pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Investor Kembali Grogi, Kripto & Saham AS Gagal Unjuk Gigi

Selamat pagi, Sobat Cuan! Pada Rabu pagi (2/3), market nampaknya mulai kembali jungkat-jungkit. Indeks saham Amerika Serikat (AS) masih terlihat memble, sementara laju aset kripto mulai melambat, bahkan sebagian di antaranya malah putar balik. Yuk, simak ulasannya di Pluang Pagi berikut!

Aset Kripto

Kondisi pasar aset kripto Selasa pagi ini terlihat bervariasi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.49 WIB, hanya empat dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat yang sukses ngaso di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, bertengger di US$44.174,44 per keping alias tumbuh 1,63% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Binance Coin (BNB) ikut lompat 2,26% ke US$407,7 per keping di waktu yang sama.

Nasib serupa juga dialami oleh Terra (LUNA) dan Avalanche (AVAX) yang nilainya tumbuh masing-masing 0,82% dan 1,11% dalam sehari terakhir.

Sayangnya, altcoin lainnya malah meredup. Lihat saja nilai Ether (ETH), XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL) yang masing-masing tumbang 0,2%, 1,34%, 2,44%, dan 1,24%.

Secara umum, kondisi pasar kripto yang bergerak "ke sana kemari" disebabkan kombinasi menguatnya aksi jual dan melemahnya aksi beli.

Di satu sisi, beberapa pelaku pasar masih melakukan aksi beli lantaran percaya bahwa adopsi aset kripto akan meningkat setelah AS menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia.

Namun di sisi lain, pelaku pasar lainnya malah melakukan aksi jual dengan motif mengambil untung (profit taking). Maklum, nilai aset kripto dalam sehari terakhir memang melaju kencang, bahkan pertumbuhannya hingga mencapai dua digit.

Namun, di sisi lain, pelaku pasar nampaknya mengambil langkah antisipatif lantaran bulan Maret memang dikenal sebagai bulan berdarah bagi aset berisiko, termasuk kripto. Apalagi, ketidakpastian geopolitik di Eropa timur dan "tebak-tebak buah manggis" atas kebijakan moneter The Fed diramal bakal memperparah volatilitas harga kripto di bulan ini.

"Jika pelaku pasar semakin grogi terhadap potensi kenaikan suku bunga Fed yang agresif, maka bukan tidak mungkin harga BTC bisa kembali melorot di bawah US$40.000 per keping," jelas analis senior OANDA Edward Moya seperti dikutip Coindesk.

Adapun kabar kripto lainnya datang dari Uni Eropa. Setelah sempat mengajukan regulasi yang melarang aktivitas kripto berbasis algoritma konsensus Proof of Work di benua biru tersebut, parlemen Eropa malah dikabarkan membatalkan rencana tersebut.

Indeks Saham AS

Trio indeks saham AS kembali mengalami hari buruk pada Selasa (1/3). Pasalnya, nilai indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak lunglai 1,6%, sementara nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melorot 1,8%.

Lesunya performa trio indeks Wall Street terjadi gara-gara gugurnya saham sektor finansial, baik saham bank regional maupun bank-bank besar di AS.

Pelaku pasar nampaknya masih menjauhi saham sektor keuangan AS setelah mencemaskan timbulnya dampak negatif dari sanksi ekonomi AS terhadap Rusia. Sekadar informasi, pada pekan ini, AS kembali menjatuhkan sanksi berupa pembekuan aset bank sentral Rusia di lingkup sistem finansial AS.

Apalagi, Rusia nampaknya enggan menarik mundur pasukannya dari Ukraina meski AS sudah menghujam Rusia dengan rentetan sanksi ekonomi. Hal ini bikin pelaku pasar khawatir bahwa AS akan menambah sanksinya dan membuat industri jasa keuangan AS makin kehilangan pasarnya di Rusia.

Selain karena perkara sanksi, lesunya saham finansial kemarin juga disebabkan oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed kemungkinan tidak akan agresif dalam mengerek suku bunga acuannya gara-gara masalah geopolitik Rusia dan Ukraina.

Asal tahu saja, kenaikan suku bunga The Fed yang kencang akan mendongkrak bunga pinjaman. Kemudian, kenaikan bunga pinjaman akan menjadi kesempatan bagi perbankan untuk memperbaiki margin bunga bersihnya. Sehingga, jika The Fed tidak menaikkan suku bunganya dengan tinggi, maka kemungkinan perbankan untuk mendulang cuan signifikan juga semakin rendah.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Rekor Lagi, Kripto Gak Capek Unjuk Gigi!

Emas

Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.933,17 per ons pukul 08.14 WIB, menguat dibanding US$1.905,99 per ons sehari sebelumnya.

Nilai sang logam mulia kembali merangkak seiring pamornya sebagai aset safe haven kembali naik daun. Ya, pelaku pasar nampaknya masih mengantisipasi prospek ekonomi ke depan setelah Rusia masih ogah mundur dari Ukraina meski sanksi-sanksi ekonomi AS dan negara barat terus menghujam Rusia.

Selain itu, harga emas juga ditopang oleh melemahnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sekadar informasi, yield obligasi AS yang letoy membuat opportunity cost menggenggam emas menjadi murah, sehingga investor lebih memilih menggenggam emas.

Baca juga: Kabar Sepekan: Rusia Kena Sanksi Bejibun, Harga Minyak Naik ke Ubun-Ubun

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES