Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pluang Pagi: Saham AS Rekor Lagi, Aset Kripto Ogah Unjuk Gigi
shareIcon

Pluang Pagi: Saham AS Rekor Lagi, Aset Kripto Ogah Unjuk Gigi

19 Nov 2021, 1:35 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Pluang Pagi: Saham AS Rekor Lagi, Aset Kripto Ogah Unjuk Gigi

Selamat pagi, Sobat Cuan! Tak terasa sudah menjelang akhir pekan, ya. Kendati begitu, situasi pasar pagi ini tak kalah menarik, lho! Yuk, simak bersama di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat terlihat semringah pada sesi perdagangan Kamis (18/11) . Bahkan, dua di antaranya mencapai rekor terbarunya.

S&P 500 undur diri di sesi perdagangan kemarin dengan bertengger di 4.704,54, alias melonjak 0,34%. Sementara itu, indeks Nasdaq ditutup di 15.993,71 atau naik 0,45% dibanding sehari sebelumnya. Keduanya sukses mencetak nilai tertingginya sepanjang masa dalam sesi tersebut.

Di sisi lain, nilai indeks Dow Jones Industrial Average ikut naik 0,16% ke 35.870,95.

Kinerja indeks saham AS yang tokcer disebabkan oleh performa apik saham-saham sektor ritel setelah raksasa toko eceran AS menorehkan kinerja keuangan yang mumpuni di kuartal III. Nilai saham Macy’s, contohnya, kemarin melambung 21,1% sementara nilai saham Kohl melonjak 10,6% setelah mengerek proyeksi pendapatannya hingga akhir tahun.

Selain itu, ketiga indeks saham Wall Street terbang makin tinggi setelah saham Apple terdongkrak 2,85% di waktu yang sama. Peristiwa ini terjadi setelah terdapat laporan bahwa perusahaan besutan Steve Jobs tersebut berencana untuk mengembangkan lini bisnis mobil listriknya.

Tak hanya Apple, saham produsen chip semikonduktor NVIDIA juga ikutan manggung dengan tumbuh 8,25% setelah melaporkan hasil penjualan dan laba yang melebihi ekspektasi.

Aset Kripto

Awan mendung sepertinya enggan sirna dari atas pasar kripto pagi hari ini. Pada pukul 06.30 WIB, harga Bitcoin (BTC) merosot di bawah level psikologis US$60.000 setelah amblas 5,06% dalam sehari terakhir.

Nasib serupa juga dialami oleh rival bebuyutan Bitcoin, yakni Ether (ETH). Harganya tercatat melorot 7,26% dalam 24 jam terakhir dan kini bertengger tepat di bawah level US$4.300 per keping.

Secara umum, sebanyak 17 dari 20 aset kripto yang terdaftar di CoinDesk-20 terjebak di zona merah pagi hari ini. Aksi jual investor, yang diduga bermotif cut-loss, menjadi biang keladi amblasnya harga koin-koin dunia maya tersebut.

Meski demikian, pasar kripto yang mendung bisa saja berubah cerah mengingat banyaknya kabar ihwal adopsi kripto yang meluas. Salah satunya datang dari perusahaan pertambangan asal Singapura Bitdeer Technologies yang berencana untuk melantai di bursa Nasdaq melalui perusahaan cangkang senilai US$4 miliar yang dibentuk secara merger dengan Blue Safari Group Acquisition Corp.

Kemudian, regulator Kanada juga telah menyetujui jasa kustodian berbasis Bitcoin yang dicetus Fidelity. Melalui jasa ini, maka lembaga jasa keuangan Kanada, mulai dari dana pensiun hingga manajemen investasi, bisa memutar dana kelolaannya di pasar kripto.

Baca juga: Pluang Pagi: Harga BTC Rekor, Indeks Saham AS Makin Gacor!

Emas

Harga emas terlihat di level US$1.858,64 per ons pada pukul 08.00 WIB, turun 0,45% dalam sehari terakhir. Harga emas berjangka untuk kontrak Desember juga mengekor dengan turun 0,54%ke level US$1.859,5 per ons.

Meski harganya tengah lunglai, emas sejatinya masih diburu investor sebagai aset pelindung nilai ampuh melawan inflasi. Ya, kini pelaku pasar tengah diliputi kekhawatiran soal inflasi setelah AS mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan sebesar 6,2% di Oktober, yang menjadi level tertingginya dalam 31 tahun terakhir.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS akhirnya luruh 0,3% pada pukul 06.00 WIB. Selama sepekan terakhir, nilai Dolar AS terlihat terus ngebut didorong oleh kenaikan inflasi AS serta data penjualan ritel AS yang moncer. Namun, kini pelaku pasar mempertanyakan apakah reli Dolar AS dalam beberapa hari terakhir memang terlalu kencang.

Di samping itu, nilai Dolar AS turun setelah pelaku pasar sudah price-in terhadap kemungkinan bank sentral AS The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Baca juga: Pluang Pagi: Saham AS & IHSG Kian Kinclong, Dolar AS Makin Amsyong

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Ditulis oleh
channel logo

Satya Nagara

Right baner

Satya Nagara

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang pagi
Pluang Pagi: Krisis di Ukraina Memanas, Aset Kripto Kembali Lemas!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1