pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

8036

Pluang Pagi: Hari Rabu, Saham AS & Pasar Kripto Masih 'Ngablu'

Good morning, Sobat Cuan! Tidak kerasa sudah hari Rabu saja, ya. Nah, untuk mengawali Rabu (19/1) pagi kali ini, tidak ada salahnya lho kamu menyimak rangkuman kinerja pasar dalam sepekan di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Trio indeks saham utama Amerika Serikat kompak mati kutu pada perdagangan Selasa (18/1) waktu setempat. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) luluh 1,51%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terpeleset 1,84% dan 2,6%.

Kinerja tumpul saham sektor perbankan menjadi biang keladi terjunnya nilai indeks saham AS kemarin. Hal ini terjadi setelah nilai saham Goldman Sachs turun 7% setelah investment bank terkemuka AS tersebut tidak mampu mencetak laba sesuai ekspektasi pada kuartal IV lalu. Longsornya saham Goldman Sachs pun akhirnya menyeret kelompok saham sektor finansial sebesar 2,3% kemarin.

Tak hanya sektor finansial, kinerja saham sektor teknologi juga melehoy akibat kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kemarin, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun loncat 1% seiring antisipasi investor atas niatan bank sentral AS yang kian hawkish.

Sekadar informasi, kenaikan yield obligasi pemerintah AS bisa menghambat kegiatan konsumsi dan investasi, yakni dua faktor utama pembentuk pertumbuhan ekonomi. Nah, akibatnya, pelaku pasar pun melakukan social distancing atas saham-saham teknologi berkategori growth stocks yang biasa berkinerja moncer kala pertumbuhan ekonomi tokcer.

Baca juga: Pluang Pagi: Pasar Kripto Masih Culun, Cardano Malah Naik Daun

Aset Kripto

Pasar aset kripto juga masih saja terlihat blank di Rabu pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.50 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Bitcoin (BTC) bercokol di US$42.220,68 per keping alias susut 0,44% dalam sehari belakangan. Begitu pun dengan rival sengitnya Ether (ETH) yang juga luluh 2,45% di waktu yang sama.

Nasib serupa juga melanda koin-koin "pembunuh Ethereum". Cardano (ADA), Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) masing-masing oleng 6,36%, 0,59%, 2,87%, dan 1,62% dalam sehari terakhir.

Kondisi "sebelas-dua belas" juga dialami koin-koin Metaverse. Nilai Decentraland (MANA), The Sandbox (SAND), dan Enjin Coin (ENJ) masing-masing terjun 2,43%, 4,08%, dan 3,14% dalam sehari terakhir di pagi ini.

Beberapa analis menduga bahwa nilai aset kripto belakangan belum stabil seiring tingginya volatilitas di volume jual-beli pasar kripto. Selain itu, pelaku pasar mungkin ogah nyemplung ke pasar kripto karena maraknya beberapa sentimen negatif dalam beberapa hari terakhir.

Contohnya, Biro Investigasi Pakistan juga dikabarkan telah meminta Otoritas Telekomunikasi Pakistan untuk memblokir situs-situs yang berkaitan dengan aset kripto. Kabar ini muncul tepat beberapa hari setelah bank sentral Pakistan berniat melarang segala aktivitas berbau aset kripto di negara tersebut.

Di samping itu, lembaga pemeringkat kredit Moody's juga mewanti-wanti bahwa potensi gagal bayar obligasi pemerintah El Salvador kian berisiko setelah negara Amerika Tengah itu terus mengakumulasi BTC ke dalam portofolionya. Menurut Moody's, langkah itu membuat likuiditas El Salvador bisa semakin bermasalah.

Kemarin, Komisi Pasar Sekuritas Spanyol (CNMV) juga berniat semakin mengawasi promosi aset kripto di media sosial. Inggris rencananya juga akan mengambil langkah serupa atas dasar perlindungan konsumen.

Emas

Harga emas di pasar spot berada di level US$1.813,72 per ons pada pukul 08.09 WIB, merosot 0,3% dalam sehari terakhir. Keperkasaan dua musuh bebuyutan emas, Dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS, ditengarai menjadi alasan pelemahan harga emas pagi ini.

Sekadar informasi, penguatan Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga, permintaan emas menyusut dan bikin harganya ciut.

Sementara itu, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS akan meningkatkan opportunity cost investor dalam menggenggam emas. Sehingga, mereka tentu akan menjauhi instrumen aset safe haven tersebut.

Usut punya usut, keperkasaan nilai Dolar AS dan yield obligasi AS terjadi setelah pelaku pasar mengantisipasi pertemuan bank sentral AS The Fed pekan depan.

Baca juga: Rangkuman Kabar: PPKM Gak Kelar-Kelar, Presiden China Lagi Gusar

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 95,05 pada pukul 08.15 WIB, naik 0,1% dibanding sehari sebelumnya. Sang aset greenback bergerak lincah mengikuti laju tingkat imbal hasil obligasi AS yang berjaya sehari terakhir.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES