Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Kabar Sepekan: The Fed Siap Kerek Bunga dengan 'Lebay', BI Malah Memilih 'Nyantai'

Selamat berakhir pekan, Sobat Cuan! Kabar Sepekan kembali hadir menyapa kamu semua dengan kabar ekonomi pilihan, di antaranya sinyal resesi dari The Fed hingga negara-negara Eropa yang kembali kepincut batu bara. Yuk, simak selengkapnya di sini!

Kabar Internasional Sepekan

1. Bos The Fed: Resesi Ekonomi Bisa Saja Terjadi

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed "berkomitmen untuk menurunkan inflasi AS" bersenjatakan kenaikan suku bunga acuan. Ia menyampaikan hal tersebut di hadapan komisi perbankan Senat AS pada Rabu (22/6).

Hanya saja, ia menyadari pengetatan kebijakan moneter tersebut bisa berujung pada resesi ekonomi. Namun, ia memandang ekonomi AS saat ini masih cukup kuat dalam menahan dampak negatif dari kenaikan suku bunga acuan yang dimaksud.

2. Sentuh 9,1%, Inflasi Inggris Cetak Rekor Baru!

Inggris mencetak inflasi tahunan sebesar 9,1% pada Mei alias level tertingginya dalam 40 tahun terakhir. Data itu sekaligus menjadikan Inggris sebagai negara dengan inflasi tertinggi di antara grup negara-negara maju (G7).

Kenaikan harga makanan dan minuman non-alkohol sebesar 8,7% secara tahunan menjadi biang kerok inflasi Inggris kali ini. Selain itu, kenaikan harga bahan baku produksi manufaktur sebesar 22,1% ikut melambungkan inflasi Inggris.

3. Ragam Jurus Biden Selamatkan AS dari Inflasi

Pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden tengah memutar otak untuk meredam inflasi yang pada Mei lalu menyentuh 8,6% secara tahunan.

Pertama, Biden berniat mengeliminasi bea masuk impor asal China yang sebelumnya berlaku di era mantan Presiden Donald Trump.

Kedua, Biden juga berniat menghapus pengenaan pajak federal atas Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 18 sen selama 90 hari demi menekan inflasi energi.

4. Pasokan Gas Alam Rusia Mandeg, Eropa Kembali Kepincut Batu Bara

Sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, Belanda, dan Austria, mengatakan akan kembali mengaktivasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga batu bara. Mereka menempuh langkah tersebut demi menghindari krisis energi pasca Rusia mengurangi pasokan gas alamnya ke benua biru tersebut.

Sekadar informasi, Rusia menyumbat pasokan gas Eropa sebagai balas dendam atas sanksi ekonomi Uni Eropa terhadap Rusia, yang pada awal tahun ini melakukan invasi militer terhadap Ukraina.

"Situasi saat ini cukup serius," ungkap Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck. "Ini menyakitkan, namun langkah ini (menggunakan batu bara) merupakan kebutuhan demi mengurangi konsumsi gas alam."

Baca Juga: Kabar Sepekan: Tarif Listrik Siap Naik, Inflasi Bikin The Fed Panik!

Kabar Kripto Sepekan

1. Musisi Pharrell Williams Rambah NFT, Jadi Chief Brand Officer Proyek NFT Doodles

Proyek Non-Fungible Token (NFT) Doodles mengumumkan produser musik dan musisi beken, Pharrell Williams, akan bergabung ke dalam proyek tersebut sebagai Chief Brand Officer. Dengan peran barunya tersebut, Williams diharapkan dapat melebarkan sayap proyek tersebut ke kancah musik, animasi, hingga events.

Doodles mengumumkan hal tersebut di perhelatan konferensi NFT di New York City, Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan juga membeberkan telah menggaet pendanaan seri pertama dari firma modal ventura besutan Alexis Ohanian, Seven Seven Six.

2. Uniswap Labs Caplok Perusahaan Agregator NFT, Genie

Uniswap Labs mengatakan tengah dalam proses akuisisi salah satu platform agregator NFT, Genie.

