Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Kabar Sepekan: Harga Rokok Kian Mencekik, Harga Minyak Gagal Menukik!

Selamat akhir pekan, Sobat Cuan! Kabar Sepekan kembali hadir menyapa kamu semua dengan ringkasan kabar bisnis dan ekonomi paling hot selama sepekan terakhir. Yuk, simak selengkapnya di sini!

Kabar Internasional Sepekan

1. Fed Siap Perang Lawan Inflasi, Akan Kerek Bunga Hingga 75 Basis Poin di Juli

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed menyebut kemungkinan untuk kembali mengerek suku bunga acuan antara 50 hingga 75 basis poin pada pertemuan FOMC Juli. Otoritas moneter tersebut menegaskan rencana tersebut di dalam risalah rapat Juni (minutes of meeting) yang dirilis Rabu (6/7).

The Fed berkomitmen mengambil langkah tersebut demi meredam inflasi AS yang kian menjadi-jadi dan bahkan menyentuh 8,6% secara tahunan pada bulan lalu. "Peserta rapat sepakat bahwa ekonomi membutuhkan kebijakan yang lebih restriktif," jelas risalah tersebut.

2. Produktivitas Jasa dan Manufaktur AS Catat Level Terendah Sejak 2020

Kinerja sektor manufaktur dan jasa AS semakin lesu di Juni. Bahkan, kinerja keduanya di bulan tersebut merupakan yang terlemah dalam dua tahun terakhir.

Data Instititute of Supply Management (ISM) mencatat skor indeks manufaktur menyentuh 53 di Juni, melorot dari 56,1 di bulan sebelumnya. Sementara itu, AS mencatat skor indeks sektor non-manufaktur sebesar 55,3 di Juni, ambles dari 55,3 sebulan sebelumnya.

3. Ekonomi Diramal Jatuh ke Jurang Resesi, Harga Minyak Pucat Pasi

Harga minyak dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sempat melorot masing-masing sebesar 9% dan 8% pada Selasa (7/7). Harga minyak amburadul setelah permintaan minyak dunia ke depan diramal seret seiring sinyal-sinyal resesi ekonomi kian kentara.

Salah satu pertanda resesi tersebut datang dari pasar obligasi pemerintah AS. Ternyata tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun sudah melebihi instrumen serupa bertenor 10 tahun. Fenomena yang disebut inverted yield curve ini memang digadang sebagai gerbang resesi yang paling utama.

4. AS Catat Pertumbuhan Pembukaan Lapangan Pekerjaan

Biro Statistik Ketenagakerjaan AS merilis, AS menyerap 327.000 tenaga kerja baru sepanjang Juni. Meski angka ini menurun dari 382.000 tenaga kerja di Mei, namun hasil ini melebihi ekspektasi analis yakni 268.000 tenaga kerja.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Dolar AS Kian Merongrong, Kripto & IHSG Malah 'Strong'!

Kabar Kripto Sepekan

1. Uji Coba Sepolia Berhasil, Ethereum Selangkah Lagi Upgrade!

Ethereum selangkah lebih dekat dengan The Merge setelah berhasil mengubah algoritma konsensus Proof of Work menjadi Proof of Stake di jaringan uji cobanya, Sepolia. Setelah ini, Ethereum akan melakukan uji coba terakhirnya di jaringan uji coba lainnya bernama Goerli.

2. Perusahaan Elon Musk Lain Siap Adopsi Dogecoin

Perusahaan transportasi besutan Elon Musk, The Boring Company, mengatakan akan menerima pembayaran dalam bentuk Dogecoin (DOGE) bagi pelanggan yang ingin menggunakan jasanya di sistem loop Las Vegas.

3. CEO KuCoin Bantah Rumor Gagal Bayar Utang

CEO KuCoin Johnny Lyu membantah rumor yang menyebut bahwa perusahaannya tengah dilanda masalah gagal bayar utang. Sebelumnya, berembus kabar burung di media sosial bahwa KuCoin akan menghentikan proses penarikan (withdrawals) karena situasi yang sedang tidak menentu

"Semua hal di KuCoin berjalan baik-baik saja," jelas Lyu melalui cuitannya di akun Twitter pribadinya, sembari menambahkan bahwa KuCoin bisa saja menggugat sang penyebar kabar burung melalui jalur hukum.

4. Latah Ikut Solana, Polygon Ikut Rambah Smartphone Web3

Jaringan Polygon mengumumkan akan mengembangkan ponsel pintar berbasis Web3. Dalam mewujudkan impian tersebut, Polygon mengatakan akan menjalin kerja sama dengan perusahaan rintisan bernama unik, Nothing.

Kabar ini hadir dua pekan setelah jaringan blockchain lainnya, Solana, juga mengumumkan bakal mengembangkan ponsel pintar dengan sistem operasi Android dan berbasis Web3 yang sedianya bakal diluncurkan tahun depan.

Baca Juga: Pluang Insight: Punya Fundamental Mantap, Gimana Prospek BNB Ke Depan?

Kabar Domestik Sepekan

1. Tarif Cukai Naik, Harga Rokok Siap-Siap Makin Mencekik!

Perokok akan merogoh kantong lebih dalam hanya demi membeli rokok. Pasalnya, Kementerian Keuangan telah menambah tarif cukai baru dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) anyar yang dirilis Senin (4/7).

Aturan itu memasukkan unsur klembak menyan (KLM) ke dalam daftar tarif cukai baru. Implikasinya, tarif cukai rokok yang mengandung KLM naik dari Rp25 per batang menjadi Rp440 per batang. Sementara itu, harga eceran tertinggi rokok pun akan naik dari Rp200 per batang menjadi Rp780 per batang untuk perusahaan yang memproduksi rokok di atas 4 juta batang.

Namun demikian, tarif cukai baru ini hanya akan menyasar produsen rokok besar. Kemenkeu berdalih, kebijakan ini ditujukan untuk melindungi produsen rokok domestik berskala kecil.

2. Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Perjalanan

Pemerintah akan mewajibkan vaksin booster sebagai syarat perjalanan, termasuk angkutan udara, yang paling lambat dimulai pada 18 Juli mendatang. Selain itu, pemerintah juga akan memberlakukan syarat yang sama bagi masyarakat yang ingin memasuki tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Senin (7/7). Menurutnya, kebijakan tersebut merujuk pada hasil rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo setelah melihat lonjakan kasus COVID-19 di dalam negeri.

3. BI Beri Sinyal Kerek Bunga Acuan?

Bank Indonesia (BI) memberi sinyal untuk mengubah tingkat suku bunga acuannya, BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR), dari level saat ini 3,5%. Otoritas moneter tersebut menunjukkan gelagat tersebut dalam siaran pers yang dirilis Senin (7/7).

Dalam keterangan tertulis tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI "siap menyesuaikan lebih lanjut stance kebijakan jika diperlukan" dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, peningkatan risiko stagflasi, dan meluasnya kebijakan proteksionisme yang dilakukan beberapa negara.

4. Alhamdulilah, Cadangan Devisa RI Tumbuh US$800 Juta

BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juni sebesar US$136,4 miliar, tumbuh tipis sekitar US$800 juta dibanding posisi Mei US$135,6 miliar.

Otoritas moneter tersebut mengatakan, kenaikan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh penerbitan Surat Berharga Nasional (SBN) berdenominasi valuta asing. 

BI mengatakan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional yakni tiga bulan impor.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait