Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pluang Pagi: Inflasi AS Luluh, Kripto & Saham AS Ketiban 'Durian Runtuh'
shareIcon

Pluang Pagi: Inflasi AS Luluh, Kripto & Saham AS Ketiban 'Durian Runtuh'

11 Aug 2022, 1:21 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Pluang Pagi: Inflasi AS Luluh, Kripto & Saham AS Ketiban 'Durian Runtuh'

Selamat pagi, Sobat Cuan! Pagi ini terasa segar setelah saham Amerika Serikat (AS) dan kripto kompak meluncur setelah inflasi AS akhirnya mulai melandai! Simak ulasannya di Pluang Pagi!

Indeks Saham AS

  • Ketiga indeks saham AS kompak ngegas menutup sesi perdagangan Rabu (10/8). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) loncat 1,6%, sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 tumbuh lebih fantastis masing-masing 2,9% dan 2,1%.
  • Pelaku pasar kembali bergairah membenamkan dana di pasar modal AS setelah inflasi AS mulai perlahan padam.
  • Kemarin malam, Departemen Ketenagakerjaan AS mengumumkan inflasi tahunan AS bertengger di 8,5% pada Juli, melambat dibanding sebulan sebelumnya 9,1%. Angka ini juga lebih rendah dibanding prakiraan analis yakni 8,7%.
  • Data ini mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya meski angka inflasi Juli merupakan salah satu yang tertinggi sejak 1981.
  • Kendati demikian, pelaku pasar yakin data inflasi tersebut bisa meyakinkan bank sentral AS The Fed untuk mengerem kebijakan moneternya yang agresif.
  • Sikap itu tercermin dari penurunan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun sebesar 2%. Asal tahu saja, pergerakan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS sangat sensitif terhadap antisipasi kebijakan moneter The Fed.
  • Selain itu, peristiwa itu juga memicu pelaku pasar untuk kembali mengoleksi saham teknologi. Maklum, pelaku pasar selama ini memang selalu membandingkan return saham berkategori growth stocks dengan instrumen berpendapatan tetap.
  • Alhasil, nilai saham Meta Platforms terbang 5,82% kemarin. Sementara itu, nilai saham Apple dan Microsoft sama-sama menguat lebih dari 2% di waktu yang sama.

Baca Juga: Pluang Pagi: Jelang Perilisan Data Inflasi, Saham AS & Kripto Tak Percaya Diri

Aset Kripto

  • Tak hanya pasar saham AS, pasar kripto pun ikut bersorak di Rabu pagi (11/8).
  • Melansir Coinmarketcap pukul 07.55 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses mendarat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, menguat 5,37% dalam sehari terakhir dan kini bercokol di US$24.035 per keping. Kemudian, Ether (ETH) malah terbang lebih tinggi 12,02% dan mendarat di US$1.872 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya tak mau kalah tampil klimis di hari Kamis. Nilai Cardano (ADA) dan Polygon (MATIC) menanjak lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir, sementara Avalanche (AVAX) dan Solana (SOL) kompak menguat lebih dari 8% di saat bersamaan.
  • Terdapat pula nilai Polkadot (DOT) yang melesat 10,8% dalam sehari belakangan.
  • Pasar kripto melaju kencang setelah Departemen Ketenagakerjaan AS mengumumkan amblesnya tingkat inflasi AS pada Juli. Pelaku pasar yakin The Fed akan menanggapi data inflasi tersebut dengan meredam agresivitas kebijakan moneternya.
  • Sekadar informasi, jika The Fed bersikap dovish, maka daya tarik aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terus berkilau. Selain itu, aksi The Fed yang menahan suku bunga acuannya diharapkan tidak akan menyurutkan likuiditas di pasar kripto.
  • "Kami rasa pelaku pasar akan terus menemukan kepercayaan diri di pasar jika The Fed tetap berpegang teguh pada janjinya untuk mengerek suku bunga acuan di September. Kita juga nantinya akan terus melihat relief rally dalam beberapa saat ke depan," jelas Howard Greenberg dari Prosper Trading Academy seperti dikutip Coindesk.
  • Selain perkara inflasi, analis juga mengaitkan reli kencang kripto hari ini dengan antisipasi pelaku pasar terhadap pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge yang sedianya meluncur pada September mendatang.
  • Lebih lanjut, bintang pasar kripto pagi ini jatuh ke iEXEC RLC (RLC) yang tumbuh fantastis 40,23% dalam sehari terakhir. Langkahnya diikuti Aave (AAVE) yang lompat 16,02% di waktu yang sama.

Emas

  • Harga emas bertengger di US$1.790 per ons pada pukul 08.14 WIB, melemah tipis dibanding kemarin US$1.792 per ons.
  • Nilai sang logam mulia melemah menyusul komentar dua pejabat The Fed yang menekankan komitmen otoritas moneter tersebut untuk mengetatkan kebijakan moneter meski inflasi AS mulai melandai.
  • Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, misalnya, mengatakan The Fed masih harus mengerek suku bunga acuannya hingga 3,9% di akhir 2022 demi meredam inflasi yang meradang.
  • Di samping itu, harga emas juga melandai setelah pelaku pasar terlihat makin nafsu untuk berkubang di pasar berisiko pasca perilisan data inflasi AS.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Inflasi Bikin Ketar-Ketir, IHSG & Kripto Kian Tergelincir

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang pagi
Pluang Pagi: Krisis di Ukraina Memanas, Aset Kripto Kembali Lemas!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1