"Kami melihat NFT sebagai bentuk lain dari penciptaan nilai di kancah ekonomi digital yang sedang berkembang ini. Jadi, sudah barang tentu kami berusaha mengintegrasikannya," jelas Uniswap Labs melalui cuitan di akun Twitter resminya.

3. EBay Akuisisi Perusahaan Lokapasar NFT, KnownOrigin

Salah satu platform lokapasar terbesar dunia, eBay, mengumumkan telah mengakuisisi salah satu lokapasar NFT pertama di dunia, KnownOrigin.

Namun, baik eBay maupun KnownOrigin tidak membongkar nilai akuisisi tersebut.

4. Solana Tengah Kembangkan Ponsel Berbasis Web3

Jaringan Solana mengaku tengah mengembangkan ponsel pintar berbasis Web3 dengan sistem operasi Android bernama Saga. Ponsel tersebut tidak hanya berlagak seperti ponsel pintar pada umumnya, namun juga dilengkapi oleh dompet kripto dan piranti lunak Solana Mobile Stack yang bisa digunakan untuk membangun program-program Web3.

Ponsel tersebut rencananya bakal diluncurkan awal 2023 mendatang dan dibanderol US$1.000 per unitnya.

Baca Juga: Pluang Insight: Benarkah Kripto Dihantam 'Musim Dingin'? Bagaimana Cara Menghadapinya?

Kabar Domestik Sepekan

1. BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia kembali menahan tingkat suku bunga acuannya, BI 7 Day Reverse Repo rate (7DRRR), di angka 3,5% pekan ini. BI melakukan langkah tersebut dengan menimbang tingkat inflasi yang diperkirakan bakal berada dalam rentang 2% hingga 4% hingga akhir tahun nanti.

BI juga menambahkan, salah satu alasan penahanan suku bunga tersebut adalah risiko perlambatan ekonomi global di masa depan yang semakin tebal.

2. Pemerintah Wacana Alihkan Subsidi Elpiji Melon ke Kompor Listrik

Pemerintah disebut melempar wacana untuk mengalihkan subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk elpiji 3kg menjadi anggaran pengadaan kompor listrik.

Ini dianggap sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan rumah tangga dari gas elpiji sekaligus upaya menghemat beban subsidi negara.

"Kami menggodok program dengan pemerintah bagaimana tadinya subsidi untuk LPG bisa direalisasikan untuk untuk pembelian kompor listrik dan utensil-nya sehingga di sini ada pergeseran penggunaan," jelas Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Komisi VI DPR RI.

3. Terima Kasih Penerimaan Pajak, Dompet Negara Surplus!

Kementerian Keuangan mencatat, posisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2022 tercatat surplus Rp132,2 triliun atau setara 0,74% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi ini cukup kontras dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana APBN mencatat defisit Rp219,2 triliun.

Keuangan negara mencatat surplus setelah realisasi penerimaan negara hingga Mei tercatat Rp1.070,4 triliun, lebih tinggi dibanding realisasi belanjanya Rp938,2 triliun. 

Uniknya, sebagian besar penerimaan negara, yakni Rp705,8 triliun, ditopang dari penerimaan pajak. Realisasi penerimaan pajak tersebut ternyata tumbuh 53,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya!

4. Angka Kasus COVID-19 Naik Lagi, Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah tengah mengkaji untuk menjadikan vaksin booster sebagai syarat perjalanan jika kasus COVID-19 di Indonesia semakin menanjak hingga Juli.

Sekadar informasi, angka kasus harian baru COVID-19 di Indonesia selalu berada di atas 1.000 sejak 15 Juni 2022. Adapun salah satu biang keladi maraknya penyebaran virus tersebut adalah kehadiran virus Corona varian BA.4 dan BA.5, yang diduga cukup resisten terhadap antibodi vaksin.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: CNN IndonesiaCNBC IndonesiaReuters, Bloomberg

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait