pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: 'Perang Dunia' Siap Meletus, Saham & Kripto Susah Fokus

Selamat pagi, Sobat Cuan! Tak terasa akhir pekan telah usai dan kini saatnya kembali mengawali pekan yang baru. Nah, mengawali aktivitasmu hari ini, yuk simak rangkuman pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) tak berdaya menutup sesi perdagangan Jumat (11/2). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) terjun 1,4%, sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 terjungkal lebih parah yakni masing-masing 2,8% dan 2%.

Nilai indeks saham AS terperosok setelah pelaku pasar memilih untuk menghindari aset-aset berisiko lantaran situasi geopolitik tengah tak menentu.

Akhir pekan lalu, kantor berita Ukraina PBS melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sudah memberi keputusan untuk menginvasi Ukraina pada pekan ini.

Hanya saja, penasihat Gedung Putih bidang Keamanan Jake Sullivan mengklarifikasi kabar tersebut dengan mengatakan bahwa AS tidak mengklaim bahwa Rusia akan segera menginvasi Ukraina. AS malah menganggap bahwa Rusia bisa menginvasi Ukraina 'kapan saja' sehingga negara Paman Sam tersebut pun ikut meningkatkan kewaspadaannya.

Nah, kondisi tersebut bikin pelaku pasar khawatir bahwa ekonomi mungkin akan memasuki ketidakpastian akibat tensi geopolitik yang memanas. Sebagai gantinya, mereka memilih membenamkan dana di aset yang terbilang aman, salah satunya emas.

Baca juga: Faktor Pergerakan Harga Emas di Indonesia & Seluruh Dunia

Aset Kripto

Kondisi pasar aset kripto pun terbilang 'sebelas-dua belas' dengan indeks saham AS. Melansir Coinmarketcap pukul 08.03 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar terbanting ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) kini berada di level US$42.090 per keping alias luluh 0,74% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Ether (ETH) nangkring di US$2.867,4 atau turun 2,26% di waktu yang sama.

Altcoin lain pun mengalami nasib serupa. Bahkan, tak kalah menyedihkan. Tengok saja nilai XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL) yang masing-masing susut 2,96%, 2,72%, dan 4,41% dalam sehari terakhir. Kemudian, Avalanche (AVAX), Polkadot (DOT), dan Polygon (MATIC) pun masing-masing merosot 5,6%, 1,83%, dan 3,7% di waktu yang sama.

Secara umum, pergerakan aset kripto pagi ini didorong oleh niatan pelaku pasar yang menghindari aset berisiko seiring tensi geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

Namun, selain itu, pelaku pasar juga nampaknya agak malas membenamkan dana di pasar kripto dalam mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed setelah inflasi AS menorehkan rekor tertingginya dalam 40 tahun terakhir.

Di samping itu, CEO BitBull Capital Joe DiPasquale mengatakan bahwa pasar kripto memang cukup volatil sepekan ke belakang karena volume perdaganganya terbilang tipis. Bahkan, nilainya pun terbilang setengah lebih kecil dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kendati begitu, bukan berarti pasar kripto tak punya sentimen positif.

Jumat lalu, Asosiasi Digital Eropa (EDA) mengumumkan akan bekerja sama dengan platform Ripple untuk membantu Uni Eropa menyiapkan mata uang digital alias CBDC.

Tak ketinggalan, Kanada juga dilaporkan tengah menyusun RUU yang diharapkan bisa membantu pertumbuhan sektor berbau kripto di negara tersebut. Draf RUU tersebut sudah lolos pembahasan tingkat I di parlemen Kanada pekan lalu.

Emas

Harga emas di pasar spot bercokol di US$1.858,41 per ons pada pukul 08.21 WIB, naik 2,79% dibanding akhir pekan lalu.

Nilai sang logam mulia lompat tinggi setelah pelaku pasar mengoleksi emas sebagai aset safe haven atas dua alasan.

Pertama, mereka takut bahwa inflasi AS akan kian meradang, sehingga mereka memilih untuk melindungi kekayaannya dalam bentuk emas. Kedua, pelaku pasar khawatir bahwa ekonomi bakal memasuki ketidakpastian setelah tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina kian memanas.

Pelaku pasar tentu enggan berkubang di aset berisiko selama situasi ekonomi tidak pasti mengingat cuan yang bakal didapat di masa depan juga tak menentu. Makanya, mereka memutuskan untuk berinvestasi di emas.

Baca juga: Pasar Sepekan: Inflasi AS Ogah Jinak, Saham Hingga Kripto Bergejolak!

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS berada di level 95,98 pukul 08.27 WIB, melonjak tipis dibanding akhir pekan lalu yakni 95,86.

Nilai sang aset greenback menguat setelah nilai Euro terjungkal berkat memanasnya ketegangan geopolitik di Eropa. Selain itu, eskalasi tensi geopolitik tersebut juga bikin pelaku pasar mengoleksi Dolar AS sebagai aset safe haven.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES