming ngetop itu diramal melempem di semester II 2022.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: IHSG Melorot Drastis, Aset Kripto Berada di Titik Kritis!

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, sebagian besar aset kripto utama masih belum siuman mengawali Selasa (23/8). Sementara itu, sebagian lainnya kembali bersemi meski pergerakannya terbilang ngadat.
  • Melansir Coinmarketcap pukul 08.04 WIB, enam dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih terbenam di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, merosot 0,65% dalam sehari terakhir dan kini mendarat di US$21.330 per keping. Tetapi, nilai Ether (ETH) justru malah melaju 0,68% ke US$1.622 per keping di waktu yang sama.
  • Tak hanya ETH saja yang berhasil selamat pagi ini. Nilai Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Polygon (MATIC) sukses menanjak di bawah 1% dalam 24 jam terakhir.
  • Hanya saja, Solana (SOL) dan Shiba Inu (SHIB) tumbang lebih dari 2% dalam sehari belakangan. Kemudian, terdapat pula nilai Binance Coin (BNB) yang ambyar 1,06% di saat bersamaan.
  • Sama seperti kemarin, pelaku pasar masih diselimuti kekhawatiran soal ancang-ancang pengumuman pengetatan suku bunga acuan The Fed dalam pertemuan Jackson Hole akhir pekan ini.
  • Tadinya, Pada bulan lalu, pelaku pasar sempat acuh terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed. Ini terjadi setelah Ketua The Fed Jerome Powell membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter selepas September.
  • Hanya saja, dalam risalah rapat Juli (minutes of meeting) yang dirilis pekan lalu, The Fed justru menyatakan tetap ngotot mengerek bunga acuan demi mengekang inflasi.
  • Makanya, kini mereka menantihasil rapat Jackson Hole untuk mencari kepastian pengetatan atau pelonggaran kebijakan moneter AS ke depan.
  • "Momentum penguatan Bitcoin akhirnya menguap gara-gara kinerja aset berisiko melemah jelang simposium Jackson Hole," jelas analis senior Oanda Edward Moya seperti dikutip Coindesk.
  • Di sisi lain, harga ETH masih mampu bertahan setelah perusahaan penyedia data aset digital Kaiko melaporkan bahwa investor mulai kembali merangsek ke pasar berjangka ETH setelah harganya sempat menyentuh di bawah US$1.600.
  • Kuat dugaan, investor di pasar derivatif ETH semakin bergairah jelang pembaruan jaringan utama Ethereum, atau kerap dikenal dengan The Merge, yang dijadwalkan pada 15 September mendatang.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.739 per ons pada pukul 08.22 WIB, melemah dari US$1.745 per ons di periode yang sama kemarin.
  • Kali ini, keperkasaan nilai Dolar AS terpaksa bikin harga emas putar balik.
  • Nilai indeks Dolar AS pada pukul 07.00 WIB sempat menyentuh level 109, melesat tajam dibanding waktu sama sehari sebelumnya 108,18.
  • Asal tahu saja, penguatan nilai Dolar AS membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas pun kian melemah.
  • Nilai Dolar AS semakin kokoh akibat antisipasi investor terhadap pengetatan suku bunga acuan AS yang diramal akan diumumkan dalam pertemuan Jackson Hole mendatang.

Baca Juga: Pluang Pagi: Awali Pekan, Aset Kripto Mendadak Tampil Menawan

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait