Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Rusia Kena Sanksi Berentet, Aset Kripto Makin Meroket!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Bagaimana long weekend kamu? Untungnya, hari pertamamu kerja di pekan ini disambut dengan pasar kripto yang kembali menghijau. Sayangnya, indeks saham AS tak demikian, nih. Ada apa ya? Yuk, simak Pluang Pagi Selasa (1/2) berikut!

Aset Kripto

Pasar kripto mengawali awal Maret ini dengan langit cerah. Melansir Coinmarketcap pukul 07.37 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Bahkan, lajunya pun terbilang agresif.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, berada di level US$43.455,47 per keping alias tumbuh 15,76% dalam sehari terakhir. Tak ketinggalan, nilai Ether (ETH) ikut lompat 13,63% ke US$2.952,42 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun latah ikutan manggung. Nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Cardano (ADA) masing-masing lompat 11,58%, 9,9%, dan 15,72%. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Avalanche (AVAX), dan Polkadot (DOT) masing-masing tumbuh 16,97%, 18,5%, dan 11,46%.

Sementara itu, Terra (LUNA) masih menjadi bintang utama pasar kripto setelah nilainya lompat 22,49% dalam sehari terakhir.

Memanasnya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina pun kembali menjadi sentimen utama pasar kripto pada hari ini.

Memang, sentimen tersebut sempat bikin pasar kripto kebakaran sejak pertengahan Februari. Namun, investor kini nampaknya mulai menyadari bahwa memanasnya ketegangan di Eropa timur sejatinya membuka jalan terhadap adopsi aset kripto yang lebih luas lagi.

Sekadar informasi, Rusia telah melancarkan invasi ke Ukraina sejak pekan lalu. Merespons hal tersebut, AS memberlakukan sanksi ekonomi secara bertahap. Adapun sanksi terbaru dari AS yakni menendang beberapa bank Rusia dari sistem pembayaran global SWIFT dan menghalangi bank sentral Rusia untuk menarik cadangan devisanya US$460 miliar di luar negeri.

Sanksi tersebut berpotensi memaksa Rusia untuk mencari sumber pendanaan eksternal lain, salah satunya adalah aset kripto. Bahkan, beberapa pelaku pasar yakin bahwa Rusia akan mempercepat pengesahan aturan regulasi aset kripto, sebuah regulasi yang selama ini diperdebatkan oleh bank sentral dan Kementerian Keuangan Rusia.

"(Sanksi terhadap Rusia) akan menguatkan argumen bahwa produk blockchain akan bersaing ketat dengan jaringan SWIFT. Investor mulai menyadari bahwa aliran investasi akan menuju platform keuangan terdesentralisasi ke depan setelah sanksi terbaru AS atas Rusia," jelas Analis Senior OANDA Edward Moya seperti dikutip Coindesk.

Di sisi lain, rentetan sanksi ekonomi membuat nilai tukar Rubel Rusia terhadap Dolar AS kian terjerembab. Imbasnya, kini warga Rusia hijrah dari Rubel Rusia ke aset kripto untuk melindungi nilai kekayaannya.

Lembaga riset kripto asal Perancis, Kaiko, menunjukkan bahwa 1,5 juta Rubel mengalir ke pasar BTC pada Kamis, level tertingginya sejak Mei 2021. Sebagian besar dari aliran dana tersebut bergerak menuju platform exchange Binance.

Indeks Saham AS

Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) seolah tak berdaya pada penutupan perdagangan Senin (28/2). Nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing melemah 0,30% dan 0,5%, sementara indeks Nasdaq menguat 0,4% di waktu yang sama.

Lesunya indeks Wall Street hari ini disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang makin menghindari pasar modal. Pasalnya, investor mulai menimbang-nimbang dampak sanksi AS terhadap Rusia terhadap prospek pasar modal ke depan.

Sayangnya, investor khawatir bahwa sektor finansial AS nantinya akan terpapar dampak negatif dari sanksi tersebut. Akibatnya, mereka menjauhi saham-saham sektor keuangan dan ujungnya meruntuhkan saham-saham sektor tersebut. Tengok saja nilai saham Citigrouop dan JPMorgan Chase yang kompak amblas lebih dari 4% kemarin.

Baca juga: Pasar Sepekan: Rusia Tabuh Genderang 'Perang', Market Ikut Bergelombang

Emas

Harga emas di pasar spot bercokol di US$1.905,99 per ons, semakin melorot dibanding level akhir pekan lalu yakni US$1.921 per ons.

Nilai sang logam mulia terus melandai seiring kembalinya selera investor ke aset-aset berisiko. Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti kelanjutan antara dialog Ukraina dan Rusia yang sebelumnya berlangsung di perbatasan Belarusia.

Jika kelanjutan dialog tersebut berjalan lancar, maka ketidakpastian geopolitik akan mereda. Imbasnya, pelaku pasar akan meninggalkan emas sebagai aset safe haven dan kembali ke pasar kelas aset berisiko.

Baca juga: Kabar Sepekan: Rusia Kena Sanksi Bejibun, Harga Minyak Naik ke Ubun-Ubun

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait