Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Proyeksi Bunga Fed Bikin Merinding, Saham AS & Kripto Terbanting!

Selamat pagi, Sobat Cuan! The Fed akhirnya mengumumkan kenaikan suku bunga acuannya yang sesuai ekspektasi pasar semalam. Namun, pelaku pasar ternyata justru lebih fokus pada poin lain di pengumuman The Fed yang ujungnya membuat kinerja saham AS dan kripto luntur. Apa poin tersebut? Yuk, simak selengkapnya di Pluang Pagi!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) semakin tak berdaya menutup sesi perdagangan Rabu (21/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 masing-masing melorot 1,7%, sementara nilai Nasdaq terjungkal 1,8%.
  • Trio indeks Wall Street terlihat jungkat-jungkit antara zona merah dan zona hijau sepanjang sesi perdagangan sebelum berakhir di teritori negatif. Adapun musabab utamanya adalah reaksi pelaku pasar terhadap hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS The Fed dini hari tadi.
  • Semalam, The Fed mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin demi mengekang inflasi AS yang masih bertengger di puncak.
  • Langkah tersebut sejatinya sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Hanya saja, pelaku pasar justru lebih fokus kepada komentar Ketua The Fed Jerome Powell selepas rapat tersebut.
  • Rupanya, Powell memberi sinyal bahwa The Fed masih punya ruang untuk mengerek suku bunga acuannya hingga 4,4% di akhir tahun, lebih tinggi dari proyeksi awal yakni 3,8%.
  • Bahkan, menurut Dot Plot yang dirilisnya, The Fed juga menargetkan suku bunga acuan bertengger di 4,6% pada akhir 2023. Hal itu ditengarai bisa menghantam kinerja aset berisiko, sehingga pelaku pasar pun memilih minggat dari pasar saham menuju pasar aset yang lebih aman, utamanya obligasi pemerintah AS dan Dolar AS.
  • Pelaku pasar juga khawatir bahwa pengetatan kebijakan moneter The Fed akan semakin menyumbat pertumbuhan ekonomi AS.
  • Imbasnya, kinerja saham-saham berkategori growth stocks, alias saham yang berkinerja oke kala pertumbuhan ekonomi stabil seperti teknologi dan barang sekunder, ikut kena getahnya.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: 'Horor' The Fed Kian Mencekam, IHSG & Kripto Bernasib Runyam!

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, kinerja pasar kripto juga terlihat amburadul pada Kamis pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.05 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat mendekam di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, melandai 2% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$18.519 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) melorot 5,66% ke US$1.249 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya juga memasang wajah yang tak kalah kecut. Nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) menguat di bawah 1% dalam sehari terakhir. Sementara duo koin meme Shiba Inu (SHIB) dan Dogecoin (DOGE) kompak mundur lebih dari 1% di waktu yang sama.
  • Selain itu, terdapat pula nilai Polkadot (DOT) dan Solana (SOL) yang ambles lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir. Polygon (MATIC), di sisi lain, pasrah terjungkir 4,23% di saat bersamaan.
  • Sama seperti yang terjadi di pasar modal, harga aset kripto berguguran setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuannya tadi malam.
  • Namun, pelaku pasar sepertinya lebih bereaksi keras terhadap poin penting rapat FOMC lainnya, yakni proyeksi kenaikan suku bunga acuan The Fed di dua tahun berikutnya.
  • Pelaku pasar menganggap pasar aset berisiko tentu menjadi tidak menarik dalam jangka menengah jika The Fed terus mengerek suku bunga acuannya hingga tahun depan. Akibatnya, pelaku pasar pun memilih jaga jarak dari pasar aset berisiko, termasuk aset kripto.
  • Selain itu, pengumuman suku bunga acuan The Fed juga sukses menambah keperkasaan nilai Dolar AS. Sekadar informasi, nilai indeks Dolar AS pada pukul 07.15 WIB berada di 111,6, alias berada di area tertingginya dalam 20 tahun terakhir.
  • Sayangnya, hal itu hanya akan menekan kinerja aset kripto. Pasalnya, pelaku pasar tentu akan menukarkan aset kriptonya dengan Dolar AS ketika nilai sang aset greenback tersebut terlihat menggiurkan.

Baca Juga: Pluang Insight: Faktor Makroekonomi Apa Saja yang Pengaruhi Pasar Kripto?

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.662 per ons pada pukul 07.20 WIB, melemah tipis dibanding US$1.664 per ons sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia tak berdaya setelah "digebuk" dua musuh bebuyutannya, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai Dolar AS, yang tampil perkasa selama sehari terakhir.
  • Sekadar informasi, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas menjadi lebih mahal. Sementara itu, kenaikan nilai Dolar AS juga membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.
  • Asal tahu saja, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Dolar AS menanjak setelah The Fed mengumumkan kenaikan dan proyeksi kenaikan suku bunga acuannya semalam.

Baca Juga: Pluang Pagi: The Fed Bikin Nyali Investor Kian Ciut, Saham AS & Kripto Kecut

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait