Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Awali Pekan, Aset Kripto Mendadak Tampil Menawan

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali pekan ini, aset kripto kembali bersemi perlahan setelah diguyur nasib buruk sepanjang pekan lalu. Apa yang terjadi? Yuk, simak selengkapnya di Pluang Pagi!

Indeks Saham AS

  • Nilai tiga indeks saham AS kompak terjungkal menutup sesi perdagangan Jumat (19/8). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,9%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing 1,3% dan 2%.
  • Pelaku pasar terlihat jaga jarak dengan pasar modal lantaran khawatir bahwa Ketua The Fed Jerome Powell bakal bersikap hawkish dalam pidato di acara tahunan Jackson Hole pekan depan.
  • Bulan lalu, Powell sempat mengatakan The Fed membuka peluang pengetatan kebijakan moneternya selepas September 2022. Namun, di dalam risalah rapat The Fed Juli (minutes of meeting) yang dirilis Rabu (17/8), bank sentral AS tersebut malah menegaskan tetap akan mengerek suku bunga acuannya hingga inflasi AS benar-benar padam.
  • Tak ketinggalan, pejabat The Fed pun silih berganti menyuarakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga acuan bulan depan.
  • Presiden The Fed St. Louis James Bullard, misalnya, mendukung kenaikan bunga acuan 75 basis poin bulan depan demi menekan inflasi AS secara drastis.
  • Kecemasan pelaku pasar atas pengetatan moneter tersebut membuat mereka hijrah ke instrumen aset yang lebih aman, khususnya obligasi pemerintah AS. Imbasnya, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS pun menanjak.
  • Sayangnya, kondisi tersebut menjadi buah simalakama bagi saham-saham teknologi. Maklum, pelaku pasar selalu membandingkan return saham-saham berkategori growth stocks yang terbilang sangat berisiko dengan instrumen berpendapatan tetap.
  • Alhasil, nilai saham Meta Platforms luntur lebih dari 3% kemarin, diikuti oleh saham Google dan Amazon.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Sentimen Makro Kian Bikin Pusing, Market Pun Terombang-ambing

Aset Kripto

  • Kondisi berbeda justru ditampakkan oleh pasar kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 08.16 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sedunia sukses mendarat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, menguat 1,03% dalam 24 jam terakhir dan kini bertengger di US$21.423 per keping. Sementara Ether (ETH) ikut loncat 1,4% ke US$1.603 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun ikut menanjak tipis. Nilai XRP, Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT) kompak menanjak lebih dari 1% dalam sehari terakhir. Sementara nilai Solana (SOL) dan Polygon (MATIC) meningkat lebih dari 2% di waktu bersamaan.
  • Di antara jajaran aset kripto utama, terdapat nilai Binance Coin (BNB) yang membukukan pertumbuhan nilai paling jumbo yakni 5,46% dalam 24 jam terakhir.
  • Harga aset kripto mengalami technical rebound pada Senin pagi. Dengan kata lain, pelaku pasar mulai capek melakukan aksi jual dan memilih untuk kembali menyicil akumulasi aset kripto.
  • Hal ini juga mereka lakukan setelah melihat harga BTC sukses mengambang di atas US$21.500 di akhir pekan. Biasanya, volume trading yang tipis selalu menyeret harga aset kripto di akhir pekan.
  • Kendati demikian, sentimen yang mengerubungi pasar kripto, khususnya makroekonomi, masih belum berpihak terhadap investor.
  • Pada akhir pekan lalu, perilisan inflasi Inggris dan Jerman yang kian meradang sempat mengantar harga aset kripto terjun bebas. Selain itu, pelaku pasar juga menanti pidato Powell dalam perhelatan tahunan The Fed Jackson Hole pekan ini.
  • "Namun, jika konsolidasi harga BTC tetap kokoh menjelang September, maka seharusnya itu bisa menjadi sinyal positif bagi BTC. Apalagi jika BTC tidak nyemplung ke bawah level US$18.000," jelas CEO BitBull Capital Joe DiPasquale seperti dikutip Coindesk.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.745,92 per ons, melorot dari posisi akhir pekan US$1.747 per ons.
  • Nilai sang logam mulia tertekan setelah pelaku pasar mengantisipasi pernyataan The Fed dalam perhelatan Jackson Hole di akhir pekan ini.

Baca Juga: Kabar Sepekan: RI Punya Uang Kertas Anyar, Elon Musk Kembali Bikin Gempar!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait